Ini bukan tentang bash yang dijalankan dengan Windows. Saya mencoba menjalankan seluruh sistem linux 64-bit dengan virtualisasi di dalam Windows. Saya masih perlu mengerjakan beberapa hal dengan menggunakan Linux.
Pilihan saya jatuh pada Linux Lite, salah satu turunan Ubuntu (DEB) yang ramah digunakan pada mesin virtual dan bisa bekerja dengan baik ketika diberikan ‘jatah’ RAM hanya 4 GB saja.
Menggunakan Oracle VM VirtualBox, saya bisa memasang berkas ISO Linux Lite (yang diunduh dari website resminya) dengan mudah. Tidak banyak setelan diperlukan, dan dengan segera pasca pemasangan plus pembaruan perangkat lunak, sistem operasi ini bisa dijalankan dengan layar mendekati penuh pada Linux.
Awalnya saya memikirkan kemungkinan untuk melakukan ‘dual-boot‘ seperti era-era sebelumnya. Namun pemikiran itu saya urungkan. Bash on Linux on Windows juga bukan pilihan menarik walau dimungkinkan untuk kebutuhan saya.
Meski menjalankan sistem operasi dalam ekosistem tertutup mesin virtualisasi bermakna bahwa sistem utama tidak akan dipengaruhi oleh kerusakan pada sistem virtual, namun bukan keuntungan ini yang saya lirik. Saya hanya menikmati, saya bisa menjalankan dua sistem dengan cukup stabil pada saat yang bersamaan.
Linux Lite dipilih selain ringan, karena ukuran berkas instalasinya tidak melebihi 1 GB (baik versi 32-bit maupun 64-bit). Sempat mempertimbangankan elementary OS, tapi kemudian tidak jadi.
Sekarang sudah bisa ber-Linux-ria lagi walau menggunakan sistem operasi Windows 10.
Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan