Penyakit Tropis Terabaikan atau Neglected Tropical Diseases (NTDs) adalah sekelompok penyakit menular yang mempengaruhi lebih dari 1,5 miliar orang di seluruh dunia, terutama di komunitas miskin dan terpencil. Di Indonesia, beberapa NTDs yang masih menjadi tantangan antara lain:
- Filariasis Limfatik (Kaki Gajah): Menyebabkan pembengkakan ekstrem pada kaki dan bagian tubuh lainnya.
- Schistosomiasis: Infeksi cacing darah yang dapat merusak organ internal.
- Soil-Transmitted Helminthiasis (Infeksi Cacing Tanah): Menyebabkan anemia dan malnutrisi, terutama pada anak-anak.
- Trachoma: Infeksi mata yang dapat menyebabkan kebutaan.
Mengapa NTDs Masih Ada?
NTDs sering terabaikan karena mempengaruhi komunitas yang kurang memiliki suara dan sumber daya. Kurangnya akses ke air bersih, sanitasi yang buruk, dan layanan kesehatan yang terbatas memperparah penyebaran penyakit ini.
Upaya Global dan Nasional
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggalang dukungan internasional untuk mengatasi NTDs melalui strategi eliminasi dan pemberantasan. Di Indonesia, pemerintah telah melakukan berbagai inisiatif, seperti:
- Program Pemberian Obat Massal (POM): Distribusi obat secara massal untuk mencegah dan mengobati infeksi NTDs.
- Peningkatan Infrastruktur Kesehatan: Pembangunan fasilitas kesehatan di daerah terpencil.
- Edukasi dan Kesadaran Masyarakat: Kampanye kesehatan untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan NTDs.

Kaitannya dengan Kesehatan di Indonesia
Indonesia, sebagai negara tropis dengan keragaman geografis, menghadapi tantangan unik dalam mengatasi NTDs:
- Daerah Terpencil dan Kepulauan: Akses ke layanan kesehatan terbatas, memerlukan pendekatan inovatif seperti telemedicine.
- Perubahan Iklim: Memengaruhi pola penyebaran vektor penyakit, seperti nyamuk dan lalat pasir.
- Kemiskinan dan Pendidikan: Tingkat pendidikan yang rendah mempengaruhi pemahaman tentang pencegahan penyakit.
Mengoptimalkan Upaya Bersama
Untuk mencapai eliminasi NTDs, diperlukan kolaborasi antara berbagai sektor:
- Pemerintah: Meningkatkan investasi dalam program kesehatan dan infrastruktur.
- Swasta dan LSM: Mendukung melalui dana, teknologi, dan sumber daya manusia.
- Komunitas: Aktif dalam pencegahan, melaporkan kasus, dan mengikuti program kesehatan.
Inovasi dan Teknologi
Pemanfaatan teknologi menjadi kunci, seperti:
- Aplikasi Mobile Kesehatan: Monitoring dan edukasi melalui ponsel pintar.
- Pemanfaatan Data: Analisis data untuk memetakan dan merespons wabah dengan cepat.
Mengapa Ini Penting Bagi Kita Semua
Mengatasi NTDs bukan hanya tentang kesehatan, tetapi juga:
- Peningkatan Kualitas Hidup: Mencegah disabilitas dan kematian dini.
- Pertumbuhan Ekonomi: Populasi yang sehat lebih produktif.
- Keadilan Sosial: Mengurangi kesenjangan antara komunitas.
Mari Bertindak Sekarang
Setiap individu dapat berkontribusi:
- Edukasi Diri dan Sekitar: Menyebarkan informasi tentang NTDs.
- Praktik Hidup Bersih: Seperti cuci tangan dan menjaga sanitasi.
- Dukung Program Lokal: Ikut serta dalam kegiatan kesehatan di lingkungan.
Tahukah Kamu?
Beberapa NTDs dapat dikendalikan melalui intervensi sederhana, seperti:
- Menggunakan Kelambu Berinsektisida: Mencegah gigitan nyamuk penyebar penyakit.
- Konsumsi Obat Cacing Teratur: Sangat penting bagi anak-anak usia sekolah.
Selain itu, dengan adanya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dunia berkomitmen untuk mengakhiri epidemi NTDs pada tahun 2030. Ini berarti upaya kita sekarang sangat menentukan masa depan bebas NTDs.
Inspirasi dari Daerah
Contoh sukses dari NTT (Nusa Tenggara Timur), di mana melalui program pemberdayaan komunitas dan edukasi intensif, kasus filariasis berhasil menurun drastis. Ini membuktikan bahwa dengan strategi tepat dan keterlibatan aktif masyarakat, perubahan nyata bisa terjadi.
Dengan semangat “Bersatu. Bertindak. Menghilangkan.”, mari kita jadikan Hari Penyakit Tropis Terabaikan Sedunia 2025 sebagai momentum untuk berkomitmen pada aksi nyata. Bersama, kita bisa mewujudkan Indonesia bebas NTDs.

Tinggalkan komentar