Beberapa waktu yang lalu saya menemukan sebuah ciutan di Twitter. Kurang lebihnya mengenai rencana YouTube untuk memblok tampilan video pada pengguna atau klien yang menggunakan penyekat iklan (adblock), untuk menonton video.
Makanya satu-satunya cara nanti untuk menikmati video YouTube tanpa iklan adalah dengan membayar YouTube atau berlangganan YouTube Premium.
Langganan YouTube Premium tidak murah, dan memang menyebalkan apabila kita tidak terlalu sering menggunakan YouTube.
Tapi, layanan mana yang benar-benar gratis sepenuhnya saat ini? Hampir semua layanan digital berbayar jika digunakan secara penuh, entah Anda membayarnya secara tunai, atau Anda menjadi target pasar iklan atau kompensasi bentuk lainnya kepada penyedia jasa.
There is no such thing as free lunch.
Permasalahannya dengan YouTube apa? Mungkin tidak ada. YouTube adalah platform terpopuler dalam penyajian konten video digital, setidaknya di Indonesia setelah Vimeo diblok, dan Tiktok entahlah – saya tidak menggunakan TikTok. Popularitas adalah target pasar yang bagus.
Jika Anda masih suka menonton televisi siaran lokal, dan Anda adalah generasi yang menikmati televisi sejak era televisi hitam dan putih; maka Anda mungkin menyadari betapa televisi kini dijejali lebih banyak iklan dibandingkan konten kreatif. Atau setidaknya iklan sudah mengambil ruang publik lebih banyak daripada apa yang bisa kita toleransi, atau yang bisa saya toleransi.
Konten yang tidak seberapa, jam tayang yang tidak fleksibel, serta jejal iklan yang menumpuk, membuat saya beralih ke hiburan digital sesuai permintaan; on-demand video streaming.
YouTube adalah pilihan pertama, dengan alasan yang sederhana, yaitu, paling lama saya kenal. Dulu pun YouTube memperkenalkan iklan dengan sederhana. Saya tidak suka iklan yang depersonalisasi, dan sering tidak masuk akal. Maksud saya, ada apa dengan Shopee COD! Mengapa mereka muncul terus!
Iklan di YouTube sering tidak masuk akal. Konon katanya ada cara untuk menonton YouTube dengan menghilangkan iklan ini melalui adblock. Saya sendiri tidak yakin pernah menggunakannya atau tidak, karena ketika saya menggunakan peramban, seringkali iklan masih tayang.
Penggunaan adblock oleh pemirsa YouTube kemudian bisa dianggap seperti Anda masuk bioskop, tapi tidak bayar tiketnya. Terlepas dari konten video itu sendiri kemudian ada iklan tersemat.
YouTube sebagai perusahaan yang harus menghasilkan laba tentu saja tidak mau ini terjadi. Sehingga isu di awal tulisan ini kemudian muncul; YouTube berusaha mencari cara bagaimana agar iklan mereka tayang bagi pengguna YouTube non-premium. Misalnya dengan iklan yang tidak bisa dilewati, walau tampaknya tidak begitu sukses. Kini dengan solusi menghalangi pemutaran YouTube yang memiliki fitur penyekat iklan.
Akankah kita membayar untuk YouTube?
Tergantung pada ketergantungan kebutuhan kita pada layanan yang satu ini. Apakah YouTube merupakan bagian integral dari keseharianmu? Jika ya, maka iklan YouTube yang tidak bisa ditoleransi kemungkinan hanya bisa disingkirkan melalui langganan YouTube Premium.
Jika Anda hanya menjadi penyimak sesekali, kadang hari ini, kadang nanti pekan depan atau bulan depan lagi; maka fitur premium bisa jadi sesuatu yang mubazir. Nimati saja iklannya 😅.
Fitur premium untuk pribadi memang mahal, tapi jika dikonversi menjadi fitur premium keluarga, mungkin tidak semahal itu. Anda punya anak atau orang tua yang suka nonton YouTube, tapi tidak ingin iklan? Anda tahu kan jadinya?
Di sisi lain, pencipta konten video juga ingin mendapatkan penghasilan dari YouTube. Membuat video berkualitas tidak murah, dan mereka layak dibayar untuk itu. Video yang bisa menambah wawasan, meningkatkan keterampilan, adalah sebuah konten yang mahal. Atau video konyol yang membuat Anda tertawa terbahak-bahak? Mengapa tidak, mereka juga menghibur Anda kan?
Lalu bagaimana dengan saya? Saya pelanggan YouTube Music. Saya mendengarkan musik saya melalui streaming. Dan saya tahu bagaimana menikmati musik saya dengan baik. 😎

Tinggalkan komentar