Berbasis Gnome 3, saya mencoba kembali melihat Budgie Desktop pada awal tahun ini. Apalagi setelah rilis versi stabil pertama dari Solus OS, membuat rasa penasaran pada Desktop Budgie terbuka kembali. Pertama kali mencoba Budgie Dekstop, kesan saya agak ringkih, namun masih dapat digunakan.

Menggunakan Budgie, terasa hampir sama seperti menggunakan Cinnamon – hanya saja dalam versi yang lebih sederhana. Tapi masalah eye candy memang terasa belum pas, atau mungkin karena saya tidak menggunakan Solus OS – tapi Antergos yang berbasis Arch. Ikon-ikonnya belum terkesan ‘konsisten’ – itu mengapa saya juga lebih banyak menggunakan Gnome Shell dibandingkan desktop jenis lain.

Budgie Desktop Antergos
Tampilan dasar Budgie Desktop pada Antergos terbaru. Gambar diambil pada 5/1/2015.

Kesan menggunakan Budgie membawa saya seperti ketika menggunakan Windows XP dulu, atau KDE versi 3. Saya sendiri belum memeriksa seberapa banyak sumber daya (CPU, RAM) yang digunakan oleh budgie, tapi saya yakin cukup ringan – karena di mesin 1 GHz saja bisa berjalan tanpa masalah dengan membuka banyak tab pada Firefox dan Opera sekaligus.

Bagi yang memang menginginkan sebuah desktop yang ringan, saya rasa Budgie adalah salah satu pilihan yang tepat. Hanya saja, ada baiknya menggunakan pada Solus OS untuk mendapatkan dukungan langsung – tanpa perlu berpikir terlalu keras menerapkannya pada distribusi yang tidak asali membawa tipe dekstop ini.

Artikel Baru Terbit

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

12 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    cobain dong Deepin-nya 😀

    1. Avatar Cahya

      He he… nanti semua dicoba Mas. Bisa-bisa habis semua waktunya buat coba-coba 🙂

  2. Avatar gadgetboi

    oiya bli … katanya deepin linux DE-nya udah diporting ke arch? … udah coba belom? wajib dicoba tuh …

  3. Avatar gadgetboi

    udah nyoba budgie … utk Solus OS-nya tdk rekomended soalnya masih error ketika install …. tapi pas nyoba di laptop baru saya emang ringan … pas berniat pakai laptop jadul saya eh … kok lebih berat dari manokwari-nya BlankOn (tampilannya hampir sama) … lebih rekomended BlankOn dari SolusOS …

    1. Avatar Cahya

      Sekarang semua Linux baru tidak ramah buat laptop jadul, kecuali laptop itu dulu dibeli dengan nilai lebih dari US $ 1000 ?

      1. Avatar gadgetboi

        sebenarnya bukan linux-nya sih kata saya yg bikin tidak ramah. aplikasinya yang makin lama makin besar resource-nya 😀 .. web browser yg paling makan resource LOL

      2. Avatar Cahya

        Aplikasi di mana-mana boros, kecuali mau yang text-based ?

  4. Avatar gadgetboi

    menurut saya tampilannya udah mantab. di solus OS masih plain … belom saya coba oprek karena sedang bulan madu dengan elementary os setelah selingkuh beberapa bulan dengan windows 10 hahaha

  5. Avatar Padly
    Padly

    Aku udah sreg ama openbox arch linux bli. Setelah 7 hari coba-gagal, akhirnya berhasil juga. Hhh

    1. Avatar Cahya

      OpenBOX bisa dimodifikasi macam-macam ya. Kayanya ringan juga. Hanya saja belum pernah saya sentuh :).

      1. Avatar Padly
        Padly

        Coba bli… Keren! Kita seperti bangun bangunan…pilih bahan-bahan sendiri. Pake partisi MBR aja. UEFI susah, aku gagal terus.

        Tampilan budgie keren juga ya.

      2. Avatar Cahya

        Kalau Linux saya masih pakai MBR semua. Biasanya EUFI dimatikan, kecuali pakai OS tunggal :).

        Belum waktunya mencoba Mas. Mungkin kapan-kapan. Masih perlu untuk produktivitas dulu.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca