Frozen shoulder atau bahu kaku adalah kondisi yang menyebabkan nyeri dan keterbatasan gerak pada sendi bahu. Kondisi ini terjadi ketika jaringan ikat di sekitar sendi bahu menjadi kaku dan membentuk jaringan parut. Hal ini mengakibatkan sendi bahu menjadi sulit digerakkan dan menyebabkan rasa sakit.
Penyebab frozen shoulder tidak diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya adalah:
- Usia di atas 40 tahun
- Wanita lebih sering terkena daripada pria
- Riwayat cedera atau operasi pada bahu
- Penyakit sistemik seperti diabetes, stroke, penyakit jantung, atau tiroid
- Kurangnya aktivitas fisik atau imobilisasi bahu untuk waktu yang lama
Gejala frozen shoulder biasanya berkembang secara bertahap dan dapat dibagi menjadi tiga tahap:
- Tahap pembekuan: Tahap ini ditandai dengan nyeri yang meningkat secara bertahap pada sendi bahu, terutama saat menggerakkan bahu. Rentang gerak bahu mulai berkurang. Tahap ini dapat berlangsung antara 6 hingga 9 bulan.
- Tahap beku: Tahap ini ditandai dengan nyeri yang stabil atau sedikit berkurang, tetapi keterbatasan gerak bahu semakin parah. Menggerakkan bahu menjadi sangat sulit dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Tahap ini dapat berlangsung antara 4 hingga 12 bulan.
- Tahap mencair: Tahap ini ditandai dengan nyeri yang semakin berkurang dan rentang gerak bahu mulai membaik secara bertahap. Pemulihan fungsi bahu dapat berlangsung antara 6 bulan hingga 2 tahun.
Diagnosis frozen shoulder dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan tes pencitraan seperti rontgen, MRI, atau ultrasound. Pengobatan frozen shoulder bertujuan untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan rentang gerak bahu. Beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan adalah:
- Obat-obatan: Obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Obat-obatan ini harus digunakan sesuai anjuran dokter dan tidak boleh digunakan dalam jangka panjang tanpa pengawasan medis.
- Fisioterapi: Fisioterapi melibatkan latihan peregangan dan penguatan otot untuk meningkatkan fleksibilitas dan fungsi bahu. Latihan ini harus dilakukan secara rutin dan sesuai arahan fisioterapis.
- Injeksi kortikosteroid: Injeksi kortikosteroid dapat diberikan ke dalam sendi bahu untuk mengurangi peradangan dan nyeri. Injeksi ini hanya boleh dilakukan oleh dokter yang berpengalaman dan tidak boleh dilakukan terlalu sering karena dapat menimbulkan efek samping.
- Manipulasi bawah anestesi: Manipulasi bawah anestesi adalah prosedur yang dilakukan oleh dokter spesialis ortopedi di bawah anestesi umum. Prosedur ini melibatkan pemutaran paksa sendi bahu untuk memecahkan jaringan parut yang menyebabkan kaku. Prosedur ini dapat menyebabkan nyeri dan perdarahan pada sendi bahu, sehingga memerlukan pemantauan dan rehabilitasi setelahnya.
- Artroskopi: Artroskopi adalah prosedur bedah minimal invasif yang dilakukan oleh dokter spesialis ortopedi di bawah anestesi umum. Prosedur ini melibatkan penggunaan alat khusus yang dimasukkan ke dalam sendi bahu melalui sayatan kecil. Alat ini digunakan untuk memotong jaringan parut yang menyebabkan kaku. Prosedur ini memiliki risiko lebih rendah daripada manipulasi bawah anestesi, tetapi juga memerlukan pemantauan dan rehabilitasi setelahnya.
Frozen shoulder adalah kondisi yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan. Oleh karena itu, penting untuk mencegahnya dengan cara menjaga kesehatan bahu, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan menghindari imobilisasi bahu untuk waktu yang lama. Jika Anda mengalami gejala frozen shoulder, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Tinggalkan komentar