A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pancasila di Masa Kini bagi Generasi Baru Bangsa Indonesia

Pancasila adalah ideologi negara yang menjadi dasar bagi masyarakat Indonesia untuk berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pancasila mengandung nilai-nilai yang universal dan relevan untuk dijadikan panduan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan bernegara. Namun, Pancasila juga menghadapi tantangan dari perkembangan zaman, terutama di kalangan generasi baru atau milenial yang lahir di era globalisasi dan digitalisasi.

Generasi milenial adalah generasi yang lahir antara tahun 1980-an hingga 2000-an. Mereka memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya, seperti lebih kreatif, inovatif, adaptif, kritis, dan terbuka terhadap perubahan. Mereka juga lebih fasih dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang memudahkan mereka mengakses berbagai informasi dan pengetahuan dari seluruh dunia. Namun, di sisi lain, generasi milenial juga rentan terhadap pengaruh negatif dari globalisasi dan digitalisasi, seperti intoleransi, radikalisme, primordialisme, konsumerisme, hedonisme, dan nihilisme.

Oleh karena itu, Pancasila perlu ditanamkan kembali di kalangan generasi milenial agar mereka tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang beragam dan bersatu. Pancasila juga perlu diterjemahkan ke dalam bahasa yang mudah dipahami dan diterapkan oleh generasi milenial dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara untuk melakukan hal ini adalah melalui pendidikan Pancasila yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan kontekstual.

Pendidikan Pancasila adalah proses pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Pancasila tidak hanya dilakukan di lembaga formal seperti sekolah atau perguruan tinggi, tetapi juga di lembaga nonformal seperti keluarga, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, media massa, dan media sosial. Pendidikan Pancasila harus mampu menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi milenial terhadap masalah-masalah bangsa dan negara, serta memberikan solusi yang konstruktif dan kreatif berdasarkan Pancasila.

Beberapa contoh penerapan Pancasila di masa kini bagi generasi milenial adalah sebagai berikut:

  • Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa. Generasi milenial harus menghormati kebebasan beragama dan berkeyakinan bagi setiap warga negara, serta menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Generasi milenial juga harus menjalankan ibadah sesuai dengan agama atau keyakinannya masing-masing dengan penuh kesungguhan dan ketulusan.
  • Sila kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Generasi milenial harus menghargai hak asasi manusia (HAM) dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Generasi milenial juga harus bersikap adil dan beradab dalam berinteraksi dengan sesama manusia, baik secara langsung maupun melalui media online.
  • Sila ketiga: Persatuan Indonesia. Generasi milenial harus mencintai tanah air Indonesia dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keragaman suku, bahasa, budaya, agama, ras, dan golongan. Generasi milenial juga harus berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional dengan memanfaatkan potensi diri dan sumber daya yang ada.
  • Sila keempat: Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Generasi milenial harus menghormati kedaulatan rakyat yang dilaksanakan melalui sistem demokrasi yang bersih dan transparan. Generasi milenial juga harus menggunakan hak dan kewajiban politiknya secara bertanggung jawab, seperti memilih pemimpin yang berkualitas, mengawasi kinerja pemerintah, serta menyampaikan aspirasi dan kritik yang membangun.
  • Sila kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Generasi milenial harus peduli terhadap nasib rakyat Indonesia yang masih mengalami kemiskinan, ketimpangan sosial, ketidakadilan hukum, diskriminasi gender, pelecehan seksual, kekerasan domestik, korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), serta ancaman lingkungan hidup. Generasi milenial juga harus berkontribusi dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan cara bersedekah, bergotong royong, berinovasi, berwirausaha, atau berkreasi sesuai dengan minat dan bakatnya.

Dengan demikian, Pancasila di masa kini bagi generasi baru bangsa Indonesia bukanlah sekadar slogan atau simbol belaka, tetapi merupakan jiwa dan semangat yang harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila adalah identitas kita sebagai bangsa Indonesia yang unik dan luar biasa. Mari kita jaga Pancasila agar tetap lestari dan relevan di tengah dinamika zaman.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. q.thrynx Avatar

    Kayaknya perlu ada koreksi sedikit di judulnya pak. 🤭

    Suka

    1. Cahya Avatar

      〜( ̄▽ ̄〜)

      Suka

Tinggalkan Balasan ke q.thrynx Batalkan balasan