Kanker leher rahim adalah salah satu penyakit kanker yang paling banyak menyerang perempuan di Indonesia. Setiap tahun, sekitar 14.000 perempuan meninggal karena kanker leher rahim, dan 40.000 perempuan baru didiagnosis dengan penyakit ini. Padahal, kanker leher rahim adalah penyakit yang bisa dicegah dan diobati jika ditangani sejak dini.

Untuk itu, pemerintah Indonesia telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim tahun 2023-2030, yang merupakan komitmen untuk menghapus kanker leher rahim sebagai masalah kesehatan masyarakat pada tahun 2030. Rencana ini sejalan dengan strategi global yang dicanangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencapai target 90-70-90, yaitu:
- 90% perempuan usia 15 tahun mendapatkan imunisasi HPV (human papillomavirus), yang merupakan penyebab utama kanker leher rahim.
- 70% perempuan usia 35 tahun dan 45 tahun mendapatkan skrining HPV DNA, yang merupakan tes untuk mendeteksi adanya virus HPV di leher rahim.
- 90% perempuan yang terdiagnosis dengan lesi prakanker atau kanker invasif mendapatkan tatalaksana yang tepat, seperti operasi, kemoterapi, atau radioterapi.
Rencana ini juga didukung oleh empat pilar aksi, yaitu:
- Pemberian layanan, yang meliputi penyediaan vaksin HPV, alat skrining HPV DNA, dan fasilitas tatalaksana yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh perempuan di Indonesia.
- Edukasi, pelatihan, dan penyuluhan, yang meliputi peningkatan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat, khususnya perempuan, tentang pencegahan dan pengobatan kanker leher rahim, serta pemberdayaan perempuan untuk mengambil keputusan tentang kesehatan reproduksinya.
- Fasilitator kemajuan, yang meliputi pengembangan kebijakan, regulasi, standar, pedoman, dan sistem informasi yang mendukung pelaksanaan rencana aksi, serta peningkatan kerjasama dan koordinasi antara pemerintah, swasta, akademisi, LSM, media, dan masyarakat.
- Ketatalayanan dan koordinasi, yang meliputi pengawasan, evaluasi, dan pelaporan terhadap pencapaian rencana aksi, serta penyelesaian masalah dan tantangan yang muncul dalam prosesnya.

Dengan rencana aksi ini, kita berharap dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat kanker leher rahim di Indonesia, serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan perempuan dan keluarganya. Kanker leher rahim bukan lagi ancaman yang menakutkan, tetapi tantangan yang bisa kita atasi bersama-sama.
Mari kita dukung rencana aksi ini dengan cara:
- Mengikuti imunisasi HPV jika Anda perempuan usia 15 tahun atau memiliki anak perempuan usia tersebut. Imunisasi HPV aman dan efektif untuk mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker leher rahim.
- Mengikuti skrining HPV DNA jika Anda perempuan usia 35 tahun atau 45 tahun. Skrining HPV DNA dapat mendeteksi adanya virus HPV di leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker. Jika hasil skrining positif, Anda dapat segera mendapatkan tatalaksana yang sesuai.
- Mengikuti tatalaksana jika Anda terdiagnosis dengan lesi prakanker atau kanker invasif. Tatalaksana yang tepat dapat mengobati kanker leher rahim dan meningkatkan peluang kesembuhan Anda.
- Menyebarkan informasi tentang pencegahan dan pengobatan kanker leher rahim kepada keluarga, teman, dan komunitas Anda. Anda dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kanker leher rahim, serta menghapus stigma dan mitos yang berkaitan dengan penyakit ini.
- Berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki pertanyaan atau keluhan tentang kesehatan reproduksi Anda. Jangan ragu atau malu untuk memeriksakan diri Anda dan mendapatkan layanan kesehatan yang Anda butuhkan.

Kanker leher rahim bisa kita cegah dan kita obati. Mari kita bersama-sama hapus kanker leher rahim di Indonesia!

Tinggalkan komentar