A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pada tanggal 20 Juni 2024, Indonesia mengalami serangan ransomware pada Pusat Data Nasional (PDN) yang menyebabkan beberapa layanan pemerintahan kritis terganggu, termasuk layanan imigrasi. Serangan ini dilakukan oleh varian LockBit 3.0 ransomware yang disebut Brain Cipher, yang dapat mengunci sistem dan mengenkripsi data sehingga dapat digunakan oleh peretas untuk meminta tebusan.

Analisis Kesalahan

Analisis awal menunjukkan bahwa serangan ini dapat terjadi karena beberapa faktor:

  1. Kurangnya Backups: Pemerintah Indonesia hanya memiliki backup sekitar 2% dari data yang terkena serangan, sehingga membuat proses pengembalian data menjadi sangat sulit dan berbiaya tinggi[4].
  2. Kurangnya Pemantauan dan Deteksi: Pemerintah tidak memiliki sistem pemantauan dan deteksi yang efektif untuk mendeteksi serangan sebelumnya, sehingga membuat serangan ini dapat terjadi tanpa diundang[5].
  3. Kurangnya Pendidikan dan Latihan: Pemerintah tidak memberikan pendidikan dan latihan yang cukup kepada pegawai tentang cybersecurity, sehingga membuat pegawai tidak siap menghadapi serangan[5].
  4. Kurangnya Pemantauan dan Pengawasan: Pemerintah tidak memiliki sistem pemantauan dan pengawasan yang efektif untuk mengawasi akses ke data, sehingga membuat serangan ini dapat terjadi[5].

Pencegahan Serangan Ransomware di Masa Depan

Untuk mencegah serangan ransomware di masa depan, pemerintah Indonesia harus melakukan beberapa langkah:

  1. Meningkatkan Pemantauan dan Deteksi: Pemerintah harus meningkatkan sistem pemantauan dan deteksi untuk mendeteksi serangan sebelumnya dan menghentikan serangan sebelum terlalu lanjut[5].
  2. Meningkatkan Pendidikan dan Latihan: Pemerintah harus memberikan pendidikan dan latihan yang cukup kepada pegawai tentang cybersecurity, sehingga pegawai siap menghadapi serangan[5].
  3. Meningkatkan Pemantauan dan Pengawasan: Pemerintah harus meningkatkan sistem pemantauan dan pengawasan untuk mengawasi akses ke data, sehingga membuat serangan sulit terjadi[5].
  4. Meningkatkan Backups: Pemerintah harus meningkatkan jumlah backup data yang tersedia, sehingga membuat proses pengembalian data menjadi lebih mudah dan berbiaya lebih rendah[4].
  5. Meningkatkan Kerjasama dengan Perusahaan Swasta: Pemerintah harus meningkatkan kerjasama dengan perusahaan swasta untuk mendapatkan bantuan dan teknologi yang lebih baik dalam menghadapi serangan ransomware[1].

Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, pemerintah Indonesia dapat mencegah serangan ransomware di masa depan dan menjaga keamanan data nasional.

Selingkung:
[1] https://govinsider.asia/indo-id/article/cyberattack-on-indonesias-national-data-centre-paralyses-government-services
[2] https://opengov.com/article/how-do-you-prevent-a-ransomware-attack-tips-to-keep-local-governments-safe/
[3] https://www.checkpoint.com/cyber-hub/cyber-security/what-is-data-center/data-center-security-best-practices/
[4] https://www.thejakartapost.com/indonesia/2024/06/29/public-urge-immediate-data-recovery-after-ransomware-attack.html
[5] https://www.cit-net.com/preventing-ransomware-attacks-in-government-agencies/
[6] https://docs.paloaltonetworks.com/best-practices/10-2/data-center-best-practices
[7] https://www.datacenterdynamics.com/en/news/ransomware-incident-shuts-down-indonesian-govt-data-center/
[8] https://atos.net/en/lp/turning-tables-on-ransomware/how-government-and-law-enforcement-can-help-prevent-ransomware-attacks
[9] https://www.forbes.com/sites/forbestechcouncil/2023/11/09/20-best-practices-for-using-data-center-as-a-service-facilities/
[10] https://en.tempo.co/read/1884790/indonesias-kominfo-assures-digital-transformation-will-continue-after-ransomware-attack
[11] https://www.cisecurity.org/insights/blog/7-steps-to-help-prevent-limit-the-impact-of-ransomware
[12] https://blog.equinix.com/blog/2023/01/04/best-practices-for-data-center-risk-mitigation-in-2023/
[13] https://www.thejakartapost.com/indonesia/2024/06/24/ransomware-attack-behind-massive-disruption-to-national-data-center.html
[14] https://www.cisa.gov/stopransomware/how-can-i-protect-against-ransomware
[15] https://www.getkisi.com/blog/data-center-security
[16] https://heaptalk.com/govact/indonesia-govt-fails-to-restore-an-attacked-data-in-pdn/
[17] https://bullwall.com/how-ransomware-impacts-government-organizations/
[18] https://docs.paloaltonetworks.com/best-practices/10-2/data-center-best-practices/data-center-best-practice-security-policy/data-center-best-practice-methodology
[19] https://en.tempo.co/read/1884162/national-data-center-compromised-elsam-urges-indonesian-govt-notifies-citizens-of-personal-data-leak
[20] https://www.upguard.com/blog/best-practices-to-prevent-ransomware-attacks

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar