Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Antibiotik dapat berbentuk tablet, kapsul, suntikan, atau sirup. Sirup adalah bentuk antibiotik yang sering diberikan kepada pasien anak karena lebih mudah ditelan dan memiliki rasa yang manis. Namun, menghitung dosis antibiotik sirup bagi pasien anak tidaklah semudah menghitung dosis untuk orang dewasa. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar dosis antibiotik sirup yang diberikan tepat dan efektif.
Hal pertama yang perlu diketahui adalah jenis antibiotik sirup yang diberikan. Ada banyak jenis antibiotik sirup yang berbeda, seperti amoksisilin, azitromisin, eritromisin, dan sebagainya. Setiap jenis antibiotik sirup memiliki kandungan, kekuatan, dan cara kerja yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk membaca label kemasan atau petunjuk penggunaan yang disertakan dengan obat. Label kemasan atau petunjuk penggunaan biasanya mencantumkan nama obat, kandungan, kekuatan, dosis per mililiter (ml), cara penyimpanan, dan tanggal kadaluarsa.
Hal kedua yang perlu diketahui adalah berat badan pasien anak. Berat badan pasien anak adalah faktor utama yang menentukan dosis antibiotik sirup yang dibutuhkan. Semakin besar berat badan pasien anak, semakin besar dosis antibiotik sirup yang dibutuhkan. Sebaliknya, semakin kecil berat badan pasien anak, semakin kecil dosis antibiotik sirup yang dibutuhkan. Berat badan pasien anak dapat diukur dengan timbangan atau menggunakan rumus perkiraan berdasarkan usia dan tinggi badan.
Hal ketiga yang perlu diketahui adalah frekuensi pemberian antibiotik sirup. Frekuensi pemberian antibiotik sirup adalah jumlah kali obat harus diminum dalam sehari. Frekuensi pemberian antibiotik sirup biasanya ditentukan oleh dokter berdasarkan jenis dan tingkat keparahan infeksi bakteri yang dialami pasien anak. Frekuensi pemberian antibiotik sirup dapat bervariasi dari satu kali sehari hingga empat kali sehari. Penting untuk mengikuti anjuran dokter dan tidak melewatkan atau menggandakan dosis.
Setelah mengetahui ketiga hal tersebut, langkah selanjutnya adalah menghitung dosis antibiotik sirup bagi pasien anak dengan rumus sederhana:
Dosis = (berat badan x dosis per kg) / kekuatan
Dosis adalah jumlah ml antibiotik sirup yang harus diminum dalam satu kali pemberian.
Berat badan adalah berat badan pasien anak dalam kilogram (kg).
Dosis per kg adalah jumlah mg antibiotik sirup yang dibutuhkan per kg berat badan pasien anak. Dosis per kg biasanya ditentukan oleh dokter atau tercantum pada label kemasan atau petunjuk penggunaan.
Kekuatan adalah jumlah mg antibiotik sirup yang terkandung dalam 1 ml obat. Kekuatan biasanya tercantum pada label kemasan atau petunjuk penggunaan.

Contoh:
Pasien anak memiliki berat badan 15 kg dan diberikan antibiotik sirup amoksisilin dengan kekuatan 250 mg/ml. Dosis per kg untuk amoksisilin adalah 40 mg/kg dan frekuensi pemberian adalah tiga kali sehari.
Dosis = (15 x 40) / 250
Dosis = 2,4 ml
Jadi, pasien anak harus minum 2,4 ml antibiotik sirup amoksisilin tiga kali sehari.
Tips tambahan:
- Gunakan alat ukur yang tepat untuk mengukur dosis antibiotik sirup, seperti sendok takar, gelas ukur, atau jarum suntik oral. Jangan menggunakan sendok makan atau sendok teh karena ukurannya tidak standar dan dapat menyebabkan kesalahan pengukuran.
- Berikan antibiotik sirup kepada pasien anak sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Jika lupa memberikan obat, berikan segera setelah ingat, kecuali sudah mendekati waktu pemberian berikutnya. Jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat.
- Lanjutkan pemberian antibiotik sirup sampai habis, meskipun gejala infeksi sudah hilang. Menghentikan pemberian antibiotik sirup sebelum waktunya dapat menyebabkan infeksi kambuh atau resisten terhadap obat.
- Simpan antibiotik sirup di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya. Jangan menyimpan antibiotik sirup di kamar mandi atau di dekat sumber panas. Periksa tanggal kadaluarsa obat sebelum digunakan dan buang obat yang sudah kedaluwarsa atau berubah warna, bau, atau tekstur.
- Konsultasikan dengan dokter jika pasien anak mengalami efek samping, alergi, atau tidak ada perbaikan setelah minum antibiotik sirup. Jangan mengganti atau menambahkan obat lain tanpa sepengetahuan dokter.
Demikian tips menghitung dosis antibiotik sirup bagi pasien anak. Semoga bermanfaat dan sehat selalu! Dan jangan menggunakan antibiotik tanpa anjuran atau resep dokter!

Tinggalkan komentar