Bagaimana saya bisa tahu apabila saya berisiko kanker paru?
Kanker paru adalah salah satu jenis kanker yang paling umum dan mematikan di dunia. Menurut data dari World Health Organization (WHO), kanker paru menyebabkan sekitar 1,8 juta kematian setiap tahun. Kanker paru terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh secara tidak terkendali di dalam paru-paru dan membentuk tumor. Tumor ini dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan merusak fungsi organ.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker paru, seperti:
- Merokok. Merokok adalah penyebab utama kanker paru. Semakin banyak dan semakin lama seseorang merokok, semakin besar risikonya. Merokok dapat merusak sel-sel paru-paru dan membuatnya mudah berubah menjadi sel kanker. Orang yang berhenti merokok dapat menurunkan risiko mereka secara signifikan.
- Paparan asap rokok. Orang yang sering terpapar asap rokok dari orang lain juga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker paru. Asap rokok mengandung zat-zat kimia berbahaya yang dapat menyebabkan mutasi genetik pada sel-sel paru-paru.
- Paparan polusi udara. Polusi udara dari kendaraan bermotor, pabrik, asap pembakaran, atau debu juga dapat meningkatkan risiko kanker paru. Polusi udara dapat mengiritasi dan meradang paru-paru dan memicu peradangan kronis yang dapat menyebabkan kanker.
- Paparan asbes. Asbes adalah serat mineral yang digunakan dalam bahan bangunan, isolasi, atau produk industri lainnya. Asbes dapat terhirup ke dalam paru-paru dan menetap di sana selama bertahun-tahun. Asbes dapat menyebabkan luka pada jaringan paru-paru dan meningkatkan risiko kanker paru dan mesotelioma (kanker selaput dada).
- Riwayat keluarga. Orang yang memiliki anggota keluarga dekat yang menderita kanker paru juga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker paru. Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor genetik yang diturunkan atau oleh faktor lingkungan yang sama.
- Usia. Risiko kanker paru meningkat seiring bertambahnya usia. Kebanyakan orang yang didiagnosis dengan kanker paru berusia di atas 60 tahun. Hal ini mungkin karena akumulasi kerusakan pada sel-sel paru-paru seiring waktu atau karena penurunan sistem kekebalan tubuh.
Untuk mengetahui apakah Anda berisiko kanker paru, Anda dapat melakukan beberapa hal, seperti:
- Konsultasi dengan dokter. Dokter dapat menilai faktor-faktor risiko Anda dan memberikan saran tentang cara mencegah atau mendeteksi dini kanker paru. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, atau tes pencitraan untuk memeriksa adanya tanda-tanda kanker paru.
- Melakukan skrining kanker paru. Skrining kanker paru adalah proses untuk mendeteksi adanya tumor di dalam paru-paru sebelum gejala muncul. Skrining kanker paru biasanya dilakukan dengan menggunakan computed tomography (CT) scan, yaitu jenis sinar-X yang dapat menghasilkan gambar rinci dari bagian dalam tubuh. Skrining kanker paru direkomendasikan untuk orang-orang yang berusia 55-74 tahun, yang pernah atau masih merokok setidaknya 30 bungkus per tahun, dan yang tidak memiliki gejala kanker paru.
- Menghentikan kebiasaan merokok. Menghentikan kebiasaan merokok adalah langkah paling penting untuk mencegah kanker paru. Merokok tidak hanya meningkatkan risiko Anda terkena kanker paru, tetapi juga meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung, stroke, emfisema, dan penyakit lainnya. Jika Anda kesulitan berhenti merokok sendiri, Anda dapat mencari bantuan dari dokter, keluarga, teman, atau program-program yang tersedia.
- Menghindari paparan asap rokok dan polusi udara. Anda dapat melindungi diri Anda dari paparan asap rokok dan polusi udara dengan cara menghindari tempat-tempat yang berasap, menggunakan masker saat berada di luar ruangan, menjaga ventilasi udara di dalam ruangan, atau menggunakan alat pembersih udara.
- Menjaga gaya hidup sehat. Anda dapat menurunkan risiko Anda terkena kanker paru dengan cara menjaga gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, dan tidur cukup.
Kanker paru adalah penyakit yang serius dan memerlukan perhatian medis segera jika Anda mengalami gejala-gejala seperti batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, penurunan berat badan tanpa sebab, suara serak, atau infeksi saluran napas berulang. Dengan melakukan pencegahan dan deteksi dini, Anda dapat meningkatkan peluang Anda untuk sembuh dari kanker paru.

Tinggalkan komentar