A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Hepatitis B adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB). Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti sirosis dan kanker hati, dan bahkan menyebabkan kematian. Di Indonesia, sekitar 18 juta orang atau 7,1% populasi umum terinfeksi VHB, menurut hasil Riskesdas 2013.

Salah satu cara penularan VHB adalah melalui kontak darah dan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, tenaga kesehatan yang bekerja di lingkungan yang berpotensi terpapar dengan darah dan cairan tubuh yang terinfeksi VHB memiliki risiko tinggi tertular VHB. Selain itu, tenaga kesehatan juga berpotensi menularkan VHB kepada pasien yang mereka layani.

Untuk mencegah penularan VHB di antara tenaga kesehatan dan pasien, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan dan strategi program imunisasi hepatitis B untuk tenaga kesehatan. Program ini dimulai sejak tahun 2023 dan menyasar tenaga kesehatan yang tugasnya berkaitan dengan tindakan atau intervensi, seperti dokter, bidan, perawat, petugas laboratorium, dan lain-lain.

Imunisasi hepatitis B untuk tenaga kesehatan menggunakan vaksin hepatitis B rekombinan, yang merupakan jenis vaksin yang aman dan efektif dalam mencegah infeksi VHB. Vaksin ini mengandung protein permukaan virus hepatitis B yang dihasilkan dengan teknologi rekombinan, bukan dari virus sebenarnya. Vaksin ini diberikan sebanyak tiga dosis, dengan interval satu bulan antara dosis pertama dan kedua, dan lima bulan antara dosis kedua dan ketiga.

Sebelum mendapatkan imunisasi, tenaga kesehatan harus menjalani skrining untuk mengetahui status infeksi VHB mereka. Skrining dilakukan dengan tes cepat HBsAg dan anti-HBs. Jika hasil tes menunjukkan HBsAg negatif dan anti-HBs negatif atau kurang dari 10 mIU/mL, maka tenaga kesehatan memenuhi syarat untuk mendapatkan imunisasi. Jika hasil tes menunjukkan HBsAg positif, maka tenaga kesehatan harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang dapat memberikan penanganan lebih lanjut. Jika hasil tes menunjukkan anti-HBs positif atau lebih dari 10 mIU/mL, maka tenaga kesehatan tidak memerlukan imunisasi karena sudah memiliki kekebalan terhadap VHB.

Imunisasi hepatitis B untuk tenaga kesehatan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melindungi tenaga kesehatan dari infeksi VHB, sekaligus mencegah penularan VHB kepada pasien. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesehatan masyarakat secara umum.

Untuk informasi lebih lanjut tentang program imunisasi hepatitis B untuk tenaga kesehatan, silakan menghubungi dinas kesehatan setempat atau mengunduh dokumen petunjuk teknis yang tersedia di halaman ini. Mari kita dukung program ini dengan berpartisipasi secara aktif dan mengajak rekan-rekan tenaga kesehatan lainnya untuk mendapatkan imunisasi hepatitis B. Imunisasi hepatitis B untuk tenaga kesehatan: perlindungan untuk pelayan dan penerima layanan kesehatan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar