Kulit adalah lapisan pelindung tubuh yang sangat vital, namun terkadang juga menjadi sasaran infeksi. Salah satu infeksi kulit yang sering terlewatkan namun sebaiknya mendapat perhatian adalah eritrasma. Artikel ini akan mengulas segala hal tentang eritrasma—mulai dari definisi, penyebab, gejala, hingga cara pengobatan dan pencegahannya.
Apa Itu Eritrasma?
Eritrasma adalah infeksi kulit superfisial yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium minutissimum. Infeksi ini umumnya terjadi di area lipatan kulit yang lembap, seperti selangkangan, ketiak, bawah payudara, dan lipatan abdomen. Eritrasma ditandai oleh bercak-bercak berwarna merah-cokelat yang mungkin tampak sedikit bersisik dan, bila diperiksa dengan Wood’s lamp, bercahaya coral-red.

Penyebab dan Faktor Risiko
Eritrasma terjadi akibat pertumbuhan berlebih bakteri Corynebacterium minutissimum yang normalnya terdapat pada kulit. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya eritrasma meliputi:
- Lingkungan Lembap dan Hangat: Kondisi yang memfasilitasi pertumbuhan bakteri di area lipatan kulit.
- Kelebihan Berat Badan: Ruang lipatan kulit yang lebih banyak dan sering lembap.
- Kekurangan Kebersihan: Kurangnya perawatan kebersihan pada area tubuh yang rentan.
- Diabetes dan Gangguan Kekebalan: Kondisi medis yang melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan risiko infeksi.
- Penggunaan Pakaian Ketat: Pakaian yang tidak menyerap keringat dengan baik dapat menciptakan lingkungan lembab yang mendukung pertumbuhan bakteri.
Gejala Eritrasma
Gejala utama eritrasma biasanya meliputi:
- Bercak Kulit: Muncul bercak berwarna merah, cokelat, atau keemasan di area lipatan kulit.
- Permukaan Kasar: Bercak sering kali tampak bersisik atau bertekstur halus.
- Tidak Nyeri: Kebanyakan kasus tidak menimbulkan rasa nyeri, meskipun mungkin terasa gatal ringan.
- Fluoresensi Coral-Red: Bila diperiksa dengan Wood’s lamp, bercak akan memancarkan cahaya merah keoranyean yang khas.
Gejala ini umumnya muncul secara perlahan dan mungkin disalahartikan sebagai kondisi kulit lain seperti jamur. Oleh karena itu, pemeriksaan lebih lanjut sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Diagnosis
Diagnosis eritrasma biasanya dilakukan berdasarkan pemeriksaan klinis oleh dokter kulit. Beberapa metode yang biasa digunakan adalah:
- Pemeriksaan Fisik: Melihat secara langsung bercak-bercak di area yang rentan.
- Wood’s Lamp Examination: Untuk melihat karakteristik fluoresensi coral-red pada bercak, yang menjadi petunjuk kuat adanya eritrasma.
- Kultur Kulit: Jika diperlukan, dokter dapat mengambil sampel untuk dikultur agar memastikan jenis bakteri penyebabnya.
Pengobatan Eritrasma
Pengobatan eritrasma umumnya mudah dan efektif, terutama jika ditangani sejak dini. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:
- Antibiotik Topikal:
Krim atau losion yang mengandung clindamycin atau erythromycin sering diresepkan untuk mengatasi infeksi lokal. Penggunaan secara rutin selama 2-4 minggu biasanya cukup untuk membersihkan infeksi. - Antibiotik Oral:
Pada kasus yang lebih luas atau jika respon terhadap pengobatan topikal kurang optimal, antibiotik oral seperti erythromycin bisa diresepkan oleh dokter. - Pembersihan dan Kebersihan Lokal:
Menjaga area yang terinfeksi tetap bersih dan kering sangat penting. Penggunaan sabun antibakteri dan menjaga kebersihan secara rutin dapat mencegah kekambuhan.
Penting untuk diingat bahwa pengobatan harus dijalankan sesuai petunjuk dokter untuk memastikan infeksi benar-benar terselesaikan.
Pencegahan
Langkah-langkah pencegahan sangat penting untuk meminimalisir risiko terjadinya eritrasma, terutama bagi mereka yang berada pada kelompok risiko:
- Jaga Kebersihan Kulit: Mandi secara rutin dengan sabun antibakteri, terutama di area lipatan kulit.
- Keringkan Kulit dengan Baik: Pastikan area yang rentan kering setelah mandi atau berkeringat.
- Pilihan Pakaian: Pakai pakaian longgar dan berbahan yang dapat menyerap keringat untuk mengurangi kelembapan di area lipatan.
- Kontrol Kondisi Medis: Bagi penderita diabetes atau kondisi medis yang mempengaruhi sistem imun, perawatan dan kontrol kondisi tersebut sangat penting.
- Hindari Kelembapan Berlebih: Gunakan bedak antiseptik jika diperlukan pada area yang mudah berkeringat.
Kesimpulan
Eritrasma adalah infeksi kulit ringan yang sering terjadi pada area lipatan kulit, terutama dalam kondisi lembap. Meskipun tidak menimbulkan rasa nyeri yang signifikan, infeksi ini dapat menimbulkan masalah kosmetik dan berpotensi kambuh jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan menjaga kebersihan, menerapkan gaya hidup yang sehat, dan mengikuti saran pengobatan dari tenaga medis, Anda dapat mengatasi dan mencegah eritrasma secara efektif.
Jika Anda mendapati bercak kulit yang tidak biasa atau mengalami gejala klinis seperti yang telah dijelaskan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kulit. Penanganan dini sangat membantu mencegah penyebaran infeksi dan memastikan kulit tetap sehat.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi. Informasi yang diberikan tidak menggantikan saran medis profesional. Jika Anda mempunyai pertanyaan atau kekhawatiran mengenai kondisi kulit Anda, silakan konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan terkait.

Tinggalkan komentar