Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman budaya, etnis, agama, dan bahasa yang luar biasa. Hal ini juga berdampak pada keanekaragaman tenaga kesehatan (TK) yang bekerja di sektor kesehatan di Indonesia. Selain TK WNI, ada juga TK WNA yang berasal dari berbagai negara, baik yang datang sebagai relawan, peneliti, konsultan, maupun pekerja profesional.
Terbitnya Permenkes RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Warga Asing (TKWNA) juga memberikan payung hukum akan hadirnya profesional kesehatan berkewarganegaraan asing di Indonesia.

TK WNA memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri dalam bekerja di Indonesia. Kelebihannya antara lain adalah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas, memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik, serta memiliki jaringan internasional yang luas. Kekurangannya antara lain adalah kurang memahami budaya dan bahasa lokal, kurang sensitif terhadap isu-isu sosial dan politik, serta kurang terikat dengan komunitas lokal.
TK WNI juga memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri dalam bekerja di Indonesia. Kelebihannya antara lain adalah memiliki pemahaman yang mendalam tentang budaya dan bahasa lokal, memiliki keterikatan yang kuat dengan komunitas lokal, serta memiliki komitmen yang tinggi untuk memajukan kesehatan Indonesia. Kekurangannya antara lain adalah kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas, kurang memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik, serta kurang memiliki jaringan internasional yang luas.
Dari perbandingan di atas, dapat dilihat bahwa TK WNI dan TK WNA saling melengkapi satu sama lain dalam hal kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, alih-alih bersaing secara tidak sehat, sebaiknya TK WNI dan TK WNA dapat berkolaborasi dan bersinergi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan sinergi antara TK WNI dan TK WNA:
- Membangun komunikasi yang efektif dan saling menghormati. Komunikasi yang efektif dan saling menghormati adalah kunci utama dalam bekerja sama dengan orang-orang yang berbeda latar belakang. TK WNI dan TK WNA harus saling terbuka, jujur, dan sopan dalam menyampaikan ide, pendapat, masukan, maupun kritik. Selain itu, mereka juga harus saling menghargai perbedaan pandangan, gaya kerja, maupun budaya yang ada.
- Membagi peran dan tanggung jawab secara adil dan proporsional. Pembagian peran dan tanggung jawab secara adil dan proporsional adalah cara untuk mengoptimalkan potensi dan kontribusi masing-masing pihak. TK WNI dan TK WNA harus saling mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing, serta menyesuaikan peran dan tanggung jawab sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing. Selain itu, mereka juga harus saling mendukung, membantu, dan mengawasi satu sama lain dalam menjalankan tugas-tugasnya.
- Meningkatkan kapasitas dan kompetensi secara bersama-sama. Meningkatkan kapasitas dan kompetensi secara bersama-sama adalah cara untuk meningkatkan kualitas kerja dan hasil kerja masing-masing pihak. TK WNI dan TK WNA harus saling belajar, berbagi, dan bertukar pengetahuan, pengalaman, maupun sumber daya yang dimiliki. Selain itu, mereka juga harus saling memberikan pelatihan, bimbingan, maupun mentoring untuk meningkatkan kemampuan profesional maupun personal masing-masing.
- Menciptakan inovasi dan solusi bersama-sama. Menciptakan inovasi dan solusi bersama-sama adalah cara untuk memberikan dampak positif bagi kesehatan Indonesia. TK WNI dan TK WNA harus saling berpikir kreatif, analitis, maupun strategis dalam menemukan ide-ide baru, alternatif, maupun pemecahan masalah yang ada. Selain itu, mereka juga harus saling berkolaborasi, berkoordinasi, maupun berintegrasi dalam menerapkan ide-ide, alternatif, maupun pemecahan masalah tersebut.
Dengan melakukan cara-cara di atas, diharapkan TK WNI dan TK WNA dapat berkompetisi dan bersinergi dengan sehat dan produktif di dalam negeri. Hal ini akan bermanfaat tidak hanya bagi TK WNI dan TK WNA itu sendiri, tetapi juga bagi masyarakat, pemerintah, maupun dunia internasional. Dengan demikian, kesehatan Indonesia dapat terus berkembang dan berkontribusi bagi kesejahteraan umat manusia.

Tinggalkan komentar