A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Cubital tunnel syndrome adalah suatu kondisi yang terjadi ketika saraf ulnaris yang berjalan di sisi dalam siku terjepit atau tertekan. Saraf ulnaris adalah salah satu dari tiga saraf utama yang mengendalikan gerakan dan sensasi pada lengan dan tangan. Saraf ini bertanggung jawab untuk memberikan sensasi pada jari manis dan jari kelingking, serta menggerakkan beberapa otot di tangan dan pergelangan tangan.

Gejala cubital tunnel syndrome meliputi kesemutan, mati rasa, atau nyeri pada jari manis dan jari kelingking, terutama ketika siku ditekuk. Gejala lainnya adalah kelemahan pada tangan, kesulitan menggenggam benda, atau merasa seperti ada benda asing di telapak tangan. Gejala-gejala ini biasanya muncul secara bertahap dan dapat memburuk seiring waktu.

Penyebab cubital tunnel syndrome dapat bervariasi, tetapi umumnya berkaitan dengan tekanan berlebihan atau trauma pada saraf ulnaris di siku. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya cubital tunnel syndrome adalah:

  • Sering menekuk siku dalam waktu lama, misalnya saat menggunakan telepon, menulis, atau mengemudi.
  • Menempatkan siku di permukaan keras atau tajam, misalnya saat bersandar di meja atau kursi.
  • Mengalami cedera pada siku, seperti patah tulang, memar, atau luka bakar.
  • Menderita penyakit lain yang dapat mempengaruhi saraf, seperti diabetes, artritis, atau hipotiroidisme.
  • Memiliki struktur anatomi yang tidak normal di siku, seperti tulang yang menonjol atau ligamen yang kencang.

Untuk mendiagnosis cubital tunnel syndrome, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada siku, lengan, dan tangan pasien. Dokter juga akan menanyakan riwayat medis dan gejala yang dialami pasien. Selain itu, dokter dapat melakukan beberapa tes untuk mengukur fungsi saraf dan otot, seperti:

  • Tes refleks, untuk melihat seberapa cepat saraf bereaksi terhadap rangsangan.
  • Tes sensasi, untuk mengevaluasi seberapa baik pasien dapat merasakan sentuhan ringan atau jarum pada kulit.
  • Tes kekuatan, untuk mengukur seberapa kuat pasien dapat menggenggam atau memutar benda.
  • Elektromiografi (EMG), untuk merekam aktivitas listrik otot saat berkontraksi dan relaksasi.
  • Studi kecepatan konduksi saraf (NCS), untuk mengukur seberapa cepat impuls saraf bergerak di sepanjang saraf.

Pengobatan cubital tunnel syndrome tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab kondisi tersebut. Beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan adalah:

  • Mengubah kebiasaan atau aktivitas yang dapat memicu atau memperburuk gejala, seperti menghindari menekuk siku dalam waktu lama atau menggunakan bantalan lunak untuk melindungi siku dari tekanan.
  • Menggunakan splint atau bidai untuk menjaga siku tetap lurus saat tidur atau beristirahat. Hal ini dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf ulnaris dan mencegah gejala memburuk.
  • Mengonsumsi obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen atau naproxen, untuk meredakan nyeri dan peradangan. Obat-obatan ini harus digunakan sesuai petunjuk dokter dan tidak boleh digunakan dalam jangka panjang tanpa pengawasan medis.
  • Melakukan fisioterapi atau latihan peregangan dan penguatan untuk meningkatkan fleksibilitas dan fungsi siku, lengan, dan tangan. Fisioterapis dapat memberikan saran tentang jenis dan frekuensi latihan yang sesuai dengan kondisi pasien.
  • Menjalani operasi jika pengobatan konservatif tidak berhasil atau jika gejala sangat parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Operasi bertujuan untuk melepaskan saraf ulnaris dari tekanan atau memindahkannya ke posisi yang lebih aman. Operasi dapat dilakukan dengan teknik terbuka atau minimal invasif, tergantung pada kasus masing-masing pasien.

Cubital tunnel syndrome adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala yang mengganggu dan menurunkan kualitas hidup. Oleh karena itu, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut. Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, cubital tunnel syndrome dapat disembuhkan atau dikendalikan dengan baik.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar