A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Era pencarian dengan Mbah Google sudah ketinggalan zaman. Si Mbah sudah waktunya punah purna. Pencarian dengan model mesin telusur klasik telah mendominasi sejak dua dasawarsa dan masih populer digunakan hingga saat ini. Tapi model ini sering tidak memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan. Kini sudah ada mesin telusur berbasis kecedersan buatan.

Mesin telusur klasik seperti Google, Yahoo, Yandex adalah mesin telusur yang menggunakan algoritma pencocokan kata kunci untuk menampilkan hasil pencarian yang relevan dengan permintaan pengguna. Mesin telusur ini biasanya menampilkan hasil dalam bentuk daftar halaman web yang berisi informasi yang dicari pengguna. Mesin telusur klasik memiliki kelebihan dalam hal kecepatan, kelengkapan, dan akurasi hasil pencarian.

Mesin telusur berbasis AI Chat seperti Bard/Gemini, Bing Chat, dan Preplexity AI adalah mesin telusur yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk berinteraksi dengan pengguna dalam bentuk percakapan. Mesin telusur ini biasanya menampilkan hasil dalam bentuk teks, gambar, video, atau suara yang sesuai dengan konteks dan tujuan pengguna. Mesin telusur berbasis AI Chat memiliki kelebihan dalam hal keterlibatan, kreativitas, dan personalisasi hasil pencarian.

Apa persamaan dan perbedaan antara Bard, Bing Chat, dan Perplexity AI? Ini adalah tiga contoh dari chatbot AI, yaitu aplikasi atau antarmuka web yang dapat menghasilkan percakapan seperti manusia, menjawab pertanyaan, dan membantu dengan berbagai tugas.

Berikut adalah tabel yang saya buat untuk membandingkan ketiga chatbot AI tersebut:

FiturBardBing ChatPerplexity AI
Model bahasaGeminiGPT-4GPT-4 Turbo
Sumber dataInternet, Wikipedia, Google Knowledge GraphInternet, Bing Search, Microsoft Knowledge GraphInternet, Wikipedia, OpenAI Knowledge Graph
Fungsi utamaMembantu pencarian informasi, menerjemahkan bahasa, membuat konten visualBerbincang santai, menjelaskan topik kompleks, membuat konten kreatifMenganalisis file PDF, menyelesaikan masalah matematika, membuat konten akademis
KelebihanTerintegrasi dengan layanan Google, mendukung input suara dan gambar, memiliki fitur aksesibilitasMudah digunakan, memiliki kemampuan percakapan alami, dapat menghasilkan cerita, puisi, dan leluconCepat dan akurat, memiliki fitur analisis data, dapat menghasilkan kode, esai, dan lagu
KekuranganResponsnya bisa tidak akurat atau bias, memiliki pengetahuan terbatas tentang dunia pasca-2021, tidak dapat menghasilkan kodeResponsnya bisa tidak akurat atau bias, memiliki pengetahuan terbatas tentang dunia pasca-2021, tidak dapat menganalisis file PDFResponsnya bisa tidak akurat atau bias, memiliki pengetahuan terbatas tentang dunia pasca-2021, tidak dapat mendukung input suara dan gambar
Bard, Bing Chat, Preplexity AI

Tabel di atas tidak sepenuhnya akurat. Perkembangan teknologi mereka selalu berubah setiap saat. Bard sendiri sepertinya akan berganti nama menjadi Gemini pekan depan. Atau Bing Copilot yang membantu memberikan analisis berkas PDF.

Sedikit uji coba untuk melihat perbedaannya, saya mengajukan pernyataan/perintah sederhana seperti:

Make a table of current search engine market share globally.

Maka Bard akan memberikan hasil sebagai berikut:

Bard memberikan detail dalam bentuk tabel, dan beberapa catatan di bawahnya. Hasil ini bisa diekspor ke Google Spreadsheet langsung bagi yang menggunakan Google Docs.

Sementara Bing Chat memberikan hasil berikut:

Bing Chat tampak menggunakan data yang lebih lama, tapi lebih mudah terbaca dan dipahami. Serta ada pilihan menyunting dapat langsung dengan Excel bagi yang menggunakan Microsoft 365.

Preplexity AI memberikan hasil berikut:

Preplexity memberikan hasil yang lebih “kecil” dibandingkan Bard dan Bing, dengan catatan kaki yang lebih banyak. Preplexity juga otomatis menampilkan hasil dalam bahasa Indonesia, karena saya memang menyetel ke dalam bahasa Indonesia. Tentu saja Bard dan Bing juga memiliki kemampuan menjawab dalam bahasa Indonesia apabila pertanyaan atau perintah kita sampaikan dalam bahasa Indonesia.

Ketiganya memberikan hasil seperti yang benar-benar saya inginkan. Saya tidak perlu membuka halaman web satu per satu untuk melihat dan membandingkan. Pencarian model baru seperti ini jauh lebih menghemat waktu.

Lalu, saya coba dengan isu modern terkait politik Indonesia saat ini. Saya bertanya kepada Bard, Bing dan Preplexity AI:

Menurut survei sementara, siapakah calon presiden Indonesia yang paling besar kemungkinan terpilih di Pemilu 2024?


Jawaban dari Bard/Gemini:

Menurut survei sementara, calon presiden Indonesia yang paling besar kemungkinan terpilih di Pemilu 2024 adalah Prabowo Subianto.

Berdasarkan hasil survei terbaru dari berbagai lembaga survei terpercaya, seperti Charta Politika, SPIN, dan Poltracking, Prabowo Subianto consistently unggul dibandingkan dua calon lainnya, yaitu Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Berikut adalah ringkasan hasil survei terbaru dari beberapa lembaga survei:

Lembaga SurveiTanggal SurveiElektabilitas Prabowo-GibranElektabilitas Anies-Cak IminElektabilitas Ganjar-Mahfud
Charta Politika20-26 Januari 202448,2%30,4%21,4%
SPIN8-14 Januari 202446,8%29,7%23,5%
Poltracking1-10 Desember 202344,5%30,7%24,8%

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa hasil survei ini masih bisa berubah-ubah tergantung pada berbagai faktor, seperti dinamika politik, kampanye, dan isu-isu yang berkembang menjelang pemilu.

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil Pilpres 2024:

  • Dinamika Politik: Koalisi partai politik, manuver politik, dan isu-isu politik yang berkembang dapat mempengaruhi elektabilitas calon presiden.
  • Kampanye: Efektivitas dan strategi kampanye dapat mempengaruhi pilihan pemilih.
  • Isu-isu yang Berkembang: Isu-isu ekonomi, sosial, dan politik yang sedang hangat dibicarakan dapat mempengaruhi pilihan pemilih.

Oleh karena itu, penting untuk mengikuti perkembangan politik dan membaca hasil survei dari berbagai lembaga survei terpercaya untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang peluang setiap calon presiden.

Selain itu, perlu diingat bahwa pemilih Indonesia memiliki hak untuk memilih pemimpin yang mereka anggap terbaik untuk memimpin bangsa Indonesia.


Jawaban dari Bing:

Menurut hasil survei terbaru dari beberapa lembaga, calon presiden dan wakil presiden yang paling besar kemungkinan terpilih di Pemilu 2024 adalah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka12. Pasangan ini diusung oleh Koalisi Indonesia Maju yang terdiri dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI)3.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia


Jawaban dari Preplexity AI:

Berdasarkan hasil survei dari beberapa lembaga survei, terdapat beberapa pasangan calon presiden yang memiliki elektabilitas tinggi di Pemilu 2024. Menurut survei Median pada Januari 2023, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengungguli Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. Sedangkan survei Point Indonesia pada Januari 2024 menunjukkan bahwa Partai Gerindra memiliki elektabilitas tertinggi disusul oleh PDIP, Golkar, dan partai lainnya. Namun, masih terdapat partai lain yang berpeluang untuk memenuhi ambang batas 4% di antaranya PPP, PSI, Perindo, PBB, dan Gelora. [1][4]

Citations:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/news/20240129132122-4-509823/18-hasil-survei-terbaru-pilpres-2024-anies-vs-prabowo-vs-ganjar
[2] https://www.cnbcindonesia.com/news/20231228111242-4-500868/hasil-survei-terbaru-partai-politik-peserta-pemilu-2024
[3] https://www.cnnindonesia.com/nasional/20240119204134-617-1051961/berbagai-hasil-survei-terbaru-elektabilitas-partai-peserta-pemilu-2024
[4] https://news.detik.com/pemilu/d-7169921/survei-point-indonesia-gerindra-dan-pdip-teratas-ppp-dan-psi-3
[5] https://nasional.kompas.com/read/2024/01/13/07244751/kpu-umumkan-63-lembaga-survei-terdaftar-untuk-pemilu-2024


Bagaimana, menarik bukan?

Ketika kita bisa mendapatkan jawaban dengan mudah dan lebih gampang dicerna dibandingkan menggunakan mesin telusur klasik, maka pilihan mencari dengan menggunakan teknologi AI akan jauh menghemat waktu kita. Lalu mana yang dipilih antara Bard/Gemini, Bing Copilot, atau Preplexity AI? Itu kembali ke respons mana yang lebih kita sukai.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar