A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ini bukan tentang bash yang dijalankan dengan Windows. Saya mencoba menjalankan seluruh sistem linux 64-bit dengan virtualisasi di dalam Windows. Saya masih perlu mengerjakan beberapa hal dengan menggunakan Linux.

Pilihan saya jatuh pada Linux Lite, salah satu turunan Ubuntu (DEB) yang ramah digunakan pada mesin virtual dan bisa bekerja dengan baik ketika diberikan ‘jatah’ RAM hanya 4 GB saja.

Capture

Menggunakan Oracle VM VirtualBox, saya bisa memasang berkas ISO Linux Lite (yang diunduh dari website resminya) dengan mudah. Tidak banyak setelan diperlukan, dan dengan segera pasca pemasangan plus pembaruan perangkat lunak, sistem operasi ini bisa dijalankan dengan layar mendekati penuh pada Linux.

Awalnya saya memikirkan kemungkinan untuk melakukan ‘dual-boot‘ seperti era-era sebelumnya. Namun pemikiran itu saya urungkan. Bash on Linux on Windows juga bukan pilihan menarik walau dimungkinkan untuk kebutuhan saya.

Meski menjalankan sistem operasi dalam ekosistem tertutup mesin virtualisasi bermakna bahwa sistem utama tidak akan dipengaruhi oleh kerusakan pada sistem virtual, namun bukan keuntungan ini yang saya lirik. Saya hanya menikmati, saya bisa menjalankan dua sistem dengan cukup stabil pada saat yang bersamaan.

Linux Lite dipilih selain ringan, karena ukuran berkas instalasinya tidak melebihi 1 GB (baik versi 32-bit maupun 64-bit). Sempat mempertimbangankan elementary OS, tapi kemudian tidak jadi.

Sekarang sudah bisa ber-Linux-ria lagi walau menggunakan sistem operasi Windows 10.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca