A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Siang ini saya mencoba untuk melihat, mana yang lebih enak dipakai, apakah ChatGPT atau Gemini untuk digunakan di Microsoft Word.

Saya biasanya menggunakan Copilot jika perlu asistensi AI untuk menulis. Tapi integrasi Copilot hanya bisa digunakan pada Microsoft Windows, jika saya akan menggunakan Linux, saya tidak bisa menggunakannya.

Menggunakan Microsoft 365 pada Windows 11 23H2, saya mencoba memasang add-in Word-GPT-Plus. Beberapa model bisa digunakan, dan utamanya adalah ChatGPT.

Saya memilih dua model umum, yaitu ChatGPT dari OpenAI dan Gemini dari Google. Dalam penelitian ini, saya membatasi tokennya sejumlah 200 untuk memastikan respons yang ringkas namun informatif. Saya menggunakan ChatGPT 4o-mini dan Gemini 1.5 Flash, dengan harapan dapat membandingkan efektivitas masing-masing model dalam pemrosesan bahasa alami dan menghasilkan konten yang relevan. Melalui eksperimen ini, saya bertujuan untuk mengeksplorasi kelebihan dan kekurangan dari kedua model, serta bagaimana masing-masing dapat dioptimalkan untuk keperluan saya.

Saya menyiapkan sebuah skenario narasi sederhana untuk karya fiksi, sebagai berikut.

“Rain lashed against the stained-glass windows of ‘The Bookworm’s Burrow,’ mirroring the storm brewing inside. A chill permeated the air, far colder than the autumn night outside. Proprietor Silas, a man with eyes as ancient as the tomes he guarded, sensed a disturbance. A rare and dangerous magic had entered his shop, and he knew, with a shiver down his spine, that it wouldn’t leave without claiming a price.”

Perintah yang saya berikan adalah untuk memperluas narasi yang ada dan menambahkan sejumlah plot (acak) ke dalamnya.

Expand with narrative and added plot

Lalu, respons dari Gemini adalah sebagai berikut.

Mr. Silas, the proprietor of “The Bookworm’s Burrow,” hunched deeper into his worn leather armchair. The relentless drumming of rain against the ancient stained-glass windows seemed to amplify the growing unease within the shop. Dust motes danced in the flickering candlelight, illuminating the spines of countless forgotten tomes, each whispering tales of forgotten empires and whispered secrets. A cold, unnatural chill, unlike the autumn night’s dampness, snaked through the air, making the hairs on the back of his neck prickle.
Silas, his eyes, the colour of aged parchment, scanned the room. He saw no visible intruders, no signs of forced entry. Yet, the very air itself felt…wrong. A faint, metallic tang hung in the air, a scent that reminded him of blood, but with an undercurrent of something ancient, something arcane. He felt a tremor in the very foundation of the shop, a subtle vibration that.

Sebelumnya, pada ChatGPT yang memberikan respons sebagai berikut.

Rain lashed against the stained-glass windows of ‘The Bookworm’s Burrow,’ mirroring the storm brewing inside. The vibrant hues of glass twisted into abstract shapes, casting eerie shadows that danced across the room, while the wind howled its discontent. A chill permeated the air, far colder than the autumn night outside, wrapping around the patrons like a tightening vice. The flickering candlelight struggled to illuminate the far corners of the shop, where ancient tomes whispered secrets of their own.
Proprietor Silas, a man with eyes as ancient as the tomes he guarded, stood behind the counter, his fingers tracing the spines of books that had not only survived centuries but had also borne witness to the ebb and flow of history. Each book was a vessel of knowledge, a portal to worlds unseen. Yet tonight, Silas felt the weight of unease pressing down upon him, an omen heralding a rare and dangerous magic that had slithered into his sanctuary.

Bagian pertama unggul dalam menciptakan ketegangan langsung melalui pengalaman karakter yang intim. Dengan menyaring semuanya melalui sensasi langsung Silas, ancaman supernatural yang berkembang terasa lebih mengancam dan langsung secara pribadi.

Bagian kedua menciptakan latar belakang atmosfer yang lebih kaya dan lebih baik membangun toko buku sebagai tempat kekuasaan dan signifikansi. Deskripsi buku sebagai “wadah pengetahuan” dan “portal ke dunia yang tak terlihat” secara lebih eksplisit membangun konteks magis dari latar tersebut.

Menurut pendapat saya, bagian pertama lebih efektif dalam menciptakan ketegangan langsung dan menarik pembaca ke dalam pengalaman karakter. Sudut pandang orang ketiga yang dekat membuat elemen supernatural terasa lebih mengancam karena kita mengalaminya melalui sensasi langsung Silas. Namun, bagian kedua lebih baik dalam membangun konteks yang lebih luas dan signifikansi magis dari latar tersebut.

Kedua bagian tersebut mempertahankan elemen inti yang sama – jendela kaca patri, cahaya lilin, hawa dingin musim gugur, dan rasa ketegangan supernatural yang meningkat – tetapi menggunakannya dengan prioritas naratif yang berbeda dan dengan efek yang berbeda.

Sebagai seorang penulis, gaya yang sering saya gunakan adalah mirip dengan gaya ChatGPT, tapi entah kenapa, biasanya saya lebih tertarik membaca karya tulis dengan gaya seperti yang dibuat oleh Gemini.

Catatan: Versi Gemini 1.5 Flash bisa didapatkan dengan gratis untuk percakapan yang terbatas saat ini.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar