Di balik pro kontra Gal Gadot di media sosial, akhirnya saya bisa menonton langsung Wonder Woman di layar lebar. Film ini menghadirkan kisah awal Diana sejak dia besar di Themyscira, dan akhirnya meninggalkan pulau tersembunyi tersebut karena ingin menyelamatkan dunia.
Ini adalah klise klasik, di mana hampir setiap tokoh ‘superhero‘ berawal dari keinginannya untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Themyscira dan peradabannya dibuat sederhana, sehingga tidak terlalu menonjol dalam cerita, tampil seakan-akan hanya diperlukan. Namun adegan perang di pantai antara senjata kuno dan modern sungguh memukau.
Bagian selanjutnya perjalanan menuju dan tiba di London dipenuhi unsur humor ringan, seperti cerita yang agak mengambang namun menyenangkan.
Pada bagian menuju ke garis perang depan, ada banyak aksi laga yang ditampilkan memukau. Dan perang di bagian akhir merupakan suguhan CGI yang mewah.
This movie is simple yet live. Menampilkan antara Diana ketika dia masih kanak-kanak, remaja dan dewasa muda, dengan sifat yang masih kekanak-kanakan hingga tumbuh dewasa merupakan sajian psikologis yang mengesankan. Atau ketika menghadirkan suasana desa pasca perang, semuanya sesederhana mungkin, tapi membuat cerita menjadi hidup.
Tentu saja faktor tersebut tidak lepas dari kemampuan akting baik Gal Gadot maupun Chris Pine. Menggelitik, menyenangkan, mengharukan dan menggugah.
Saya percaya, semua penyuka DC akan sepakat bahwa film Wonder Woman adalah karya yang amat memuaskan.
Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan