Pandemi Covid-19 telah menunjukkan betapa pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi krisis kesehatan global. Namun, pandemi ini juga mengungkapkan berbagai kelemahan dan ketimpangan dalam sistem kesehatan global saat ini. Oleh karena itu, pertemuan G20 bidang kesehatan pada tahun 2022 mengambil tema “Memperkuat Arsitektur Kesehatan Global” sebagai fokus utama.
G20 adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, terdiri dari 19 negara dan satu lembaga Uni Eropa. Dari sektor kesehatan, pertemuan ini bisa menjadi perantara untuk membuat vaksin global, meningkatkan akses dan ketersediaan alat kesehatan, serta membangun ketahanan dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kesehatan di masa depan.
Pada tahun 2022, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan G20 bidang kesehatan, yang terdiri dari tiga pertemuan Kelompok Kerja Kesehatan (HWG) dan dua pertemuan Menteri Kesehatan (HMM). Pertemuan terakhir, yaitu HMM kedua, digelar di Bali pada 26-28 Oktober 2022, dengan mengusung tiga isu prioritas, yaitu:
- Pembangunan sistem ketahanan kesehatan global, yang bertujuan untuk mengatasi ketimpangan kapasitas kesehatan di berbagai negara, terutama dalam hal deteksi, pemantauan, dan penanganan patogen baru, serta akses terhadap sarana dan prasarana pencegahan Covid-19, seperti tes, vaksin, dan alat kesehatan.
- Harmonisasi standar protokol kesehatan global, yang bertujuan untuk membuka kembali perjalanan internasional dengan protokol kesehatan yang sesuai dengan pandemi Covid-19, seperti sertifikat vaksin digital, tes PCR, dan karantina. Harmonisasi ini juga diharapkan dapat memudahkan koordinasi dan komunikasi antarnegara dalam menanggapi krisis kesehatan global.
- Pengembangan pusat studi dan manufaktur untuk pencegahan, persiapan, dan respons terhadap krisis kesehatan yang akan datang, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan, serta produksi dan distribusi alat kesehatan, termasuk vaksin, obat, dan alat pelindung diri, di berbagai wilayah di dunia, terutama di negara-negara berkembang.
Selain tiga isu prioritas tersebut, pertemuan G20 bidang kesehatan juga membahas beberapa isu kesehatan yang mendesak, seperti penyakit tuberkulosis, One Health, dan resistensi antimikroba. Indonesia, sebagai tuan rumah, memaparkan beberapa kerangka kerja penanggulangan penyakit tuberkulosis, seperti menyesuaikan protokol kesehatan, memperkuat jaringan laboratorium, meningkatkan pengawasan, dan memberikan terapi yang tepat.
Hasil dari pertemuan G20 bidang kesehatan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dan komitmen bersama untuk memperkuat arsitektur kesehatan global, yang tidak hanya berfokus pada respons terhadap pandemi Covid-19, tetapi juga pada pencegahan dan persiapan terhadap pandemi berikutnya. Dengan demikian, dunia dapat lebih siap dan tangguh dalam menghadapi tantangan kesehatan global di masa depan.
Sumber:

Tinggalkan komentar