Dulu melihat cuplikannya, kok kesannya keren ya, seperti pas melihat cuplikan film 2012. Tapi setelah selesai menonton jadi bingung apakah harus bilang bagus atau buruk, mungkin karena tidak terlalu bagus, juga tidak terlalu buruk. Film ini dibandingkan film fiksi ilmiah, mungkin lebih pas sebagai film keluarga yang sedikit “menegangkan”.
Poster promosi film “San Andreas” 2015. Sumber gambar: Sullykhan.
Jika kita belajar sedikit geografi, atau kemudian geologi, atau kemudian ditaburi seismologi, maka film ini tidak sulit dipahami. Hanya saja, unsur ilmiah itu terasa tidak banyak mendapat tempat yang “bermakna” dalam film ini, atau mungkin dibuat tidak terlalu kentara. Atau sisi drama lebih banyak mengambil ruang?
Mengambil latar patahan San Andreas (batas tektonik antara lempeng Pasifik dan Amerika Utara, jika tidak keliru) yang merupakan area di mana gempa bisa terjadi kapan saja. Bagi yang penasaran mungkin bisa membayangkan “the next big one” – yang mungkin terjadi di sana, seperti yang ada dalam film ini. Tapi bagi yang tidak mengenal latar cerita ini, mungkin tidak akan terlalu memahaminya, kecuali menyaksikan adegan bencana kolosal dan aksi penyelamatan yang heroik.
Saya rasa Dwayne Johnson tetap menjual untuk film ini. Walau karakter dan alur cerita tidak terlalu kuat, tapi ada bintang yang bisa membuat penonton tetap di kursi. Dan tentu saja efek khusus yang membuat bencana tampak nyata, dan rasanya tidak mungkin selamat dari situ, kecuali sepertinya film San Andreas ini memang berakhir dengan keajaiban.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO
Setiap tahun, lebih dari 300.000 orang di dunia meninggal karena tenggelam, dengan anak-anak sebagai korban utama. WHO meluncurkan paket kebijakan PROTECT yang berisi tujuh strategi mencegah tenggelam. Indonesia perlu mengembangkan strategi nasional dan memperkuat pengumpulan data untuk menurunkan angka kematian terkait tenggelam di negara kepulauan ini.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan