Kemarin saat saya membuka Windows Mail untuk mengakses Hotmail, saya ditawarkan Outlook sebagai pengganti. Singkat kata, saya coba saja aplikasi ini karena hanya menggeser satu tombol di pojok kanan atas jendela.
Saya menemukan sebuah munculan jendela baru, sebuah aplikasi tampaknya diunduh dari Microsoft Store.

Tanggapan saya?
Saya tidak terlalu menyukainya. Saya hanya memerlukan Windows Mail untuk mengecek email dengan cepat, dan aplikasi tersebut memberikan fungsinya dengan baik.
Outlook Free untuk Windows terlalu “ribet”. Saya tidak memerlukan pelbagai menu yang menjadi distraksi saat saya membuka email. Misalnya ikon Word, Excel, PowerPoint yang kemudian dibuka di Edge, bukannya pilihan yang menarik ada di situ secara asali.
Saya kira, saya akan mengembalikan fungsinya seperti sedia kala saja. Sisa email masih dikelola dengan Thunderbird.

Tinggalkan komentar