A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Mengambil judul ????? – Melampaui Kesembilan Langit, novel “Transcending the Nine Heavens” merupakan salah satu xanxia yang menarik untuk dibaca. Di sana ada banyak xanxia, namun yang satu ini unik. Saya baru membaca terjemahan hingga bab ke-100 dari sekitar 2600 lebih yang sudah dipublikasikan pada novel aslinya hingga akhir cerita. Dan menurut saya, novel ini sangat layak untuk diikuti bagi penggemar xanxia.

Transcending the Nine Heavens mengambil tokoh utama seorang pendekar muda bernama Chu Yang, yang merupakan tuan ke-9 dari sebuah pedang pusaka legenda ‘Pedang Ujian Sembilan Langit’ – yang mampu menentang kekuasaan langit yang paling hakiki – yaitu takdir.

Chu Yang mengorbankan hampir semuanya, termasuk cinta dan asmaranya, demi memperdalam ilmu pedangnya dan mencapai kesempurnaan. Pedang Ujian Sembilan Langit terpecah-pecah menjadi sejumlah kepingan. Ketika Chu Yang berhasil menemukan lokasi kepingan kelima, dia masuk ke dalam perangkap dan diserang oleh banyak pendekar dari ketiga langit.

Terluka parah dan tidak mungkin bisa lolos, Chu Yang menggunakan teknik terlarang milik Pedang Ujian Sembilan Langit, dengan menikam pedang ke jantungnya sendiri, “Dengan darah yang mengaliri jantungku, sayuta ujian langit akan runtuh!”

Setelah menyaksikan seluruh penyerangnya musnah, Chu Yang mendapati otak di balik penyerangan tersebut ternyata tidak lain adalah kakak dari orang yang dikasihinya – Mo Tianji. Dengan demikian, pada akhirnya dia menutup matanya.

Namun ketika Chu Yang membuka mata kembali, dia menemukan dirinya di masa lalu ketika dia berusia enam belas tahun. Apakah ini bermakna roda takdir akan berputar ulang? Ataukah dia akan mampu mengubahnya?

Transcending the Nine Heavens

Bagi saya, penulisan kisah dalam Transcending the Nine Heavens begitu apik, dan tiap karakter unik menjadi kuat – tidak semata-mata karakter yang lalu lalang begitu saja.

Novel ini tidak hanya berputar pada kekuatan yang merupakan segalanya, namun juga bagaimana seseorang bisa menggunakan akalnya untuk menciptakan strategi dalam menghadapi lawan-lawannya. Bagaimana membangun persahabatan, dan bagaimana menangani musuh-musuh yang menghadang di jalan. Dan bagaimana melawan kehendak langit dengan berusaha membalikkan takdir itu sendiri.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

  1. […] Evil Monarch”, dan menjadi salah satu karyanya yang cukup populer di bawah “Trancending the Nine Heavens“.  Setelah membaca secara kilat ketiga belas buku/volume yang sudah lama terbit, ada […]

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca