A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Libur memberi saya banyak kesempatan menonton film melalui layar kaca, salah satu yang menarik adalah “Una vita spericolata” atau Reckless Life, sebuah film Itali tahun 2018 yang disutradarai oleh Marco Ponti. Walau saya tidak menyaksikan dari awal, saya menemukan beberapa hal yang menarik pada film ini.

Mengambil tema komedi kriminal, tidak ada banyak yang menarik dari alur cerita yang disajikan, walau tentu saja mengundang gelak tawa. Tapi yang menarik perhatian saya adalah – mungkin sesuatu yang disebut – sinematografi.

Tidak banyak spesial efek saya kira, tapi sudut-sudut tertentu dalam pengambilan gambarnya membuat saya terkesan. Itu sungguh indah!

Sorotan gambar dari dalam bagasi, atau pada saat adegan penutup di sebuah atap bangunan yang menghadap kota pantai nan indah, karakter yang berjalan dalam hujan sinar matahari senja, semuanya begitu pas.

Tentu saja tidak banyak adegan seperti ini, tapi beberapa di antaranya sungguh mengesankan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar