A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saya bergabung menjadi pengguna Twitter sejak kurang lebih 14 tahun yang lalu. Twitter merupakan salah satu jejaring sosial mikroblog yang sukses. Saya suka menggunakan Twitter, karena berita dan informasi lebih cepat menyebar di situ.

Tapi belakangan ini Twitter menjadi tidak nyaman karena dua hal. Pertama terlalu banyak spam pada pemilik konten populer. Tidak ada opsi untuk memfilter semua itu dengan baik. Saringan paling mudah digunakan oleh pengguna adalah membisukan akun penyebar spam, sedikit lebih sulit adalah memblokir mereka. Tapi ini tidak menyelesaikan masalah estetis penggunaan Twitter bagi saya.

Masalah kedua adalah pada si bos Twitter. Si bos baru ini berharap menghasilkan uang dari aplikasi burung biru populer yang konon selama ini merugi secara finansial. Langkah yang diterapkan sebenarnya bagus menurut saya. Tapi kadang kejutan dadakan itu membuat saya tidak nyaman sebagai pengguna.

Akhirnya, saingan Twitter, yaitu Meta sebagai pemilik Facebook dan Instagram menelurkan Threads, sebuah alternatif bagi pengguna Twitter.

Tampilan Threads di ponsel Android

Threads sekilas mirip dengan Twitter. Namun sebagian kendali akunnya ada di Instagram. Artinya Anda perlu Instagram untuk menggunakan Threads. Ini bagi saya nilai minus, tapi siapa sih yang tidak punya Instagram saat ini? Diantara jejaring sosial populer saat ini, saya cuma tidak menggunakan TikTok. Tapi itu juga bersifat personal.

Threads masih tampak rapi, bersih dan segar. Tentu saja ini pengalaman saya saat menggunakan ponsel Android. Ketika saya beralih ke iPad OS, hmm… Kayanya agak konyol, karena aplikasi tidak asli, tetapi hasil boyongan dari iOS.

Sudah ada banyak akun populer dan bahkan akun milik lembaga pemerintah yang sudah ada di Threads, misalnya Kemenkes dan Kominfo. Saya juga melihat banyak teman saya yang sudah menggunakan Threads.

Seperti saya, sepertinya mereka juga ingin mengamankan username di Threads. Saat ini username jika tidak diamankan, bisa diambil alih oleh orang yang tidak bertanggung jawab, dan kadang jika ada niat buruk, apa yang mengikuti kemudian pasti bukan berita baik bagi kita. Kebanyakan pengguna internet generasi saya memiliki username unik, di mana kita bisa mengenal satu sama lain walau di jejaring sosial baru karena username ini kental dengan pemiliknya.

Threads juga memiliki fitur pengingat reguler setiap 10, 20, atau 30 menit menggunakan Threads. Ini cukup bagus untuk membantu menjaga kesehatan berdunia maya.

Sisanya. Itu memang alternatif Twitter. Saya baru menggunakan aplikasi ini beberapa waktu, jadi belum bisa berkomentar banyak. Apakah akan menjadi lebih baik atau tidak ke depannya bagi pengguna.

Btw, data privasi yang diambil oleh aplikasi ini cukup banyak. Termasuk data belanja kita. Bagi yang peduli dengan privasi mereka, mungkin harus mempertimbangkan kembali penggunaan aplikasi ini.

https://www.threads.net/@haridiva

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar