Ketika saya mulai menulis, salah satu hal yang paling sulit saya ekspresikan adalah onomatope (dalam bahasa Inggris: onomatopoeia). Kita harus menjadi pengamat yang baik dalam menghasilkan onomatope yang merupakan terjemahan suara di sekitar kita ke dalam bunyi dengan tulisan. Selain itu kita juga harus banyak membaca karya-karya sastra sebelumnya, sehingga tahu apakah ada onomatope yang telah diterima oleh masyarakat secara umum.
Misalnya saja, kita semua tahu bahwa “Kukuruyuk” adalah suara ayam, “Dor” adalah suara tembakan, atau “Plak” yang merupakan suara tamparan. Semua ini adalah onomatope umum. Namun bagaimana misalnya dengan suara “Pika”? Bagi yang tidak pernah menonton atau tentang Pokemon, mereka tidak akan tahu bahwa itu adalah onomatope bagi salah satu tokoh dalam Pokemon, Pikachu.
Dalam bahasa Inggris kita bisa menemukan pelbagai jenis onomatope dalam halaman situs writtensound.com yang cukup membantu.
Sedangkan dalam bahasa Indonesia, belum ada situs khusus, hanya beberapa penggiat bahasa yang pernah menyebutnya dalam tulisan mereka, misalnya oleh Mbak Rini Nurul di tahun 2011, yang sekitar lima tahun kemudian diangkat kembali cituan Mas Ivan Lanin.
Kita juga bisa mengenali lebih banyak onomatope dari komik, ini adalah cara yang paling menyenangkan. Hanpir semua komik menulis ulang efek suara untuk memberikan gambaran yang lebih jelas pada pembacanya.
Onomatope yang khas dalam komik Batman & Robin. Sumber: squarespace.com
Bagi negara dengan tingkat membaca yang rendah pada masyarakatnya, termasuk pada saya, maka otomatis onomatope menjadi sangat asing di ujung lidah saya.
Tapi setidaknya, saya bisa belajar lebih banyak ketika saya hendak menulis.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan