Executive Summary
Tuberkulosis (TB) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang signifikan, dan Indonesia menanggung beban penyakit tertinggi kedua di dunia. Laporan ini menganalisis tantangan dan hambatan yang menghalangi eliminasi TB di Indonesia, termasuk dampak pandemi COVID-19, faktor sosioekonomi, keterbatasan akses ke layanan kesehatan berkualitas, meningkatnya ancaman TB resistan obat (MDR-TB), kelemahan dalam surveilans, kendala sistem kesehatan, kekurangan pendanaan, dan kurangnya kesadaran serta keterlibatan masyarakat.
Untuk mengatasi tantangan ini, laporan ini mengusulkan solusi berbasis bukti dan rekomendasi strategis yang berfokus pada peningkatan penemuan kasus dan kemampuan diagnostik, peningkatan rejimen pengobatan dan kepatuhan, memerangi resistensi obat secara efektif, mengatasi faktor sosioekonomi yang mendasarinya, memperkuat sistem kesehatan untuk pengendalian TB, mengamankan pendanaan berkelanjutan, meningkatkan keterlibatan masyarakat dan kesadaran publik, mendorong penelitian dan inovasi, serta memperkuat Program Nasional Tuberkulosis (NTP). Kerja sama yang kuat antara pemerintah Indonesia, mitra internasional, dan berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk mencapai tujuan ambisius eliminasi TB di Indonesia.

1. Pendahuluan
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang menjadi penyebab utama kesakitan dan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia 1. Sebelum pandemi virus corona (COVID-19), TB merupakan penyebab utama kematian akibat satu agen infeksius, melampaui HIV/AIDS 1. Masalah TB merupakan tantangan bagi Indonesia dan seluruh komunitas dunia, menjadi salah satu dari 10 penyebab utama kematian secara global 1. Pada tahun 2023, diperkirakan 10,8 juta orang jatuh sakit akibat TB di seluruh dunia, dan 1,25 juta meninggal dunia 2. Lebih dari 80% kasus dan kematian TB terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah 2. Wilayah WHO Asia Tenggara memiliki beban kasus TB baru tertinggi 2. Meskipun terdapat kemajuan dalam pengendalian TB, kegigihannya menyoroti perlunya upaya yang lebih intensif, terutama di wilayah dengan beban tinggi. Peralihan status TB sebagai penyebab utama kematian infeksius akibat COVID-19 dan kembalinya TB ke posisi tersebut mengindikasikan sifat dinamis ancaman kesehatan global dan perlunya program pengendalian TB yang tangguh. Konsentrasi kasus di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah menunjukkan pengaruh faktor sosioekonomi terhadap epidemi TB.
Indonesia merupakan kontributor kasus TB terbesar kedua di dunia setelah India 1. Pada tahun 2021, angka kejadian TB diperkirakan sebesar 354 per 100.000 penduduk 1. Estimasi lain menunjukkan angka kejadian yang lebih tinggi 9. Prevalensi MDR-TB nasional diperkirakan sebesar 2,8% di antara kasus TB baru dan 16% di antara kasus yang diobati sebelumnya 13. Peringkat Indonesia yang secara konsisten tinggi dalam beban TB global menandakan krisis kesehatan masyarakat yang kritis yang memerlukan intervensi yang mendesak dan terarah. Perbedaan angka kejadian TB di berbagai sumber menunjukkan tantangan dalam pengumpulan dan estimasi data yang akurat, yang menyoroti perlunya sistem surveilans yang kuat. Prevalensi MDR-TB yang substansial menunjukkan ancaman signifikan terhadap keberhasilan pengobatan.
Indonesia memiliki tujuan ambisius untuk bebas dari TB pada tahun 2035 8. Strategi End TB WHO menargetkan pengakhiran epidemi pada tahun 2030 2. Pencapaian tujuan ini memerlukan pendekatan multi-sektoral dan melibatkan seluruh masyarakat 16. Target eliminasi yang ambisius yang ditetapkan oleh badan nasional dan internasional menggarisbawahi komitmen global untuk mengakhiri epidemi TB. Namun, tren dan tantangan saat ini menunjukkan bahwa pencapaian target ini akan memerlukan percepatan upaya dan strategi inovatif yang signifikan. Deklarasi eliminasi TB sebagai tujuan menandakan keseriusan komunitas global dalam menangani penyakit ini. Namun, kesenjangan antara situasi saat ini dan target eliminasi menyoroti perlunya perubahan radikal dalam pendekatan dan peningkatan substansial dalam sumber daya dan komitmen.
2. Tantangan Multidimensi dalam Eliminasi TB di Indonesia
2.1 Dampak Pandemi COVID-19 yang Berkepanjangan
Pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan notifikasi kasus TB di Indonesia pada tahun 2020 dan 2021 karena gangguan dalam akses dan prioritas layanan kesehatan 1. Penemuan kasus menurun secara signifikan, yang menyebabkan peningkatan angka kejadian TB yang diperkirakan cukup tinggi 1. Layanan kesehatan untuk program TB sangat terpengaruh, yang menimbulkan tantangan baru dalam upaya eliminasi 19. Pasien mengalami kesulitan mengakses pengobatan TB rutin karena pembatasan perjalanan dan penutupan fasilitas kesehatan 19.
Data menunjukkan penurunan notifikasi kasus TB yang bertepatan dengan pandemi COVID-19, yang mengindikasikan gangguan dalam layanan TB. Gangguan ini kemungkinan menyebabkan peningkatan kasus yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati, yang dapat memicu penularan lebih lanjut. Tantangan yang dihadapi pasien dalam mengakses perawatan selama periode ini menggarisbawahi perlunya sistem penyampaian layanan kesehatan yang adaptif dan kuat.
2.2 Determinan Sosioekonomi TB
Kemiskinan berkorelasi kuat dan positif dengan kasus notifikasi TB di Indonesia 21. Pengangguran juga menunjukkan korelasi positif dengan TB 21. Tingkat pendidikan yang rendah dikaitkan dengan risiko TB yang lebih tinggi dan pasien TB yang tidak menyelesaikan pengobatan (loss to follow-up/LTFU) 21. Status gizi yang buruk dan lingkungan hidup yang padat penduduk lazim di antara pasien TB 24. Pasien TB sering menghadapi kehilangan pekerjaan dan masalah keuangan akibat penyakit mereka 24. Status sosioekonomi rendah dan disparitas regional secara signifikan memengaruhi TB LTFU di Asia Tenggara, termasuk Indonesia 23. Kabupaten dengan proporsi rumah tangga berpenghasilan rendah yang lebih tinggi cenderung memiliki proporsi rumah tangga TB yang lebih tinggi 26. Peningkatan belanja publik untuk layanan kesehatan dikaitkan dengan penurunan angka kejadian TB 11. Temuan yang konsisten di berbagai sumber bahwa kemiskinan merupakan prediktor kuat TB di Indonesia menunjukkan adanya hubungan mendasar antara kondisi sosioekonomi dan penyakit tersebut. Pengangguran dan tingkat pendidikan yang rendah kemungkinan berkontribusi terhadap kerentanan ini dengan memengaruhi akses ke sumber daya, layanan kesehatan, dan literasi kesehatan. Dampak terhadap kepatuhan pengobatan lebih lanjut menggarisbawahi perlunya dukungan komprehensif di luar intervensi medis.
2.3 Hambatan dalam Mengakses Layanan Kesehatan Berkualitas
Praktisi swasta (PP) sering kali tidak mematuhi pedoman TB nasional, meskipun menangani sebagian besar kunjungan awal 27. Akses terbatas ke alat diagnostik yang sesuai seperti GeneXpert di sektor swasta menghambat diagnosis dini dan akurat 1. Sistem rujukan dan pembiayaan yang kompleks dapat menciptakan hambatan bagi pasien 27. Pengobatan TB resistan obat sering kali tersentralisasi dan terbatas pada layanan kesehatan masyarakat di kota-kota besar, yang menjadi hambatan bagi mereka yang mencari perawatan di fasilitas swasta atau tinggal di daerah pedesaan 28.
Pendanaan yang tidak mencukupi merupakan kendala signifikan dalam menyediakan layanan kesehatan yang memadai untuk pencegahan, diagnosis, dan pengobatan TB 14. Pasien cenderung mencari diagnosis dan pengobatan di rumah sakit daripada di pusat kesehatan masyarakat setempat, yang menyebabkan beban keuangan yang lebih berat pada sistem Jaminan Kesehatan Nasional 14. Kurangnya keterlibatan sektor swasta dalam diagnosis, pelaporan, dan pengobatan semakin menghambat kemajuan 14. Implementasi komunikasi kesehatan dalam penanggulangan TB menghadapi tantangan seperti infrastruktur, kebijakan, sumber daya manusia, dan partisipasi masyarakat 29. Tingkat keberhasilan pengobatan pasien TB belum mencapai target nasional 1. Peran signifikan praktisi swasta dalam kunjungan kesehatan awal menyoroti pentingnya melibatkan mereka dalam program TB nasional. Kurangnya kepatuhan terhadap pedoman dan akses terbatas ke diagnostik canggih di sektor ini merupakan peluang yang terlewatkan untuk deteksi dini dan pengobatan yang tepat. Kesenjangan pendanaan dan preferensi untuk perawatan berbasis rumah sakit daripada perawatan primer menunjukkan inefisiensi dalam sistem kesehatan.
2.4 Meningkatnya Ancaman Tuberkulosis Resistan Obat (MDR-TB)
Indonesia merupakan salah satu dari 30 negara dengan beban MDR-TB tertinggi di dunia 13. Prevalensi MDR-TB nasional diperkirakan sebesar 2,8% di antara kasus TB baru dan 16% di antara kasus yang diobati sebelumnya 13. Hanya sebagian kecil dari perkiraan kasus DR-TB yang didiagnosis dan dilaporkan, dan tingkat pendaftaran dan penyelesaian pengobatan kurang optimal 30. Tingkat pengujian resistensi obat di Indonesia lebih rendah daripada tingkat global, yang menunjukkan potensi perkiraan yang lebih rendah dari prevalensi MDR-TB 32. Angka kejadian MDR/RR-TB di Indonesia termasuk yang tertinggi secara global 33. Keterlambatan antara diagnosis dan pengobatan untuk DR-TB cukup besar 31.
Klasifikasi Indonesia sebagai negara dengan beban MDR-TB tinggi menggarisbawahi beratnya tantangan ini. Tingkat diagnosis dan inisiasi pengobatan yang rendah menunjukkan adanya hambatan signifikan dalam kemampuan sistem kesehatan untuk menangani kasus resistan obat. Keterlambatan yang substansial dalam pengobatan semakin memperburuk masalah dengan meningkatkan risiko penularan lebih lanjut dan hasil pasien yang lebih buruk.
2.5 Kelemahan dalam Surveilans dan Kurangnya Pelaporan
Terdapat tingkat kekurangan pelaporan kasus TB yang didiagnosis yang signifikan ke sistem surveilans TB nasional (SITB) 12. Perkiraan tingkat kekurangan pelaporan secara keseluruhan adalah 41% pada tahun 2017 dan 15,6% pada tahun 2023 12. Kurangnya pelaporan bervariasi di antara berbagai jenis fasilitas kesehatan 12. Diperkirakan 14% kasus TB insiden tidak terdiagnosis pada tahun 2023 12. Notifikasi kasus TB menurun secara signifikan selama pandemi COVID-19 1. Program TB nasional berfokus pada peningkatan sistem informasi untuk mengurangi kekurangan pelaporan 34. Tingkat kekurangan pelaporan yang tinggi menunjukkan bahwa angka resmi kemungkinan meremehkan prevalensi dan insiden TB yang sebenarnya di Indonesia. Hal ini mempersulit penilaian skala masalah secara akurat dan alokasi sumber daya yang efektif. Variasi kekurangan pelaporan di berbagai fasilitas kesehatan menunjukkan bahwa upaya yang ditargetkan diperlukan untuk meningkatkan pelaporan di sektor-sektor tertentu.
2.6 Kendala dalam Sistem Kesehatan
Indonesia menghadapi tantangan dalam infrastruktur komunikasi kesehatan, kebijakan, sumber daya manusia, dan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan TB 29. Terdapat maldistribusi tenaga kesehatan, termasuk dokter dan perawat, di berbagai provinsi 22. Program TB Nasional masih bergantung pada sumber bantuan asing 38. Target notifikasi TB belum tercapai 38. Keterbatasan yang teridentifikasi dalam komunikasi kesehatan menyoroti area penting untuk perbaikan dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong keterlibatan dalam pengendalian TB. Distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata dapat menyebabkan disparitas dalam akses ke perawatan, terutama di daerah terpencil. Ketergantungan pada bantuan asing menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan program dalam jangka panjang.
2.7 Kesenjangan Pendanaan dan Alokasi Sumber Daya yang Persisten
Pendanaan yang tidak mencukupi merupakan kendala signifikan dalam perang melawan TB di Indonesia 10. Indonesia secara konsisten gagal memenuhi persyaratan pendanaan TB yang diperlukan 14. Pandemi COVID-19 telah memperburuk kesenjangan pendanaan TB 14. Jumlah total pendanaan donor internasional di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah relatif stagnan 10. Secara global, penelitian TB tetap kekurangan dana 10. Indonesia perlu melipatgandakan pendanaannya untuk mengendalikan TB secara efektif 14. Kekurangan pendanaan yang konsisten menunjukkan kurangnya prioritas atau tantangan mobilisasi sumber daya. Hal ini secara langsung memengaruhi kapasitas program nasional untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan penting. Pergeseran pendanaan akibat pandemi menyoroti perlunya anggaran yang dialokasikan untuk program-program kesehatan penting seperti pengendalian TB.
2.8 Masalah Kesadaran dan Keterlibatan Masyarakat
Stigma dan misinformasi terus menjadi kendala signifikan dalam upaya pengendalian TB 30. Terdapat kebutuhan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan multi-sektoral dalam eliminasi TB 38. Kampanye komunikasi kesehatan menghadapi tantangan dalam menjangkau dan melibatkan masyarakat secara efektif 29. Stigma yang terkait dengan TB dapat menghalangi individu untuk mencari diagnosis dan pengobatan tepat waktu, yang menyebabkan keterlambatan perawatan dan peningkatan penularan. Tingkat kesadaran masyarakat yang rendah juga dapat mengakibatkan kurangnya dukungan untuk program pengendalian TB. Melibatkan masyarakat sebagai mitra aktif sangat penting untuk keberhasilan upaya eliminasi.
3. Solusi Berbasis Bukti dan Rekomendasi Strategis untuk Indonesia
3.1 Meningkatkan Penemuan Kasus dan Kemampuan Diagnostik
Menerapkan strategi penemuan kasus proaktif yang menargetkan populasi berisiko tinggi dan masyarakat yang kurang terlayani 1. Memanfaatkan teknologi kesehatan digital untuk pelacakan kontak, skrining gejala, dan kampanye kesadaran 39. Memperluas akses ke tes molekuler cepat seperti GeneXpert di semua tingkatan layanan kesehatan, termasuk sektor swasta 1. Memperkuat jaringan transportasi spesimen untuk menghubungkan fasilitas tanpa GeneXpert ke lokasi pengujian 1. Meningkatkan kualitas dan integrasi data notifikasi kasus rutin 43. Penemuan kasus aktif dan akses luas ke diagnostik cepat sangat penting untuk deteksi dini dan inisiasi pengobatan, yang mengurangi penularan. Alat digital dapat meningkatkan jangkauan dan efisiensi upaya ini. Peningkatan kualitas data penting untuk pemantauan dan evaluasi yang efektif.
3.2 Meningkatkan Rejimen Pengobatan dan Memastikan Kepatuhan
Mengadopsi pendekatan yang berpusat pada pasien yang memenuhi kebutuhan dan preferensi individu untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan 16. Memberikan dukungan komprehensif, termasuk bantuan nutrisi dan sosioekonomi, kepada pasien untuk memfasilitasi penyelesaian pengobatan 30. Meningkatkan penggunaan rejimen pengobatan yang lebih pendek dan lebih efektif untuk TB sensitif obat dan resistan obat 28. Menerapkan pengobatan di bawah pengawasan langsung (DOT) secara lebih efektif, yang berpotensi memanfaatkan alat digital untuk pemantauan jarak jauh jika sesuai 15. Mengatasi stigma dan diskriminasi yang terkait dengan TB untuk mendorong pasien mencari dan melanjutkan pengobatan 19. Perawatan yang berpusat pada pasien dan dukungan komprehensif sangat penting untuk memastikan keberhasilan pengobatan. Rejimen yang lebih pendek dan lebih mudah ditoleransi dapat meningkatkan kepatuhan dan hasil. Mengatasi stigma sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pasien.
3.3 Memerangi Resistensi Obat Secara Efektif
Memperkuat kapasitas diagnostik untuk resistensi obat di semua tingkatan sistem kesehatan 1. Memastikan akses universal ke obat anti-TB lini kedua dan pilihan pengobatan yang lebih baru untuk MDR-TB 13. Menerapkan langkah-langkah pengendalian infeksi yang kuat di fasilitas kesehatan dan lingkungan masyarakat untuk mencegah penularan strain resistan obat 49. Memperkuat manajemen program TB resistan obat (PMDT), termasuk memperluas jaringan rujukan dan menyediakan dukungan bagi pasien 1. Mendorong penggunaan antibiotik yang rasional untuk mencegah perkembangan resistensi obat lebih lanjut 49. Pengelolaan TB resistan obat yang efektif memerlukan diagnosis dini dan akurat, akses ke pengobatan yang sesuai, dan langkah-langkah untuk mencegah penyebarannya. Memperkuat program PMDT dan mendorong penggunaan antibiotik yang rasional sangat penting.
3.4 Mengatasi Faktor Sosioekonomi yang Mendasarinya
Mengintegrasikan program pengendalian TB dengan inisiatif pemerintah yang lebih luas yang bertujuan untuk pengentasan kemiskinan, perlindungan sosial, dan peningkatan pencapaian pendidikan 6. Memberikan dukungan ekonomi dan bantuan sosial kepada pasien TB dan keluarga mereka untuk mengurangi beban keuangan akibat penyakit tersebut 15. Mengatasi kekurangan gizi, faktor risiko utama TB, melalui program dukungan nutrisi 24. Meningkatkan kondisi hidup dan mengurangi kepadatan penduduk melalui inisiatif perumahan dan sanitasi 22. Mengatasi determinan sosioekonomi TB sangat mendasar untuk mencapai pengendalian dan eliminasi jangka panjang. Hal ini memerlukan kolaborasi lintas sektor di luar hanya layanan kesehatan.
3.5 Memperkuat Sistem Kesehatan untuk Pengendalian TB
Meningkatkan investasi dalam infrastruktur kesehatan, terutama di tingkat perawatan primer, untuk meningkatkan akses ke layanan TB 11. Melatih dan mempertahankan tenaga kesehatan terampil yang berdedikasi pada pencegahan, diagnosis, dan pengobatan TB, memastikan distribusi yang merata di seluruh negeri 22. Mengoptimalkan rantai pasokan obat dan diagnostik TB untuk memastikan ketersediaan yang konsisten di semua fasilitas kesehatan 1. Mendorong kolaborasi dan koordinasi yang efektif antara penyedia layanan kesehatan publik dan swasta dalam upaya pengendalian TB 27. Memperkuat integrasi layanan TB dalam kerangka cakupan kesehatan universal (UHC) yang lebih luas 15. Sistem kesehatan yang kuat dan memiliki sumber daya yang memadai sangat penting untuk pengendalian TB yang efektif. Ini termasuk infrastruktur yang memadai, tenaga kerja terampil, rantai pasokan yang andal, dan kolaborasi lintas sektor. Integrasi dengan UHC dapat meningkatkan akses dan kesetaraan.
3.6 Mengamankan Pendanaan Berkelanjutan dan Mengoptimalkan Alokasi Sumber Daya
Mengadvokasi peningkatan pendanaan domestik untuk program pengendalian TB, menyadari beban ekonomi penyakit yang signifikan 10. Memperkuat kemitraan dengan donor internasional untuk mengamankan dukungan keuangan berkelanjutan untuk upaya eliminasi TB 1. Mengoptimalkan alokasi sumber daya yang tersedia berdasarkan bukti efektivitas dan kebutuhan spesifik berbagai wilayah dan populasi 58. Menjelajahi mekanisme pembiayaan inovatif untuk melengkapi sumber pendanaan tradisional 55. Pendanaan yang berkelanjutan dan memadai sangat penting untuk keberhasilan program eliminasi TB. Mengoptimalkan alokasi sumber daya memastikan bahwa dana digunakan secara efisien dan efektif.
3.7 Meningkatkan Keterlibatan Masyarakat dan Kesadaran Publik
Menerapkan kampanye komunikasi kesehatan yang ditargetkan dan sensitif secara budaya untuk meningkatkan kesadaran publik tentang gejala, penularan, pencegahan, dan pengobatan TB 1. Melibatkan tokoh masyarakat, organisasi masyarakat sipil, dan penyintas TB sebagai advokat dan mitra dalam upaya pengendalian TB 1. Mengatasi stigma dan diskriminasi yang terkait dengan TB melalui inisiatif pendidikan dan kesadaran 19. Mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan pencegahan dan pengendalian TB, seperti pelacakan kontak dan dukungan pengobatan 1. Keterlibatan masyarakat dan kesadaran publik sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung upaya pengendalian TB dan untuk memberdayakan individu untuk mengambil tindakan.
3.8 Mendorong Penelitian dan Inovasi dalam Pengendalian TB
Mendukung penelitian untuk mengembangkan diagnostik, obat-obatan, dan vaksin baru dan yang lebih baik untuk TB, termasuk MDR-TB 45. Mendorong penelitian untuk mengoptimalkan implementasi dan dampak intervensi yang ada 15. Memfasilitasi adopsi dan implementasi inovasi berbasis bukti yang cepat dalam praktik pengendalian TB 15. Berinvestasi dalam penelitian untuk lebih memahami epidemiologi dan dinamika penularan TB di Indonesia 31. Penelitian dan inovasi sangat penting untuk mengembangkan alat dan strategi yang lebih efektif untuk memerangi TB. Mendukung penelitian dan memastikan terjemahan temuan ke dalam praktik sangat penting untuk mempercepat kemajuan menuju eliminasi.
3.9 Memperkuat Program Nasional Tuberkulosis (NTP)
Meningkatkan kepemimpinan dan koordinasi semua kegiatan pengendalian TB di tingkat nasional dan sub-nasional 16. Memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi untuk melacak kemajuan, mengidentifikasi tantangan, dan menginformasikan penyesuaian program 1. Mendorong pembuatan kebijakan berbasis bukti dan memastikan bahwa strategi pengendalian TB didasarkan pada data dan temuan penelitian terbaik yang tersedia 55. Mendorong kolaborasi dan kemitraan dengan semua pemangku kepentingan yang relevan, termasuk badan-badan pemerintah, organisasi internasional, masyarakat sipil, dan sektor swasta 1. Program nasional yang kuat dan dikelola dengan baik sangat penting untuk memimpin dan mengoordinasikan perang melawan TB. Ini termasuk kepemimpinan yang efektif, pemantauan dan evaluasi yang kuat, kebijakan berbasis bukti, dan kemitraan yang kuat.
4. Peran Penting Pemerintah Indonesia dan Mitra Internasional
4.1 Menyoroti Komitmen dan Kerangka Kebijakan Pemerintah
Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2021 menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat eliminasi TB 1. Kementerian Kesehatan telah mengembangkan Strategi Nasional Pengendalian dan Pencegahan TB Tahun 2020-2024 60. Pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk mengurangi angka kejadian dan kematian TB 11. Pemerintah secara aktif terlibat dalam pengembangan dan pengujian kandidat vaksin TB baru 17. Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen tingkat tinggi terhadap eliminasi TB melalui kerangka kebijakan dan rencana strategis. Kemauan politik ini sangat penting untuk mendorong kemajuan. Penerbitan peraturan presiden dan pengembangan strategi nasional menunjukkan komitmen yang kuat dari tingkat pemerintahan tertinggi untuk mengatasi epidemi TB. Ini memberikan dasar untuk tindakan terkoordinasi dan mobilisasi sumber daya.
4.2 Merinci Upaya Kolaborasi dengan Organisasi Internasional
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan bantuan teknis, mengembangkan pedoman global, dan memantau epidemi TB 2. Bank Dunia memberikan dukungan keuangan dan keahlian teknis untuk memperkuat program respons TB Indonesia 35. Dana Global untuk Memerangi AIDS, Tuberkulosis dan Malaria adalah mitra utama dalam memberikan pendanaan dan dukungan 1. Organisasi lain seperti USAID, TB Alliance, dan PATH juga aktif terlibat dalam mendukung upaya pengendalian TB di Indonesia 28. Kolaborasi internasional sangat penting untuk memberikan dukungan keuangan, teknis, dan logistik bagi upaya eliminasi TB di Indonesia. Kemitraan ini membawa keahlian dan sumber daya global ke program nasional. Keterlibatan organisasi internasional besar seperti WHO, Bank Dunia, dan Dana Global menyoroti pengakuan global terhadap beban TB Indonesia dan perlunya tindakan bersama. Kemitraan ini menyediakan sumber daya dan panduan teknis yang penting.
4.3 Menekankan Pentingnya Pendekatan Multi-Sektoral
Eliminasi TB yang efektif memerlukan keterlibatan berbagai kementerian pemerintah (misalnya, Kesehatan, Dalam Negeri, Pembangunan Desa), organisasi masyarakat sipil, kelompok masyarakat, sektor swasta, dan akademisi 1. Mengatasi determinan sosioekonomi TB memerlukan kolaborasi lintas sektor 2. Melibatkan sektor swasta sangat penting untuk memperluas cakupan diagnostik dan pengobatan 27. Pendekatan multi-sektoral sangat penting untuk mengatasi tantangan kompleks eliminasi TB, yang melampaui sektor kesehatan. Kolaborasi di antara berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk respons yang komprehensif dan efektif. TB bukan hanya masalah medis; dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan. Oleh karena itu, upaya terkoordinasi yang melibatkan berbagai sektor diperlukan untuk mengatasi determinan yang mendasarinya dan untuk menerapkan langkah-langkah pengendalian yang efektif.
5. Kesimpulan
Eliminasi tuberkulosis di Indonesia merupakan tujuan yang menantang namun dapat dicapai. Tantangan multidimensi yang dianalisis dalam laporan ini, termasuk dampak pandemi COVID-19, determinan sosioekonomi, hambatan akses layanan kesehatan, ancaman MDR-TB, kelemahan surveilans, kendala sistem kesehatan, kekurangan pendanaan, dan masalah kesadaran masyarakat, memerlukan respons yang komprehensif dan terkoordinasi. Solusi berbasis bukti dan rekomendasi strategis yang diusulkan, yang berfokus pada peningkatan penemuan kasus dan diagnostik, peningkatan pengobatan dan kepatuhan, memerangi resistensi obat, mengatasi faktor sosioekonomi, memperkuat sistem kesehatan, mengamankan pendanaan, meningkatkan keterlibatan masyarakat, mendorong penelitian, dan memperkuat NTP, memberikan peta jalan untuk kemajuan.
Peran penting pemerintah Indonesia dalam menetapkan kerangka kebijakan dan memberikan kepemimpinan, ditambah dengan dukungan dan kolaborasi penting dari mitra internasional, sangat penting untuk keberhasilan. Pendekatan multi-sektoral yang melibatkan semua pemangku kepentingan, dari badan-badan pemerintah dan organisasi internasional hingga masyarakat sipil dan sektor swasta, akan memastikan respons yang terpadu dan efektif terhadap epidemi TB.
Meskipun tantangannya signifikan, komitmen yang kuat dari pemerintah Indonesia, dukungan berkelanjutan dari mitra internasional, dan penerapan strategi berbasis bukti yang komprehensif menawarkan harapan nyata untuk mencapai eliminasi TB di Indonesia. Dengan upaya yang berkelanjutan dan kolaborasi yang kuat, Indonesia dapat mengatasi hambatan dan mencapai tujuan untuk bebas dari TB, yang mengarah pada peningkatan kesehatan masyarakat dan kesejahteraan ekonomi bagi seluruh rakyatnya.
Tabel 1: Statistik Utama TB untuk Indonesia
| Statistik | Tahun | Nilai | Sumber |
| Angka Kejadian TB | 2021 | 354 per 100.000 penduduk | 1 |
| Perkiraan Angka Kejadian TB | 2023 | 394 per 100.000 penduduk | 12 |
| Prevalensi MDR-TB (Kasus Baru) | – | 2.8% | 13 |
| Prevalensi MDR-TB (Diobati Sebelumnya) | – | 16% | 13 |
| Tingkat Keberhasilan Pengobatan | 2022 | 82% dari target 90% | 1 |
| Tingkat Cakupan Pengobatan | 2022 | 52% dari target 90% | 1 |
Tabel 2: Determinan Sosioekonomi dan Dampaknya terhadap TB di Indonesia
| Faktor Sosioekonomi | Dampak pada TB | Sumber |
| Kemiskinan | Korelasi positif yang kuat dengan kasus notifikasi TB | 21 |
| Pengangguran | Korelasi positif dengan kasus TB | 21 |
| Tingkat Pendidikan Rendah | Risiko TB lebih tinggi dan TB LTFU | 21 |
| Status Gizi Buruk | Prevalen di antara pasien TB | 24 |
| Lingkungan Hidup Padat | Prevalen di antara pasien TB | 24 |
Tabel 3: Tantangan dalam Mengakses Layanan Kesehatan TB Berkualitas di Indonesia
| Tantangan | Detail | Sumber |
| Keterlibatan Sektor Swasta | Kepatuhan yang rendah terhadap pedoman nasional | 27 |
| Akses Diagnostik | Akses terbatas ke GeneXpert di sektor swasta | 1 |
| Pendanaan | Kekurangan pendanaan yang signifikan | 10 |
| Perawatan Tersentralisasi | Pengobatan MDR-TB seringkali terbatas di kota besar | 28 |
| Komunikasi Kesehatan | Tantangan dalam infrastruktur dan partisipasi masyarakat | 29 |
Tabel 4: Kemajuan dan Tantangan dalam Pengelolaan TB Resistan Obat di Indonesia
| Aspek | Status | Sumber |
| Prevalensi MDR-TB | Tinggi | 13 |
| Tingkat Diagnosis | Suboptimal | 30 |
| Tingkat Pendaftaran Pengobatan | Suboptimal | 30 |
| Tingkat Keberhasilan Pengobatan | Suboptimal | 30 |
| Keterlambatan Pengobatan | Substansial | 31 |
Tabel 5: Rekomendasi Utama dan Pemangku Kepentingan yang Bertanggung Jawab untuk Eliminasi TB di Indonesia
| Rekomendasi | Pemangku Kepentingan yang Bertanggung Jawab |
| Perluas akses GeneXpert | Pemerintah Indonesia, WHO, Mitra Internasional |
| Terapkan rejimen pengobatan yang lebih pendek | Kementerian Kesehatan, WHO, TB Alliance |
| Tingkatkan pendanaan domestik | Pemerintah Indonesia, Kementerian Keuangan |
| Libatkan praktisi swasta | Kementerian Kesehatan, Asosiasi Medis |
| Atasi kemiskinan dan kekurangan gizi | Pemerintah Indonesia, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan |
| Perkuat sistem surveilans | Kementerian Kesehatan, WHO |
| Tingkatkan kesadaran masyarakat | Kementerian Kesehatan, LSM, Tokoh Masyarakat |
| Investasi dalam penelitian | Pemerintah Indonesia, Lembaga Penelitian, Donor Internasional |
| Perkuat Program Nasional TB | Kementerian Kesehatan |
Daftar Bacaan
- 1 | Page – TB Indonesia, diakses Maret 16, 2025, https://tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2023/02/Factsheet-Country-Profile-Indonesia-2022.pdf
- Tuberculosis – World Health Organization (WHO), diakses Maret 16, 2025, https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tuberculosis
- Tuberculosis – Wikipedia, diakses Maret 16, 2025, https://en.wikipedia.org/wiki/Tuberculosis
- Decoding the WHO Global Tuberculosis Report 2024: A Critical Analysis of Global and Chinese Key Data – ScienceOpen, diakses Maret 16, 2025, https://www.scienceopen.com/hosted-document?doi=10.15212/ZOONOSES-2024-0061
- Global TB Epidemiology – State of Michigan, diakses Maret 16, 2025, https://www.michigan.gov/mdhhs/keep-mi-healthy/communicablediseases/diseasesandimmunization/tb/statistics/global-tb-epidemiology
- Inequality in the global incidence and prevalence of tuberculosis (TB) and TB/HIV according to the human development index – PubMed Central, diakses Maret 16, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6708111/
- 1.1 TB incidence – World Health Organization (WHO), diakses Maret 16, 2025, https://www.who.int/teams/global-tuberculosis-programme/tb-reports/global-tuberculosis-report-2023/tb-disease-burden/1-1-tb-incidence
- Knowledge, Attitudes, and Perceptions of Tuberculosis in Indonesia: A Multi-Center Cross-Sectional Study – PubMed Central, diakses Maret 16, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10066633/
- Variation of tuberculosis prevalence across diagnostic approaches and geographical areas of Indonesia – PMC – PubMed Central, diakses Maret 16, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8519455/
- Global tuberculosis report 2024 [EN/AR/RU/ZH] – World – ReliefWeb, diakses Maret 16, 2025, https://reliefweb.int/report/world/global-tuberculosis-report-2024-enarruzh
- Investigating the Role of Health Expenditure on Tuberculosis Incidence in Indonesia, diakses Maret 16, 2025, https://www.researchgate.net/publication/389689880_Investigating_the_Role_of_Health_Expenditure_on_Tuberculosis_Incidence_in_Indonesia
- The second national TB inventory study in Indonesia – World Health Organization (WHO), diakses Maret 16, 2025, https://www.who.int/teams/global-tuberculosis-programme/tb-reports/global-tuberculosis-report-2024/featured-topics/the-second-national-tb-inventory-study-in-indonesia
- endTB in Indonesia, diakses Maret 16, 2025, https://endtb.org/indonesia
- Indonesia needs to triple its funding to control TB – here’s where to start – TB Online, diakses Maret 16, 2025, https://www.tbonline.info/posts/2023/10/24/indonesia-needs-triple-its-funding-control-tb-here/
- Tuberculosis elimination: where are we now? | European Respiratory Society, diakses Maret 16, 2025, https://publications.ersnet.org/content/errev/27/148/180035
- Indonesia commitment to eliminate TB by 2030 supported by the highest-level government., diakses Maret 16, 2025, https://www.who.int/indonesia/news/detail/28-11-2021-indonesia-commitment-to-eliminate-tb-by-2030-supported-by-the-highest-level-government
- President Joko Widodo shows strong leadership, announces package of interventions to end TB in Indonesia | Stop TB Partnership, diakses Maret 16, 2025, https://www.stoptb.org/news/president-joko-widodo-shows-strong-leadership-announces-package-interventions-end-tb-indonesia
- http://www.who.int, diakses Maret 16, 2025, https://www.who.int/teams/global-tuberculosis-programme/tb-reports/global-tuberculosis-report-2024/featured-topics/the-second-national-tb-inventory-study-in-indonesia#:~:text=The%20number%20of%20TB%20case,below%20the%20level%20in%202019).
- Experiences of Patients with Tuberculosis Who Underwent Completed TB Treatment during the COVID-19 Pandemic in Indonesia: A Qualitative Study – PMC, diakses Maret 16, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10611930/
- Challenges on tuberculosis care in health care facilities during COVID-19 pandemic: Indonesian perspective – PMC – PubMed Central, diakses Maret 16, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10914028/
- Socioeconomic Determinants of Tuberculosis Cases in Indonesia, 2010-2013: An Ecological Study – ResearchGate, diakses Maret 16, 2025, https://www.researchgate.net/publication/363611581_Socioeconomic_Determinants_of_Tuberculosis_Cases_in_Indonesia_2010-2013_An_Ecological_Study
- The role of socioeconomic and environmental factors on the number of tuberculosis cases in Indonesia – Neliti, diakses Maret 16, 2025, https://media.neliti.com/media/publications/455047-the-role-of-socioeconomic-and-environmen-b3aa02fa.pdf
- A scoping review on socioeconomic factors affecting tuberculosis loss to follow-up in Southeast Asia – Medical Journal of Malaysia, diakses Maret 16, 2025, https://www.e-mjm.org/2024/v79n4/tuberculosis.pdf
- SOCIAL ASPECTS OF PATIENTS WITH PULMONARY TUBERCULOSIS IN INDONESIA – CiteSeerX, diakses Maret 16, 2025, https://citeseerx.ist.psu.edu/document?repid=rep1&type=pdf&doi=b53f74f8363ff0d84dee6f9354ba1331dbe878c8
- (PDF) The economic burden of tuberculosis in Indonesia – ResearchGate, diakses Maret 16, 2025, https://www.researchgate.net/publication/319427466_The_economic_burden_of_tuberculosis_in_Indonesia
- District characteristics: Household economic status of families diagnosed with tuberculosis in Indonesia – PMC – PubMed Central, diakses Maret 16, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10367042/
- Determinants of adherence towards tuberculosis guidelines among Indonesian private practitioners: a qualitative study | BMJ Global Health, diakses Maret 16, 2025, https://gh.bmj.com/content/9/12/e015261
- To end the tuberculosis epidemic, the private sector must expand drug-resistant TB treatment – FHI 360, diakses Maret 16, 2025, https://www.fhi360.org/blog/to-end-the-tuberculosis-epidemic-the-private-sector-must-expand-drug-resistant-tb-treatment/
- Implementation of Health Communication in TB Management in Indonesia – UNL Institutional Repository, diakses Maret 16, 2025, https://digitalcommons.unl.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=14778&context=libphilprac
- Awareness, Action, Results: Managing Drug-Resistant Tuberculosis in Indonesia, diakses Maret 16, 2025, https://msh.org/story/awareness-action-results-managing-drug-resistant-tuberculosis-in-indonesia/
- Management of drug-resistant tuberculosis in Indonesia: a four-year cascade of care analysis – PMC – PubMed Central, diakses Maret 16, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10934335/
- Characteristics of Drug-sensitive and Drug-resistant Tuberculosis Cases among Adults at Tuberculosis Referral Hospitals in Indonesia – PubMed Central, diakses Maret 16, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9709011/
- 1.3 Drug-resistant TB – World Health Organization (WHO), diakses Maret 16, 2025, https://www.who.int/teams/global-tuberculosis-programme/tb-reports/global-tuberculosis-report-2024/tb-disease-burden/1-3-drug-resistant-tb
- documents.worldbank.org, diakses Maret 16, 2025, https://documents.worldbank.org/en/publication/documents-reports/documentdetail/099200011302237328/BOSIB09ff52de70e6094830f7f60ef44b9c#:~:text=Indonesia’s%20NTP%20focuses%20on%20expanding,90%20percent%20reduction%20in…
- Indonesia – Strengthening National Tuberculosis Response Program – World Bank Documents and Reports, diakses Maret 16, 2025, https://documents.worldbank.org/en/publication/documents-reports/documentdetail/099200011302237328/bosib09ff52de70e6094830f7f60ef44b9c
- documents.worldbank.org, diakses Maret 16, 2025, https://documents.worldbank.org/en/publication/documents-reports/documentdetail/099200011302237328#:~:text=Indonesia’s%20NTP%20focuses%20on%20expanding,90%20percent%20reduction%20in…
- Indonesia – Strengthening National Tuberculosis Response Program – World Bank Documents and Reports, diakses Maret 16, 2025, https://documents.worldbank.org/en/publication/documents-reports/documentdetail/099200011302237328
- ANNUAL REPORT – National TB Program 2022 – Ditjen P2P Kemkes – Kementerian Kesehatan, diakses Maret 16, 2025, https://p2p.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2023/12/FINAL_231123_Layout-TBC_Bahasa-Inggris.pdf
- Learnings from innovative approaches to TB case finding and youth activation in India and Indonesia | PATH, diakses Maret 16, 2025, https://www.path.org/our-impact/resources/learnings-from-innovative-approaches-to-tb-case-finding-and-youth-activation-in-india-and-indonesia/
- Gotong Royong: Indonesian Villages Lead the Charge in TB Elimination, diakses Maret 16, 2025, https://msh.org/story/gotong-royong-indonesian-villages-lead-the-charge-in-tb-elimination/
- INDONESIA – Digital TB Surveillance System Assessment Report, diakses Maret 16, 2025, https://tbassessment.stoptb.org/assets/docs/Digital%20TB%20Surveillance%20System%20Assessment%20All%20Country%20Reports/Indonesia%20Digital%20TB%20Surveillance%20System%20Assessment%20Report.pdf
- National TB Elimination Program in Uttar Pradesh, India: A Case Study of a Country Within the Country – Biomedical Journal of Scientific & Technical Research, diakses Maret 16, 2025, https://biomedres.us/fulltexts/BJSTR.MS.ID.006246.php
- Tackling the problem of TB in Indonesia: what progress has been made?, diakses Maret 16, 2025, https://www.who.int/indonesia/news/detail/17-04-2023-tackling-the-problem-of-tb-in-indonesia–what-progress-has-been-made
- National TB elimination programme – What has changed – PMC – PubMed Central, diakses Maret 16, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9672688/
- TB Alliance Joins Indonesia’s High-Level Meeting on TB, diakses Maret 16, 2025, https://www.tballiance.org/tb-alliance-joins-indonesias-high-level-meeting-on-tb/
- Tuberculosis – Eradication & Prevention | Gates Foundation, diakses Maret 16, 2025, https://www.gatesfoundation.org/our-work/programs/global-health/tuberculosis
- Case 3: Controlling Tuberculosis in China – GiveWell, diakses Maret 16, 2025, https://www.givewell.org/files/DWDA%202009/Interventions/DOTS/Millions%20Saved-Case%203-TB%20in%20China.pdf
- Status and challenges for tuberculosis control in India – Stakeholders’ perspective – PMC, diakses Maret 16, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7550054/
- Despite progress TB is the second biggest infectious killer of adults, diakses Maret 16, 2025, https://www.who.int/director-general/speeches/detail/despite-progress-tb-is-the-second-biggest-infectious-killer-of-adults
- Epidemiology and Challenges to the Elimination of Global Tuberculosis – Oxford Academic, diakses Maret 16, 2025, https://academic.oup.com/cid/article/50/Supplement_3/S156/317765?login=true
- National TB Elimination Program in Uttar Pradesh, India, diakses Maret 16, 2025, https://biomedres.us/pdfs/BJSTR.MS.ID.006246.pdf
- Tuberculosis in Developing Countries – CDC, diakses Maret 16, 2025, https://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/00001729.htm
- Policy gaps in addressing market failures and intervention misalignments in tuberculosis control: prospects for improvement in China, India, and Indonesia – PMC – PubMed Central, diakses Maret 16, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11143451/
- The Epidemiology and Challenges to the Elimination of Global Tuberculosis – PMC, diakses Maret 16, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4575217/
- New program strengthens tuberculosis response in Indonesia – World Bank, diakses Maret 16, 2025, https://www.worldbank.org/en/programs/multi-donor-trust-fund-for-integrating-externally-financed-health-programs/brief/program-strengthens-tuberculosis-response-in-indonesia
- Assessing the Impact of Tuberculosis on Economic Growth in ASEAN Countries: A Conceptual Framework and Panel Data Analysis – UI Scholars Hub, diakses Maret 16, 2025, https://scholarhub.ui.ac.id/cgi/viewcontent.cgi?article=1122&context=eki
- The Economic Burden of Tuberculosis in Indonesia – Management Sciences for Health, diakses Maret 16, 2025, https://msh.org/resources/the-economic-burden-of-tuberculosis-in-indonesia-0/
- Publication: Tuberculosis in Indonesia: Epidemic Projections and Opportunities to Accelerate Control – Open Knowledge Repository, diakses Maret 16, 2025, https://openknowledge.worldbank.org/entities/publication/51173351-aaf2-5c22-a4be-3a2dcaceb0d6
- New World Bank Financing Aims to Strengthen Indonesia’s Tuberculosis Response Program, diakses Maret 16, 2025, https://www.worldbank.org/en/news/press-release/2023/01/16/new-world-bank-financing-aims-to-strengthen-indonesia-tuberculosis-response-program
- The development of the national tuberculosis research priority in Indonesia: A comprehensive mixed-method approach – PMC – PubMed Central, diakses Maret 16, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9910756/
- Indonesia takes leadership role in tackling TB with development of new vaccine candidates, diakses Maret 16, 2025, https://www.who.int/indonesia/news/detail/13-11-2024-indonesia-takes-leadership-role-in-tackling-tb-with-development-of-new-vaccine-candidates
- Innovations in TB Screening and Preventive Therapy Services for PLHIV in Yogyakarta City, Indonesia – PMC, diakses Maret 16, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11769246/
- Innovations in TB Screening and Preventive Therapy Services for PLHIV in Yogyakarta City, Indonesia – PubMed, diakses Maret 16, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39852679/
- Tuberculosis Elimination Priorities | CDC NCHHSTP, diakses Maret 16, 2025, https://www.cdc.gov/nchhstp/priorities/tuberculosis-elimination.html
- REVISEDNATIONALSTRATEGY, diakses Maret 16, 2025, https://tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2024/02/Revised-NSP-TB-2020-2024-and-interim-plan-2025-2026_final_ttd-1.pdf
- Global Tuberculosis Report 2024 – World Health Organization (WHO), diakses Maret 16, 2025, https://www.who.int/teams/global-programme-on-tuberculosis-and-lung-health/tb-reports/global-tuberculosis-report-2024
- WHO report shows global tuberculosis cases are rising | CIDRAP – University of Minnesota, diakses Maret 16, 2025, https://www.cidrap.umn.edu/tuberculosis/who-report-shows-global-tuberculosis-cases-are-rising

Tinggalkan komentar