A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Halo teman-teman! Apa kabar semuanya? Semoga selalu sehat dan semangat ya!

Sebagai seorang dokter yang juga suka menulis, saya sering banget dapat pertanyaan tentang berbagai isu kesehatan. Salah satu yang paling sering muncul belakangan ini adalah tentang WHO. Ada yang bilang WHO sudah nggak relevan, terlalu politis, bahkan ada yang bilang sumber informasi yang nggak bisa dipercaya. Wah, seru juga ya?

Apalagi kita tahu sendiri, negara adidaya seperti Amerika Serikat pun sempat keluar dari keanggotaan WHO. Ditambah lagi, di era digital ini, informasi bertebaran di mana-mana. Kadang, kita jadi bingung mana yang benar dan mana yang cuma hoax belaka.

Nah, di tengah hiruk pikuk informasi ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk melihat WHO dari sudut pandang yang berbeda. Apakah WHO benar-benar sudah nggak relevan? Atau justru masih menjadi sumber informasi yang penting bagi kita, terutama para tenaga kesehatan?

Apa Sih WHO Itu?

Buat teman-teman yang mungkin belum terlalu familiar, WHO itu singkatan dari World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia. WHO ini adalah badan di bawah naungan PBB yang bertugas untuk mengkoordinasi kesehatan masyarakat internasional. Jadi, bisa dibilang WHO ini kayak “polisi”-nya kesehatan dunia.

WHO punya banyak banget program dan kegiatan, mulai dari pemberantasan penyakit menular, peningkatan kesehatan ibu dan anak, hingga penyediaan akses air bersih dan sanitasi. WHO juga berperan penting dalam menetapkan standar kesehatan internasional, memberikan panduan klinis, dan membantu negara-negara dalam mengatasi masalah kesehatan.

Kenapa Banyak yang Ragu dengan WHO?

Saya paham betul kenapa banyak orang yang meragukan WHO. Ada beberapa alasan yang mendasari keraguan ini:

  • Politik: WHO adalah organisasi internasional yang melibatkan banyak negara dengan kepentingan yang berbeda-beda. Nggak heran kalau kadang keputusan WHO dianggap dipengaruhi oleh kepentingan politik tertentu.
  • Birokrasi: Sebagai organisasi besar, WHO tentu punya sistem birokrasi yang kompleks. Kadang, birokrasi ini bisa menghambat respons WHO terhadap masalah kesehatan yang muncul dengan cepat.
  • Disinformasi: Di era digital ini, disinformasi tentang kesehatan menyebar dengan sangat cepat. Nggak jarang, WHO menjadi sasaran disinformasi yang membuat orang semakin ragu dengan kredibilitasnya.

Jadi, Masih Perlu Nggak Kita Mengikuti Informasi dari WHO?

Nah, ini pertanyaan penting nih. Menurut saya, WHO masih merupakan sumber informasi yang layak dipertimbangkan, terutama bagi kita para tenaga kesehatan. Kenapa?

  • Sumber Informasi Terpercaya: WHO punya tim ahli yang kompeten di berbagai bidang kesehatan. Informasi yang dikeluarkan WHO biasanya berdasarkan riset dan data yang valid.
  • Panduan Klinis: WHO menerbitkan banyak panduan klinis yang bisa membantu kita dalam menangani pasien. Panduan ini biasanya berdasarkan bukti ilmiah terbaru dan disesuaikan dengan kondisi di berbagai negara.
  • Informasi tentang Wabah: WHO adalah sumber informasi utama tentang wabah penyakit di seluruh dunia. Dengan mengikuti informasi dari WHO, kita bisa lebih waspada dan siap menghadapi potensi wabah di daerah kita.
  • Jejaring Global: WHO memiliki jejaring kerja yang luas dengan berbagai negara dan organisasi kesehatan lainnya. Jejaring ini memungkinkan WHO untuk mendapatkan informasi dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah kesehatan global.

Tapi, Tetap Kritis ya!

Meskipun WHO adalah sumber informasi yang penting, kita tetap harus kritis dalam menyaring informasi yang kita dapatkan. Jangan langsung percaya begitu saja semua yang dikatakan WHO. Selalu periksa kembali informasi tersebut dengan sumber lain yang terpercaya.

Selain itu, kita juga perlu memahami bahwa WHO bukanlah satu-satunya sumber informasi tentang kesehatan. Ada banyak sumber lain yang bisa kita manfaatkan, seperti jurnal ilmiah, organisasi profesi, dan pakar kesehatan lainnya.

Kesimpulan

WHO memang bukan organisasi yang sempurna. Ada banyak kritik yang bisa kita lontarkan terhadap WHO. Tapi, di tengah derasnya arus disinformasi, WHO masih menjadi sumber informasi yang penting bagi kita, terutama para tenaga kesehatan.

Dengan mengikuti informasi dari WHO, kita bisa lebih update dengan perkembangan kesehatan global, mendapatkan panduan klinis yang valid, dan lebih siap menghadapi potensi wabah penyakit. Tapi ingat, tetap kritis dan jangan lupa untuk selalu memverifikasi informasi yang kita dapatkan!

Semoga tulisan ini bermanfaat ya, teman-teman! Jangan ragu untuk memberikan komentar atau pertanyaan di bawah ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya!


Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar