A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Dispepsia atau yang sering dikenal sebagai penyakit maag/lambung adalah suatu kondisi yang ditandai dengan rasa tidak nyaman atau nyeri di bagian atas perut. Dispepsia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi, obat-obatan, stres, atau makanan yang tidak cocok. Salah satu cara untuk mengatasi dispepsia adalah dengan mengatur pola diet yang sesuai dengan kondisi perut. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengatur pola diet pada penderita dispepsia:

  • Makan dalam porsi kecil dan sering. Makan terlalu banyak atau terlalu jarang dapat meningkatkan asam lambung dan memperburuk gejala dispepsia. Sebaiknya makan 4-6 kali sehari dengan porsi yang sedang dan jangan sampai merasa kenyang atau lapar berlebihan.
  • Hindari makanan yang dapat memicu dispepsia. Beberapa makanan yang dapat memicu dispepsia antara lain adalah makanan pedas, asam, berlemak, gorengan, kopi, alkohol, cokelat, dan minuman bersoda. Makanan-makanan ini dapat merangsang produksi asam lambung dan mengiritasi lapisan perut.
  • Pilih makanan yang mudah dicerna dan berserat. Makanan yang mudah dicerna dapat membantu proses pencernaan dan mengurangi rasa tidak nyaman di perut. Contoh makanan yang mudah dicerna adalah nasi putih, roti tawar, bubur, sup, daging tanpa lemak, ikan, telur rebus, sayur-sayuran matang, dan buah-buahan segar. Makanan berserat dapat membantu melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit, yang juga dapat menyebabkan dispepsia. Contoh makanan berserat adalah oatmeal, gandum utuh, kacang-kacangan, sayur-sayuran hijau, dan buah-buahan kering.
  • Minum air putih yang cukup. Air putih dapat membantu melarutkan makanan di perut dan mengencerkan asam lambung. Sebaiknya minum 8-10 gelas air putih setiap hari dan hindari minum saat makan karena dapat meningkatkan volume perut dan menekan lambung.
  • Kunyah makanan dengan baik. Mengunyah makanan dengan baik dapat membantu memecah makanan menjadi partikel-partikel kecil yang lebih mudah dicerna oleh lambung. Selain itu, mengunyah juga dapat merangsang produksi air liur yang mengandung enzim pencernaan dan bikarbonat yang dapat menetralkan asam lambung.
  • Jaga jarak antara makan dan tidur. Tidur setelah makan dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan rasa terbakar atau nyeri di dada (heartburn). Sebaiknya jaga jarak minimal 2-3 jam antara makan terakhir dan tidur. Jika perlu, angkat kepala tempat tidur sekitar 15-20 cm untuk mencegah refluks asam lambung.
Photo by Sora Shimazaki on Pexels.com

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar