
Migrain adalah penyakit saraf yang menyebabkan sakit kepala yang dapat berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari. Penyakit ini menyerang lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia dan menjadi penyebab utama ketiga disabilitas di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, pengobatan migrain telah berkembang dengan ditemukannya obat-obat baru yang efektif dalam mengobati dan mencegah serangan migrain. Salah satu obat yang paling baru dan menjanjikan adalah Rimegepant.
Bagaimana Rimegepant Bekerja
Rimegepant bekerja dengan cara menghambat reseptor Calcitonin Gene-related Peptide (CGRP). Dengan mekanisme ini, Rimegepant membantu pasien dalam mencapai target pengobatan yang berkaitan dengan pengobatan migrain akut dan preventif. CGRP adalah suatu neuropeptide yang berperan penting dalam pengembangan migrain. Peningkatan pada CGRP akan menghasilkan pelebaran pembuluh darah sehingga menyebabkan serangan migrain. Antagonis reseptor CGRP seperti Rimegepant bekerja dengan cara memblokir reseptor CGRP, sehingga menghambat aktivitas biologis neuropeptide CGRP endogen.
Efek Samping dan Keamanan
Efek samping yang kerap terjadi saat uji klinis dengan Rimegepant adalah adanya rasa mual. Sebagian besar reaksinya ringan atau sedang. Hipersentivitas termasuk dispnea dan ruam parah, terjadi pada kurang dari 1% pasien yang diobati. Dalam beberapa studi, Rimegepant telah menunjukkan persentase bebas dari rasa nyeri dan gejala migrain paling mengganggu yang lebih unggul dalam dua jam dibandingkan dengan placebo.
Penggunaan Rimegepant di Indonesia
Persetujuan BPOM RI terhadap Rimegepant menandai dimulainya era baru pengobatan migrain di Indonesia. Dengan persetujuan ini, para tenaga medis dan penyedia layanan kesehatan professional dapat memberikan resep kepada pasien agar memperoleh satu jenis pengobatan untuk menyembuhkan dan mencegah serangan migrain di Indonesia. Kemajuan pengobatan ini akan membantu penderita penyakit saraf guna menjalani hidup tanpa beban dari penyakit tersebut.
Kesimpulan
Rimegepant adalah obat yang sangat efektif dalam mengobati dan mencegah serangan migrain akut. Dengan cara menghambat reseptor CGRP, Rimegepant membantu pasien dalam mencapai target pengobatan yang berkaitan dengan pengobatan migrain akut dan preventif. Dengan persetujuan BPOM RI, Rimegepant dapat digunakan oleh para pasien migrain di Indonesia. Dengan demikian, penderita migrain dapat lebih mengontrol penyakitnya dan menjalani hidup tanpa beban dari penyakit tersebut.
Referensi:
- Pfizer Indonesia. (2023). BPOM Berikan Izin Edar ke Pfizer Indonesia untuk Terapi Pencegahan dan Pengobatan Migrain Akut pada Pasien Dewasa.
- Liputan6.com. (2023). Obat Migrain Rimegepant Buatan Pfizer Disetujui BPOM RI, Begini Cara Kerjanya.
- Medcom.id. (2023). BPOM Beri Izin Rimegepant, Terapi Pencegahan dan Pengobatan Migrain Akut pada Pasien Dewasa.
- Jurnal Sinaps. (2023). Terapi Antibodi Monoklonal untuk Migrain.
- JPNN.com. (2023). Kantongi Izin BPOM, Rimegepant Jadi Solusi Pengobatan dan Pencegahan Migrain Akut.
- Health.okezone.com. (2023). BPOM Setujui Rimegepant, Obat Migrain Akut untuk Pasien Dewasa.
- Validnews.id. (2023). Migrain Jadi Sebabkan Kecacatan Fungsional.
- Registrasiobat.pom.go.id. (2023). Rimegepant Trade Name: NURTEC CDS Effective Date.
- Pressrelease.kontan.co.id. (2023). BPOM Beri Izin Edar ke Pfizer Indonesia guna Terapi Cegah & Obati Migrain Akut Dewasa.
- Farmasetika.com. (2020). Nurtec ODT (Rimegepant), Pengobatan Baru untuk Migrain.
- Lifestyle.okezone.com. (2023). BPOM Setujui Rimegepant, Obat Migrain Akut untuk Pasien Dewasa.
- Hsp-pharma.com. (2023). FDA AS menyetujui Nurtec ODT (rimegepant): obat migrain pertama yang disetujui untuk pengobatan migrain akut.

Tinggalkan komentar