A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Glaukoma adalah salah satu penyebab kebutaan yang dapat dicegah dengan deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat. Glaukoma terjadi akibat kerusakan saraf mata yang disertai dengan peningkatan tekanan dalam bola mata. Glaukoma dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain glaukoma primer, glaukoma sekunder, dan glaukoma kongenital.

Glaukoma primer adalah glaukoma yang tidak diketahui penyebabnya dan dapat dibagi menjadi glaukoma primer sudut tertutup (GPSTp) dan glaukoma primer sudut terbuka (GPSTa). GPSTp terjadi akibat penyempitan atau penutupan sudut bilik mata depan yang menghambat aliran cairan mata. GPSTa terjadi akibat gangguan pada jaringan anyaman trabekular yang mengatur aliran keluar cairan mata.

Glaukoma sekunder adalah glaukoma yang disebabkan oleh faktor-faktor lain, seperti trauma, inflamasi, penggunaan steroid, tumor, kelainan lensa, dan penyakit sistemik. Glaukoma sekunder dapat menimbulkan glaukoma sudut tertutup atau glaukoma sudut terbuka, tergantung pada mekanisme terjadinya.

Glaukoma kongenital adalah glaukoma yang terjadi sejak lahir atau pada masa bayi dan anak. Glaukoma kongenital dapat disebabkan oleh faktor genetik, malformasi perkembangan, atau penyakit bawaan. Glaukoma kongenital biasanya menimbulkan gejala seperti mata membesar, kornea keruh, mata berair, dan sensitif terhadap cahaya.

Penegakan diagnosis glaukoma dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik meliputi pengukuran tajam penglihatan, tekanan intraokular, kedalaman bilik mata depan, sudut bilik mata depan, saraf optik, dan lapang pandang. Pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksaan gonioskopi, perimetri, oftalmoskopi, funduskopi, pachimetri, ultrasound biomikroskopi, dan optical coherence tomography.

Penatalaksanaan glaukoma bertujuan untuk menurunkan tekanan intraokular, mencegah kerusakan saraf optik, dan mempertahankan fungsi visual. Penatalaksanaan glaukoma dapat dilakukan dengan medikamentosa, laser, atau bedah. Pemilihan metode penatalaksanaan tergantung pada jenis, stadium, dan keparahan glaukoma, serta kondisi pasien dan fasilitas kesehatan.

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Glaukoma disusun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan melibatkan organisasi profesi dokter spesialis mata. Pedoman ini bertujuan untuk memberikan acuan bagi tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, institusi pendidikan, dan pembuat kebijakan dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan mata yang berkualitas, bermutu, dan berkesinambungan. Pedoman ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap glaukoma sebagai penyebab kebutaan yang dapat dicegah.

Jika didiagnosis dengan glaukoma, dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan jenis dan tingkat keparahan glaukoma. Pengobatan glaukoma meliputi pemberian obat tetes mata, laser, atau operasi. Obat tetes mata bertujuan untuk menurunkan tekanan bola mata dengan cara mengurangi produksi atau meningkatkan aliran keluar cairan mata. Laser dan operasi bertujuan untuk membuka saluran pembuangan cairan mata yang tersumbat atau menyempit.

Pengobatan glaukoma harus dilakukan seumur hidup, karena glaukoma tidak dapat disembuhkan, hanya dapat dikendalikan. Pengobatan glaukoma juga tidak dapat memulihkan penglihatan yang sudah hilang, hanya dapat mencegah kerusakan lebih lanjut. Oleh karena itu, penting untuk mematuhi anjuran dokter dan mengontrol tekanan bola mata secara teratur.

Glaukoma adalah penyakit mata yang serius dan dapat mengancam penglihatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala, penyebab, dan cara mengatasinya. Jika Anda mengalami gejala glaukoma, seperti penglihatan kabur, nyeri mata, kemerahan, mual, atau sakit kepala, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Jangan mengabaikan atau mengobati sendiri glaukoma, karena dapat memperburuk kondisi Anda.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar