Ada beberapa alasan mengapa YouTube Music menjadi pilihan, pertama karena tentunya satu bundel sekaligus dengan YouTube, dan bisa diakses anggota keluarga. Sayangnya tidak ada aplikasi pemutar YouTube Music resmi untuk komputer.
Hal ini mungkin karena Google sudah menyediakan aplikasi via Chrome. Di mana kebanyakan peramban berbasis Chrome bisa mengakses aplikasi Chrome. Tapi mungkin beberapa orang lebih suka hanya pemutar musik saja, tanpa harus mengakses aplikasi Chrome.

Pengguna Linux seperti saya biasanya mengandalkan aplikasi buatan komunitas untuk membantu memutar musik dengan sederhana, misalnya dengan menggunakan Monophony.
Monophony tidak memiliki banyak pilihan. Hanya baris pencari judul lagu atau artis/album, dan jenis pemutaran antara tunggal, acak, berulang, atau mode radio.
Ya, Monophony punya mode radio, sesuatu yang lekat dengan generasi milenial seperti saya. Saya tidak tahu apakah generasi saat ini masih banyak yang mengenal radio; tapi relik masa lalu ini masih bertahan hingga saat ini.
Ada kesukaan tersendiri mendengarkan lagu dalam mode radio.
Keuntungan Monophony selain itu adalah jejak RAM yang dibutuhkan tidak banyak, hanya sekitar 200 MB. Untuk ukuran teknologi streaming di PC, saya kira cukup bersahabat.

Monophony bisa dipasang melalui Flatpak di setiap distribusi Linux yang mendukung. Dan Monophony tidak perlu login ke YouTube untuk mendengarkan musik.

Tinggalkan komentar