Secara global, siapa yang lebih sering menjadi pucuk pimpinan sebuah rumah sakit: dokter, ekonom, atau profesi lainnya? Ini adalah pertanyaan yang menarik dan penting untuk ditelusuri, karena dapat memberikan gambaran tentang bagaimana rumah sakit di seluruh dunia dikelola dan dipimpin. Apakah rumah sakit lebih baik dipimpin oleh orang-orang yang memiliki latar belakang medis, atau oleh orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidang manajemen dan keuangan? Apakah ada perbedaan antara negara-negara maju dan berkembang dalam hal ini? Apakah ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi pilihan pimpinan rumah sakit?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu melihat data dan studi yang tersedia tentang topik ini. Sayangnya, data yang komprehensif dan terkini tentang profesi pimpinan rumah sakit di seluruh dunia sulit ditemukan. Namun, ada beberapa sumber yang dapat kita gunakan sebagai acuan, meskipun mungkin tidak mencerminkan situasi terbaru atau semua negara.
Salah satu sumber adalah laporan tahun 2014 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berjudul “The evolving role and nature of hospital management in low- and middle-income countries: a systematic review”. Laporan ini mengulas 26 studi dari 15 negara berkembang yang membahas tentang profil, peran, dan kompetensi pimpinan rumah sakit. Dari studi-studi ini, kita dapat mengetahui bahwa:
- Mayoritas pimpinan rumah sakit di negara-negara berkembang adalah dokter, dengan persentase bervariasi antara 50% hingga 90% tergantung pada negara. Hal ini menunjukkan bahwa latar belakang medis masih dianggap penting untuk menjadi pemimpin rumah sakit di negara-negara ini.
- Namun, ada juga beberapa negara yang memiliki proporsi ekonom atau profesi lainnya yang cukup tinggi sebagai pimpinan rumah sakit, seperti India (40%), Thailand (33%), dan Vietnam (25%). Hal ini menunjukkan bahwa ada kecenderungan untuk merekrut orang-orang yang memiliki keterampilan manajemen dan keuangan untuk mengelola rumah sakit di negara-negara ini.
- Selain itu, ada juga beberapa negara yang memiliki sistem dual leadership, yaitu ada dua orang yang bertanggung jawab atas rumah sakit, yaitu seorang direktur medis dan seorang direktur administrasi. Contoh negara yang menerapkan sistem ini adalah Ghana, Kenya, dan Uganda. Hal ini menunjukkan bahwa ada upaya untuk menggabungkan keahlian medis dan manajerial dalam kepemimpinan rumah sakit di negara-negara ini.
Laporan WHO ini memberikan gambaran umum tentang profesi pimpinan rumah sakit di negara-negara berkembang, tetapi tidak mencakup negara-negara maju. Untuk itu, kita dapat melihat sumber lain, yaitu survei tahun 2018 dari International Hospital Federation (IHF) yang berjudul “Hospital Chief Executive Officers: an international perspective”. Survei ini melibatkan 1.411 pimpinan rumah sakit dari 116 negara, baik maju maupun berkembang. Dari survei ini, kita dapat mengetahui bahwa:
- Secara global, dokter masih mendominasi sebagai pimpinan rumah sakit, dengan persentase sekitar 54%. Namun, ada variasi antar wilayah. Di Eropa, dokter hanya menyumbang sekitar 35% dari pimpinan rumah sakit, sedangkan di Amerika Latin dan Karibia, dokter mencapai sekitar 75%. Di Afrika dan Asia Tenggara, dokter juga cukup tinggi, yaitu sekitar 60%.
- Ekonom atau profesi lainnya juga cukup banyak sebagai pimpinan rumah sakit, dengan persentase sekitar 46%. Di Eropa, ekonom atau profesi lainnya menyumbang sekitar 65% dari pimpinan rumah sakit, sedangkan di Amerika Utara, ekonom atau profesi lainnya mencapai sekitar 55%. Di Timur Tengah dan Asia Pasifik, ekonom atau profesi lainnya juga cukup tinggi, yaitu sekitar 50%.
- Survei ini juga menunjukkan bahwa ada perbedaan antara negara-negara berdasarkan tingkat pendapatan. Di negara-negara berpendapatan tinggi, ekonom atau profesi lainnya lebih banyak daripada dokter sebagai pimpinan rumah sakit, yaitu sekitar 57% berbanding 43%. Di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, dokter lebih banyak daripada ekonom atau profesi lainnya sebagai pimpinan rumah sakit, yaitu sekitar 60% berbanding 40%.
Survei IHF ini memberikan gambaran lebih luas dan terkini tentang profesi pimpinan rumah sakit di seluruh dunia, tetapi juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti rendahnya tingkat respons dan tidak adanya data tentang sistem dual leadership.
Dari kedua sumber di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa:
- Secara global, dokter masih lebih sering menjadi pucuk pimpinan sebuah rumah sakit daripada ekonom atau profesi lainnya, tetapi perbedaannya tidak terlalu besar.
- Ada variasi antar negara dan wilayah dalam hal profesi pimpinan rumah sakit, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tingkat pendapatan, sistem kesehatan, tradisi, dan kebijakan.
- Ada kecenderungan untuk merekrut orang-orang yang memiliki keterampilan manajemen dan keuangan sebagai pimpinan rumah sakit di negara-negara yang lebih maju dan berkembang, tetapi latar belakang medis masih dianggap penting di banyak negara.
- Ada juga upaya untuk menggabungkan keahlian medis dan manajerial dalam kepemimpinan rumah sakit melalui sistem dual leadership di beberapa negara.
Demikianlah ulasan singkat tentang profesi pimpinan rumah sakit di seluruh dunia. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terima kasih telah membaca.

Tinggalkan komentar