A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saat itu saya baru menyelesaikan konsultasi dengan sejumlah pasien poliklinik umum di Pukesmas Imigrasi 1. Waktu bahkan belum menunjukkan pukul 18.00 sebelum pesan masuk ke dalam telepon saya. Pesan ini menanyakan apakah saya bisa mengisi promkes (promosi kesehatan) malam nantinya.

Rupanya dokter yang lain pada berhalangan. Padahal acara sudah disiapkan dan warga sudah diundang.

Saya mengiyakan bahwa saya bisa mengisi. Padahal kalau dadakan berbicara di hadapan warga, saya tentu saja kelabakan, memang saya harus bilang apa?

Ternyata materi adalah mengenai bahaya merokok, dalam rangka menekankan terdapatnya kawasan bebas asap rokok di Yogyakarta.

Lha, saya malah jadi bertanya-tanya, bukannya di bungkus rokok sudah ada peringatan bahaya merokok bagi kesehatan. Mesti dijelaskan apalagi toh?

Tapi lebih dari itu, saya bukanlah tipe pembicara publik, alias mudah kena demam panggung. Hanya saja saya merasa, inilah adalah kesempatan, karena sudah lama saya tidak berbicara langsung pada kelompok masyarakat, biasanya saya hanya berbagi pemikiran lewat tulisan saja di dunia maya.

Uniknya, tim promkes yang sudah siap membayangkan di tempat warga sudah dipenuhi dengan kepulan asap rokok dan asbak berdebu. Ternyata malam itu bersih dari asap rokok. Entah karena kader terlebih dahulu mengingatkan bahwa akan ada acara temu kesehatan mengenai masalah rokok?

Dan yang lebih menyenangkan lagi. Warga ternyata antusias bertanya masalah kesehatan, serta berbagi pengalaman mereka dalam berjuang melawan nikmatnya rokok.

Pokoknya, acara dua jam yang berakhir pukul 10.00 malam sebelum saya kembali merayap pulang dalam kegelapan perbukitan dan pedesaan menjadi sesuatu yang bermakna.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca