A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Virus ini dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan atau kematian. Meskipun sudah ada vaksin yang efektif untuk mencegah polio, penyakit ini masih belum bisa diberantas sepenuhnya di dunia. Beberapa negara masih menghadapi tantangan dalam melaksanakan imunisasi rutin dan kampanye vaksinasi massal.

Salah satu faktor yang menyebabkan polio bisa kembali muncul di tengah masyarakat adalah kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program vaksinasi. Banyak orang tua yang enggan atau lupa untuk membawa anak-anak mereka ke posyandu atau puskesmas untuk mendapatkan vaksin polio. Selain itu, ada juga sebagian orang yang menolak vaksin polio karena alasan agama, budaya, atau politik. Hal ini berbahaya karena dapat menimbulkan celah bagi virus polio untuk menyebar dan menginfeksi orang-orang yang belum terimunisasi.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu adanya sosialisasi dan edukasi yang intensif dari pemerintah, media, tokoh masyarakat, dan organisasi kesehatan tentang pentingnya vaksinasi polio. Masyarakat perlu mengetahui bahwa vaksin polio aman, halal, dan gratis. Vaksin polio dapat melindungi anak-anak dari risiko terkena polio seumur hidup. Vaksin polio juga tidak memiliki efek samping yang berbahaya, kecuali reaksi ringan seperti demam atau nyeri di tempat suntikan.

Selain itu, masyarakat juga perlu mengenali tanda dan gejala polio agar dapat segera mendapatkan penanganan medis jika terjadi kasus infeksi. Tanda dan gejala polio antara lain adalah:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Nyeri otot dan leher
  • Kelemahan atau kelumpuhan pada satu atau lebih anggota tubuh
  • Kesulitan bernapas atau menelan

Jika Anda atau anak Anda mengalami tanda dan gejala tersebut, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunda-nunda karena polio bisa berkembang menjadi komplikasi serius seperti kelumpuhan permanen atau kematian.

Polio. Sumber: Rotary Irlandia.

Polio adalah penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama berpartisipasi dalam upaya pencegahan polio dengan cara:

  • Memberikan vaksin polio kepada anak-anak sesuai jadwal imunisasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Anak-anak perlu mendapatkan empat kali vaksin polio oral (OPV) pada usia 2, 4, 6, dan 18 bulan. Selain itu, anak-anak juga perlu mendapatkan satu kali vaksin polio inaktif (IPV) pada usia 18 bulan.
  • Mengikuti kampanye vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh pemerintah atau organisasi kesehatan setiap tahun. Kampanye ini bertujuan untuk memberikan vaksin polio tambahan kepada semua anak di bawah usia lima tahun agar tercipta kekebalan kelompok (herd immunity) yang dapat memutus rantai penularan virus polio.
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan cara mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan, minum, atau buang air. Juga membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang tinja sembarangan. Hal ini penting karena virus polio dapat menular melalui kontak langsung dengan lendir hidung atau mulut orang yang terinfeksi atau melalui air atau makanan yang tercemar oleh tinja orang yang terinfeksi.

Dengan bersama-sama melakukan langkah-langkah di atas, kita dapat membantu mewujudkan Indonesia bebas polio. Polio bukanlah takdir, tetapi pilihan. Mari kita pilih untuk melindungi anak-anak kita dari ancaman polio dengan memberikan mereka vaksin yang dapat menyelamatkan hidup mereka.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar