A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sebenarnya openSUSE, seperti Fedora adalah distribusi Linux yang ramah dual-boot dengan Windows 10 maupun Windows 11. Tidak perlu menonaktifkan secure boot di BIOS, tinggal mengikuti langkah mudah, semua bisa berjalan dengan baik.

Terutama bagi mereka yang memiliki PC/laptop Windows 11 dan ingin melakukan dual-boot dengan openSUSE.

Pertama

Pastikan dengan menggunakan disk manager, ciutkan drive yang diinginkan menjadi tempat yang akan dipasang openSUSE. Tutorial untuk ini ada banyak di YouTube.

Berikan ruang kosong sekitar minimal 100 GB. Sistem operasi berjalan baik dengan kelegaan ini.

Kedua

Buat bootable UFD yang berisi berkas pemasangan openSUSE. Sebisa mungkin berkas ISO didapatkan dari situs resmi openSUSE. Hindari menggunakan berkas instalasi jaringan (network installer). Bukannya tidak berfungsi, tapi kadang merepotkan. Jika sulit atau malas membuat, tinggal beli yang sudah jadi di Tokopedia.

Gunakan perangkat lunak terpercaya seperti Rufus, Ventoy, atau Etcher. Saya sendiri selalu menggunakan Etcher untuk ISO berkas instalasi openSUSE.

Kecuali berkas ISO atau UFD rusak, biasanya proses ini berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Ketiga

Lakukan boot ulang dengan restart PC/laptop Windows 11. Tancapkan UFD bootable, dan masuk ke BIOS untuk menentukan urutan booting.

Pilih USB yang sesuai dengan UFD bootable sebagai pilihan pertama. Sekali lagi, langkah ini banyak tersedia di tutorial online.

Simpan setelan dan boot ulang kembali. Biasanya jika Anda melakukan ini dengan tepat, maka jendela mulai openSUSE akan muncul dengan pilihan awal dua teratas adalah: (1) Boot from Harddisk (2) Installation.

Tentu saja Anda akan memilih instalasi.

Keempat

Beberapa proses instalasi awal sangat muda, Anda hampir tidak mungkin melakukan kesalahan.

Language, keyboard, and lincese agreement: saya umumnya memilih bahasa Indonesia. Sisanya akan berjalan mulus.

Network setting: karena kasus saya seringkali terhubung dengan wifi, maka saya memilih edit di bagian bawah untuk kartu jaringan nirkabel. Tinggal masukan nama hotspot, jenis keamanan, dan sandi. Ini proses yang singkat dan cepat.

Online repositories: jika langkah di atas Anda memutuskan menyambungkan ke jaringan internet, maka pada langkah ini sangat saya sarankan untuk mengaktifkan repositori daring.

System role: pilih desktop yang Anda inginkan. Saya sendiri penyuka Gnome, tapi saya lebih merekomendasikan KDE untuk pengguna openSUSE.

Suggested partitioning: di sini biasanya banyak yang bingung. Tapi jika Anda sudah yakin langkah paling pertama di atas benar, maka openSUSE sudah cerdas menentukan sendiri partisi yang harus ditempati, partisi Windows 11 akan aman tanpa masalah. Jika Anda ragu, pilih “expert partioner” lalu pilih “start with current propotion.” Anda akan melihat bahwa sistem Windows aman di sana. Bingung? Cek tutorial di YouTube, banyak yang membahas ini.

Clock and time zone: jika tinggal di Indonesia, ya pilihannya adalah Jakarta. Dan jangan mengutak-atik pilihan lain, misalnya dengan iseng mencentang pilihan setelan UTC.

User: nah, Anda tahulah pastinya.

Installation setting: di sini ada sejumlah kunci penting selain memerhatikan rangkuman yang ada. Pertama, pastikan secure bootenable“, kedua jika ada pilihan trusted boot, pastikan juga “enable.”

Kedua pilihan itu menentukan bahwa openSUSE dan Windows 11 akan saling berjabat tangan mesra.

Baru kemudian memilih “start installation“, dan mengikuti proses seterusnya.

Tampilan proses instalasi openSUSE dapat berubah dari waktu ke waktu, walau secara umum serupa. Sehingga mungkin tampilan di video tutorial online tidak akan selalu sama dengan yang Anda dapati.

Selesaikan proses instalasi, dan jangan lupa mencabut UFD/USB ketika selesai sebelum atau saat PC/laptop restart.

Jika Anda terlanjur meninggalkannya karena proses lama. Sistem akan boot ulang ke awal proses instalasi, cukup matikan dan hidupkan ulang komputer tanpa UFD instalasi.

Kelima

Saat Anda mulai ulang PC, biasanya akan masuk ke boot loader Windows 11 secara otomatis. Tidak ada terlihat openSUSE di situ. Padahal jika dilihat melalui disk manager, partisi kosong tadi sudah terpasang openSUSE.

Anda perlu boot ulang dan masuk ke BIOS. Temukan menu boot prioritas, pilih openSUSE secure di situ. Simpan setelan dan boot ulang, maka Anda akan bisa masuk ke GRUB openSUSE.

Sisanya, Anda bisa atur melalui openSUSE, bagaimana urutan boot yang Anda kehendaki.

Jika hendak menghapus openSUSE dari dual-boot, maka bisa dilakukan juga lewat BIOS dengan mengembalikan boot prioritas ke Windows 11 dan menghapus partisi openSUSE dari disk manager.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar