Selama ini saya mencoba menulis di Arunametta dengan bahasa Indonesia, dan kesulitan yang paling saya alami selain waktu ternyata bukanlah ide, namun kosa kata. Menempuh beberapa tahun kuliah di mana hampir kebanyakan sumber dan bahan berbahasa asing, saya mengalami penumpulan dalam berbasa Indonesia. Bahkan dengan sembunyi-sembunyi belajar dari para maestro bahasa seperti @ivanlanin, saya masih menemukan bahwa saya memiliki banyak kekurangan yang tidak mungkin diselindungi.
Oleh karena itu, saya iseng saat ini mencoba untuk menulis dalam bahasa Inggris. Bukankah bahasa Inggris jauh lebih sulit dibandingkan menggunakan bahasa Indonesia? Untuk beberapa hal, saya akui itu, namun ada kemudahan yang saya rasakan.
Salah satu sepuhan saya dalam bahasa Inggris, novel “Eiwa”.
Saya boleh bilang, kemampuan berbahasa saya tidaklah baik, oke, jauh dari baik, apalagi sempurna. Baik itu untuk bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris. Sering melakukan tipo (salah tik) adalah salah satu habitus yang sulit dihilangkan.
Ketika kedua bahasa saya tidak memiliki kemampuan yang bisa dibanggakan, maka pilihan saya adalah menggunakan alat bantu.
Era teknologi berkembang dengan pesat, alat bantu begitu dekat dengan kita. Misalnya media translation (penerjemahan), media proof-reading (ketepatan ejaan dan tata bahasa), hingga media pembelajaran bahasa sastra dan ungkapan sastra.
Ketika saya mulai menulis dalam bahasa Inggris, saya menemukannya jauh lebih mudah dibandingkan dengan menulis dalam bahasa Indonesia. Saya mungkin harus belajar lagi lebih banyak istilah dan kosa kata, namun bantuan yang saya bisa akses jauh lebih banyak dibandingkan dengan saya menggunakan bahasa Indonesia.
Misalnya saya menggunakan Microsoft Word, maka bantuan ejaan yang saya dapatkan cukup kaku, bahkan kadang memberikan kesulitan lebih ketika menggunakan sambungan dan sebagainya. Sementara pemeriksa ejaan bahasa Inggris lebih matang dalam hal ini.
Akses terhadap karya sastra berbahasa Inggris yang bisa didapatkan dengan bebas dan berkualitas sebagai referensi jauh lebih banyak dibandingkan karya sastra lokal. Ini sangat membantu bagi saya. Atau mungkin saya yang kurang pengalaman dalam menemukan mereka?
Sehingga pada akhirnya, saya asyik menceburkan diri dalam menulis kali ini dengan tantangan yang baru.
Program IVF di Indonesia tak ditanggung BPJS dan bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan juta rupiah. Di tengah biaya besar itu, klinik kerap menawarkan add-ons seperti PGT-A, ICSI, atau assisted hatching. Artikel ini mengulas bukti ilmiah terkini di balik masing-masing prosedur tambahan tersebut—dan mana yang benar-benar layak dipertimbangkan.
Kabut asap akibat kebakaran hutan di Kalimantan pada tahun 2026 menyebabkan lonjakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di berbagai daerah. Artikel ini menyajikan dampak kesehatan dari partikulat PM2,5, pengalaman dari krisis asap sebelumnya, serta panduan tanggap darurat untuk pemerintah dan masyarakat guna melindungi kesehatan.
Microsoft tidak merilis Office untuk Linux, namun terdapat alternatif menarik seperti LibreOffice, WPS Office, dan ONLYOFFICE. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung pada kebutuhan pengguna. Pilihan yang tepat harus disesuaikan dengan prioritas kerja, baik itu untuk kolaborasi, kenyamanan antarmuka, atau penggunaan ringan.
Claude dapat diinstal di Linux melalui dua cara resmi: Claude Desktop (GUI) untuk Ubuntu/Debian dan Claude Code (CLI) yang lebih mendukung berbagai distro. Instalasi dapat bervariasi tergantung pada distro yang digunakan, dan ada juga paket komunitas yang tidak resmi. Pastikan memeriksa sumbernya sebelum memasang.
Permenkes 82/2013 hanya mensyaratkan empat kualifikasi dasar untuk staf IT rumah sakit — jauh dari cukup di era kewajiban integrasi SATUSEHAT dan ancaman siber yang nyata. Artikel ini memetakan delapan fungsi inti tim IT fasyankes, keahlian yang dibutuhkan tiap peran, serta cara menyesuaikan komposisi tim dengan skala dan anggaran rumah sakit maupun klinik.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Hai Cahya, lama saya tidak berkunjung ke blog kamu, ternyata saya ketinggalan banyak hal.
Selamat ya untuk situs Arunametta, hebat 🙂 Dan terima kasih untuk artikel ini yang memperkenalkan saya pada Ivan Lanin. Saya juga sedang mengalami penumpulan berbahasa Indonesia :(.
Halo Mbak Ester, lama tidak bertegur sapa. Saya juga belum bisa ke mana-mana, maksudnya mengunjungi halaman teman-teman blogger yang lain.
Terima kasih, Arunametta adalah salah satu pergulatan saya berusaha memperbaiki kelemahan dalam berbahasa.
Yup, walau tidak kenal secara langsung, Mas Ivan Lanin adalah salah satu suar bahasa Indonesia yang paling menarik di dunia maya menurut saya.
Tinggalkan Balasan