A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Skrofuloderma adalah salah satu manifestasi cutaneous tuberculosis, yakni infeksi tuberkulosis yang menyerang kulit. Penyakit ini terjadi akibat perpanjangan infeksi dari kelenjar getah bening (biasanya kelenjar leher) ke jaringan kulit di sekitarnya. Meskipun jarang ditemui dibandingkan bentuk tuberculosis lainnya, skrofuloderma tetap penting untuk dikenali agar penanganan cepat dapat mengurangi komplikasi dan menyelamatkan kualitas hidup pasien.


Apa Itu Skrofuloderma?

Skrofuloderma merupakan jenis infeksi kulit kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis atau, dalam beberapa kasus, Mycobacterium bovis. Infeksi ini biasanya terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki riwayat tuberkulosis pada kelenjar getah bening. Proses infeksinya berlangsung secara perlahan, mulai dari terjadinya inflamasi pada kelenjar getah bening yang terkena, kemudian menyebar ke kulit di atasnya, hingga akhirnya membentuk lesi ulseratif (luka kronis) dengan tepi yang tidak rata.


Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab Utama

  • Infeksi Tuberkulosis:
    Penyebab skrofuloderma adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis atau Mycobacterium bovis. Proses penyakit dimulai dari penularan bakteri yang kemudian menyerang kelenjar getah bening, terutama di daerah leher.

Faktor Risiko

  • Sistem Kekebalan Tubuh Lemah:
    Penderita dengan status imun yang menurun (misalnya, penderita HIV/AIDS, malnutrisi, atau kondisi medis tertentu) berisiko lebih tinggi mengembangkan skrofuloderma.
  • Paparan Lingkungan:
    Tinggal di lingkungan dengan tingkat penularan tuberkulosis yang tinggi meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi.
  • Usia:
    Skrofuloderma sering ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda, terutama di daerah dengan prevalensi tuberkulosis tinggi.

Gejala Skrofuloderma

Gejala skrofuloderma muncul secara perlahan karena merupakan proses penyakit kronis. Beberapa gejala yang umum ditemui meliputi:

  • Lesi Kulit:
    Timbul sebagai benjolan atau nodul di atas kelenjar yang terinfeksi. Seiring waktu, benjolan tersebut dapat berkembang menjadi ulkus (luka terbuka) dengan dasar yang dalam dan tepi yang tidak rata.
  • Kulit Berwarna:
    Area yang terdampak biasanya menunjukkan perubahan warna, misalnya keabu-abuan, cokelat atau kemerahan.
  • Pembengkakan Kelenjar Getah Bening:
    Kelenjar leher atau daerah lain yang merupakan sumber infeksi bisa terasa bengkak, nyeri, dan terkadang disertai pembentukan fistula (saluran abnormal).
  • Keluhan Sistemik:
    Demam ringan, penurunan berat badan, dan kelelahan umum dapat menyertai infeksi tuberkulosis pada kelenjar.

Metode Diagnosis

Diagnosis skrofuloderma melibatkan beberapa langkah penting untuk memastikan penyebab infeksi dan menentukan terapi yang tepat:

  1. Pemeriksaan Fisik:
    Dokter akan mengevaluasi lesi kulit serta riwayat medis yang mencakup kemungkinan infeksi tuberkulosis.
  2. Pemeriksaan Laboratorium:
    • Tes Tuberkulin/IGRA: Digunakan untuk menilai paparan terhadap Mycobacterium tuberculosis.
    • Kultur dan Pewarnaan ZN (Ziehl-Neelsen): Dari sampel jaringan kulit untuk mendeteksi bakteri tuberkulosis.
  3. Pencitraan Medis:
    • Ultrasonografi atau CT Scan: Dapat membantu menilai kondisi kelenjar getah bening dan jaringan di sekitarnya.
  4. Biopsi Kulit:
    Pengambilan sampel jaringan lesi untuk analisis histopatologi dapat memberikan konfirmasi pasti terhadap adanya infeksi tuberkulosis.

Pengobatan Skrofuloderma

Pengobatan skrofuloderma biasanya mengacu kepada terapi tuberkulosis, dengan penekanan pada pemberian obat anti-tuberkulosis (OAT) sebagai terapi lini pertama. Pendekatan pengobatan meliputi:

  • Terapi Anti-Tuberkulosis:
    Biasanya menggunakan kombinasi beberapa obat, seperti isoniazid, rifampisin, pyrazinamide, dan ethambutol, selama minimal 6-9 bulan.
  • Perawatan Lokal:
    Pembersihan dan perawatan luka yang terukir dapat membantu mempercepat penyembuhan. Dalam beberapa kasus, drainase bedah kecil mungkin diperlukan jika terdapat abses atau fistula.
  • Pengawasan dan Evaluasi:
    Monitoring berkala terhadap respons pengobatan sangat penting untuk menilai efektivitas terapi dan mencegah kekambuhan.

Pencegahan dan Edukasi

Langkah-langkah pencegahan merupakan bagian integral dalam mengendalikan penyebaran tuberkulosis dan komplikasinya:

  • Vaksinasi BCG:
    Vaksin Bacille Calmette-Guérin (BCG) telah terbukti memberikan perlindungan terhadap bentuk-bentuk tuberkulosis yang parah, terutama pada anak-anak.
  • Peningkatan Kebersihan dan Ventilasi:
    Menerapkan kebersihan lingkungan serta menyediakan sirkulasi udara yang baik di tempat tinggal dan ruang publik dapat menekan penularan tuberkulosis.
  • Edukasi Masyarakat:
    Informasi mengenai gejala tuberkulosis, termasuk manifestasi kulit seperti skrofuloderma, perlu disampaikan agar masyarakat dapat mendeteksi dini dan mencari perawatan.

Kesimpulan

Skrofuloderma adalah salah satu bentuk infeksi kulit yang berkaitan dengan tuberkulosis, muncul dari infeksi kelenjar getah bening yang menyebar ke kulit. Penyakit ini menuntut penanganan yang cepat dan tepat melalui kombinasi terapi anti-tuberkulosis serta perawatan lokal. Edukasi mengenai gejala, diagnosis awal, dan pencegahan sangat penting untuk melindungi individu, terutama di daerah dengan prevalensi tuberkulosis yang tinggi.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang skrofuloderma, kita diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan dampak tuberkulosis pada kulit dan pentingnya deteksi dini serta pengobatan yang sesuai. Jika Anda atau orang terdekat mengalami lesi kulit yang mencurigakan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk evaluasi lebih lanjut.


Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi. Informasi yang diberikan tidak menggantikan saran medis profesional. Jika ada pertanyaan atau kekhawatiran mengenai kesehatan kulit atau dugaan infeksi tuberkulosis, segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan terkait.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar