A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Kenangan ini membawa saya kembali ke masa saat celana katun masih menemani duduk di bangku sekolah, dengan aroma kapur tulis yang luruh di papan hitam dan menjadi noda umum di pojok-pojok ruang kelas.

Tidak ada yang menyangka, penyanyi muda berbakat seperti Glenn Fredly meninggalkan dunia di mana manusia masih butuh penghiburan ini dengan tanpa memberi banyak penggemar dan rekannya persiapan.

Saya tidak tahu, apakah saya termasuk penggemar penyanyi berdarah Manado ini, namun saya jelas menyukai sejumlah karyanya yang sering hilir mudik berdendang dari dalam kotak-kotak radio anak sekolahan, hingga putaran lagu MP3 di komputer tetangga kos pada masa kuliah.

Belum lagi Glenn juga dikenal sebagai seorang humanis, yang berjuang banyak demi hal-hal kecil yang merupakan sesuatu yang besar yang terlewatkan oleh banyak orang.

Selamat jalan, Glenn Fredly, terlalu cepat engkau pergi, kami berharap karyamu tak pergi secepat dirimu, namun menjadi abadi dalam rajutan musik negeri.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

Tinggalkan komentar