Layanan kesehatan yang aksesibel (terjangkau) adalah layanan kesehatan yang dapat diperoleh oleh semua orang tanpa mengalami hambatan atau kesulitan. Hambatan atau kesulitan yang dimaksud dapat berupa hambatan geografis, ekonomis, sosial, budaya, atau lainnya. Layanan kesehatan yang aksesibel (terjangkau) merupakan salah satu aspek penting dalam mencapai universal health coverage (UHC), yaitu sistem kesehatan yang menjamin semua orang mendapatkan layanan kesehatan berkualitas sesuai dengan kebutuhan mereka tanpa mengalami kesulitan keuangan.

Pelayanan kesehatan harus adil dan dapat diakses oleh semua orang, tetapi apa sebenarnya akses yang adil ke perawatan kesehatan?
- Akses adalah kemampuan untuk mencari pelayanan kesehatan.
- Kemampuan untuk terhubung secara fisik dan membayar perawatan kesehatan.
- Yang terpenting, akses adalah kemampuan untuk terlibat dengan pelayanan kesehatan.
- Komunikasi yang terbuka dan jujur dengan pasien adalah kuncinya.
- Berdayakan orang (pasien dan keluarganya) untuk membuat keputusan tentang pelayanan mereka sendiri, temukan cara untuk berkomunikasi bahkan jika dengan cara non-tradisional.
- Kenyataannya adalah, banyak dokter hidup dan bekerja dengan orang-orang dengan disabilitas, namun pelayanan kesehatan tidak memiliki sistem yang melayani semua orang.
- Sangat penting sebagai dokter, untuk tidak hanya melihat angka-angka tetapi untuk melihat pasien secara keseluruhan.
- Kita perlu bersatu dan menemukan kembali cara kita memberikan perawatan kesehatan – agar sesuai dengan semua orang.
Layanan kesehatan yang aksesibel (terjangkau) memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
- Tersedia di lokasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat, baik secara fisik maupun transportasi.
- Memiliki biaya yang terjangkau oleh masyarakat, baik melalui mekanisme pembayaran langsung, asuransi, subsidi, atau lainnya.
- Sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat, baik dari segi jenis, kualitas, waktu, atau frekuensi layanan.
- Menghormati hak dan kewajiban masyarakat sebagai peserta layanan kesehatan, termasuk hak untuk mendapatkan informasi, memberikan persetujuan, mengajukan keluhan, atau menolak layanan.
- Menghargai keragaman dan keadilan masyarakat, tanpa melakukan diskriminasi atau stigma berdasarkan jenis kelamin, usia, etnis, agama, status sosial, atau kondisi kesehatan.
Layanan kesehatan yang aksesibel (terjangkau) memiliki banyak manfaat bagi masyarakat dan negara, antara lain:
- Meningkatkan akses dan pemanfaatan layanan kesehatan oleh masyarakat, terutama kelompok rentan dan marginal.
- Meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat dengan mencegah dan mengatasi masalah kesehatan secara tepat dan efektif.
- Meningkatkan kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan dan pemerintah.
- Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya kesehatan dengan mengurangi pemborosan dan ketimpangan.
- Meningkatkan solidaritas dan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, layanan kesehatan yang aksesibel (terjangkau) merupakan salah satu tujuan utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan komitmen dan kerja sama dari semua pihak yang terlibat dalam sistem kesehatan. Selain itu, diperlukan juga dukungan dari masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dengan bijak dan bertanggung jawab.

Tinggalkan komentar