A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pemerintah telah menerbitkan buku elektronik Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Monkeypox (Mpox – cacar monyet).

Berikut ini adalah rangkuman isi berkas PDF tersebut:

  • Berkas PDF ini berjudul “Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox (Monkeypox)” yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2023¹[1].
  • Berkas ini berisi pedoman untuk menghadapi ancaman penyakit mpox, yaitu penyakit infeksi zoonosis yang disebabkan oleh virus mpox (MPXV) dan dapat menimbulkan gejala seperti demam, ruam kulit, limfadenopati, dan komplikasi lainnya.
  • Berkas ini mencakup enam bagian pembahasan, yaitu: pendahuluan, gambaran umum, surveilans epidemiologi, tata kelola spesimen, manajemen klinis, dan komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat.
  • Berkas ini ditujukan bagi petugas kesehatan dan pihak terkait lainnya yang perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mencegah dan mengendalikan mpox di Indonesia.
  • Berkas ini juga dilengkapi dengan daftar pustaka dan lampiran yang berisi formulir laporan, algoritma tatalaksana, alat perlindungan diri (APD), kandidat antivirus mpox, dan materi edukasi.

Apakah sebelumnya ada kasus Mpox di Indonesia?

Ya, ada kasus mpox di Indonesia sebelumnya. Menurut Kemenkes RI, kasus pertama mpox di Indonesia terjadi pada Agustus 2022 di DKI Jakarta. Kasus tersebut merupakan kasus impor yang diduga berasal dari Nigeria. Pasien tersebut berhasil sembuh setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Sejak itu, tidak ada laporan kasus mpox lainnya hingga Oktober 2023, ketika Kemenkes RI mengonfirmasi penambahan tujuh kasus baru mpox di DKI Jakarta. Seluruh kasus baru tersebut merupakan transmisi lokal yang berkaitan dengan perilaku seks berisiko. Kemenkes RI telah melakukan upaya penanggulangan seperti surveilans, terapi, dan vaksinasi untuk mencegah penyebaran mpox lebih lanjut.

Apa gejala penyakit Mpox?

Gejala dari penyakit mpox adalah sebagai berikut:

  • Demam, ini merupakan gejala pertama yang biasanya muncul setelah 6-21 hari masa inkubasi.
  • Sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, kelelahan, dan menggigil.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, leher, atau lipat paha.
  • Ruam kulit yang terdiri dari lesi yang berubah-ubah bentuk dan warna. Ruam biasanya muncul 1-3 hari setelah demam dan menyebar dari wajah, telapak tangan, telapak kaki, mulut, alat kelamin, hingga mata.
  • Gejala ini umumnya berlangsung 2-4 minggu dan dapat hilang tanpa pengobatan. Namun, ada kemungkinan komplikasi seperti infeksi sekunder, radang paru-paru, ensefalitis, atau bahkan kematian.

Bagaimana cara mencegah penyebaran Mpox?

Cara mencegah penyebaran mpox adalah sebagai berikut:

  • Melakukan vaksinasi cacar, yang dapat memberikan perlindungan terhadap mpox. Vaksin ini hanya direkomendasikan untuk orang-orang yang telah terpapar, atau kemungkinan akan terpapar mpox, seperti petugas kesehatan, kontak dekat, atau pasangan seksual dari pasien mpox.
  • Menghindari kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi mpox, seperti tikus, monyet, atau tupai. Jika harus berinteraksi, gunakan alat perlindungan diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan baju pelindung.
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin, terutama setelah menyentuh orang atau hewan yang sakit, atau benda-benda yang terkontaminasi cairan tubuh mereka.
  • Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan atau benda-benda yang terkontaminasi dengan cairan tubuh dari orang atau hewan yang terinfeksi mpox, seperti pakaian, peralatan, atau tempat tidur.
  • Mengisolasi diri jika mengalami gejala mpox, dan segera mencari bantuan medis. Jangan berbagi pakaian, peralatan makan, atau barang pribadi lainnya dengan orang lain.
  • Melakukan hubungan seks yang aman dan sehat, dengan menggunakan kondom dan menghindari perilaku seks berisiko tinggi, seperti berganti-ganti pasangan seksual atau berhubungan seks di tempat umum.

Anda bisa mendapatkan buku elektronik Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox melalui salah satu dari tautan berikut: (1) Dropbox – (2) OneDrive – (3) Google Drive.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar