
1. Pendahuluan
Produksi dan penggunaan plastik telah meningkat secara eksponensial di seluruh dunia, membawa serta masalah polusi plastik yang semakin mengkhawatirkan. Awalnya, perhatian terfokus pada dampak visual dan lingkungan dari sampah plastik berukuran besar. Namun, seiring waktu, kesadaran tumbuh mengenai keberadaan dan potensi bahaya dari partikel plastik yang jauh lebih kecil, yang dikenal sebagai microplastic 1. Partikel-partikel ini, dengan ukuran mulai dari beberapa milimeter hingga nanometer, telah ditemukan di berbagai ekosistem di planet ini, dari tundra Antartika hingga terumbu karang tropis, dan bahkan di dalam makanan, minuman, serta jaringan tubuh manusia dan hewan 1.
Kekhawatiran mengenai potensi dampak microplastic terhadap kesehatan manusia semakin meningkat seiring dengan bertambahnya penelitian di bidang ini. Laporan ini bertujuan untuk menyajikan tinjauan komprehensif mengenai dampak microplastic terhadap kesehatan manusia berdasarkan penelitian ilmiah terkini. Selain itu, laporan ini juga akan memberikan informasi mengenai cara-cara efektif yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan microplastic dalam kehidupan sehari-hari.
Ruang lingkup laporan ini mencakup definisi dan klasifikasi microplastic dan nanoplastic, sumber-sumber utama microplastic di lingkungan, rute paparan microplastic pada manusia, dampak kesehatan yang teridentifikasi melalui penelitian terkini, strategi pengurangan paparan di tingkat individu, serta tinjauan singkat kebijakan dan regulasi terkait. Laporan ini ditujukan bagi masyarakat umum di Indonesia, pembuat kebijakan, organisasi lingkungan, dan pihak-pihak lain yang tertarik pada isu kesehatan lingkungan. Struktur laporan ini akan dimulai dengan menjelaskan definisi dan sumber microplastic, diikuti dengan rute paparan pada manusia, kemudian membahas dampak kesehatan berdasarkan penelitian terkini, dilanjutkan dengan upaya pengurangan paparan, dan diakhiri dengan tinjauan kebijakan serta kesimpulan.
2. Definisi dan Sumber Microplastic
Microplastic didefinisikan sebagai partikel plastik dengan ukuran mulai dari 5 milimeter (mm), yang kira-kira sebesar penghapus pensil, hingga 1 nanometer (nm) 1. Sebagai perbandingan, sehelai rambut manusia memiliki lebar sekitar 80.000 nanometer 2. NOAA juga mendefinisikan microplastic sebagai partikel plastik yang berukuran kurang dari lima milimeter 3. Di sisi lain, nanoplastic merupakan subset dari microplastic yang berukuran lebih kecil dari 1 mikrometer (µm) atau 1000 nm, dan partikel-partikel ini sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang 1. Perbedaan ukuran ini penting karena nanoplastic, dengan ukurannya yang lebih kecil, berpotensi memiliki perilaku dan dampak yang berbeda dalam sistem biologis.
Microplastic dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis utama berdasarkan asalnya: primer dan sekunder 1. Microplastic primer diproduksi dengan ukuran kecil untuk tujuan tertentu, seperti microbeads yang digunakan dalam produk kosmetik atau pelet plastik yang menjadi bahan baku industri 1. Contoh lain termasuk glitter dan lapisan benih 5. Sementara itu, microplastic sekunder terbentuk dari pemecahan plastik berukuran lebih besar seperti pembungkus makanan, botol minuman, ban mobil, dan tekstil sintetis 1. Proses pemecahan ini dapat terjadi melalui pelapukan kimiawi, kerusakan mekanis, dan bahkan melalui proses pencernaan hewan 1. Serat-serat yang terlepas dari pakaian sintetis dan partikel dari abrasi ban juga merupakan contoh umum dari microplastic sekunder 5.
Terdapat berbagai sumber utama microplastic di lingkungan. Degradasi barang-barang plastik seperti kemasan makanan, mainan, dan filter rokok merupakan salah satu sumber utama 5. Serat-serat yang terlepas dari tekstil sintetis seperti nilon, poliester, akrilik, dan spandeks selama pencucian juga menjadi kontributor signifikan 5. Partikel-partikel yang dihasilkan dari abrasi ban kendaraan di jalan juga merupakan sumber penting lainnya 5. Selain itu, debu kota, yang mencakup partikel dari abrasi sol sepatu sintetis, cat bangunan, dan infrastruktur lainnya, juga berkontribusi terhadap polusi microplastic 6. Marka jalan yang terbuat dari cat termoplastik juga dapat menghasilkan microplastic saat aus 7. Pelapis kapal yang mengandung polimer seperti poliuretan dan epoksi juga dapat menjadi sumber microplastic 7. Produk perawatan pribadi dan kosmetik yang mengandung microbeads plastik, meskipun telah dilarang di beberapa negara, masih dapat menjadi sumber polusi 6. Bahkan deterjen dan limbah dari pengolahan air juga dapat mengandung dan melepaskan microplastic ke lingkungan 8. Pelet plastik atau nurdles, yang merupakan bahan baku untuk pembuatan produk plastik lainnya, juga dapat tumpah ke lingkungan selama transportasi dan penanganan 5.
| Sumber Utama Microplastic di Lingkungan | Contoh Spesifik | Persentase Kontribusi (Perkiraan) |
| Tekstil Sintetis | Pakaian Polyester, Nilon, Akrilik | 35% 6 |
| Ban Mobil | Abrasi Ban Kendaraan | 28% 6 |
| Produk Perawatan Pribadi | Microbeads dalam Scrub Wajah, Pasta Gigi | 1-2% 6 |
| Degradasi Plastik Besar | Pecahan Botol, Tas Plastik, Kemasan Makanan | 69-81% (Sekunder) 6 |
| Debu Kota | Abrasi Sol Sepatu, Cat Bangunan, Debu Rumah Tangga | 24% 7, 10-20% 8 |
| Marka Jalan | Cat Termoplastik pada Jalan | 3-5% 7 |
| Pelapis Kapal | Pelapis Poliuretan, Epoksi pada Kapal | 3.7% 7 |
| Cat | Cat Bangunan (Interior dan Eksterior) | |
| Deterjen | Partikel Poliuretan dalam Deterjen Pencuci Piring | |
| Limbah Pengolahan Air | Pelepasan Bio-beads dari WWTP | |
| Pelet Plastik | Nurdles sebagai Bahan Baku Industri Plastik |
3. Rute Paparan Microplastic pada Manusia
Manusia dapat terpapar microplastic melalui berbagai rute, yang utama adalah penelanan (ingestion), pernapasan (inhalation), dan kontak kulit (dermal contact) 9.
Penelanan merupakan rute paparan yang signifikan karena microplastic telah ditemukan dalam berbagai sumber makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari 5. Air minum, baik dari keran maupun dalam botol, sering kali mengandung partikel microplastic 9. Makanan laut, terutama kerang seperti remis, tiram, dan kerang, dapat mengakumulasi microplastic dari lingkungan laut dan menjadi sumber paparan bagi manusia yang mengonsumsinya 9. Garam, gula, teh, madu, susu, serta buah dan sayuran juga telah dilaporkan mengandung microplastic 9. Bahkan, partikel microplastic dapat terlepas dari kemasan makanan plastik, terutama ketika dipanaskan, dan mencemari makanan yang ada di dalamnya 5. Transfer microplastic juga dapat terjadi melalui rantai makanan, di mana hewan yang menelan microplastic kemudian dikonsumsi oleh manusia 5. Diperkirakan bahwa manusia dapat menelan puluhan ribu hingga jutaan partikel microplastic setiap tahunnya melalui makanan dan minuman 9.
Rute paparan penting lainnya adalah melalui pernapasan. Microplastic telah ditemukan di udara, baik di dalam maupun di luar ruangan 5. Debu rumah tangga, serat dari pakaian dan tekstil sintetis, partikel dari abrasi ban, serta emisi industri dapat menjadi sumber microplastic di udara 9. Studi telah menemukan konsentrasi serat microplastic di udara luar ruangan Paris sebesar 5.4 serat/m³ dan di dalam ruangan sebesar 0.9 serat/m³ 9. Di Shanghai, konsentrasi rata-rata microplastic di udara luar ruangan adalah 1.42 partikel/m³ 9. Partikel-partikel ini, ketika terhirup, dapat masuk ke dalam saluran pernapasan dan bahkan mencapai paru-paru 9. Diperkirakan bahwa manusia dapat menghirup puluhan ribu partikel microplastic setiap tahunnya 9. Bahkan, penelitian telah menemukan partikel polietilen (PE) dan polipropilen (PP) di dalam jaringan paru-paru manusia 9.
Kontak kulit juga merupakan rute paparan, meskipun umumnya dianggap memiliki tingkat penyerapan yang lebih rendah dibandingkan penelanan dan pernapasan 5. Produk perawatan pribadi seperti krim wajah, sabun, dan kosmetik sering kali mengandung microplastic, yang dapat bersentuhan dengan kulit selama penggunaan 9. Selain itu, kontak dengan permukaan yang terkontaminasi microplastic, seperti debu atau tanah, juga dapat menyebabkan paparan 9. Meskipun microplastic umumnya dianggap tidak dapat menembus penghalang kulit, penelitian menunjukkan bahwa bahan tambahan kimia yang terkandung dalam plastik, seperti brominated flame retardants (BFRs), bisphenols (BPs), triclosan, dan phthalates, dapat diserap melalui kulit 9.
4. Dampak Microplastic bagi Kesehatan Manusia Berdasarkan Penelitian Terkini
Penelitian terkini menunjukkan bahwa paparan microplastic dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan manusia. Studi-studi telah mengaitkan paparan ini dengan peningkatan risiko serangan jantung, stroke, dan bahkan kematian 20. Microplastic telah terdeteksi di berbagai bagian tubuh manusia, termasuk darah, paru-paru, hati, sendi, dan otak 13. Diperkirakan bahwa rata-rata orang dapat menelan, minum, atau menghirup puluhan ribu hingga ratusan ribu partikel microplastic setiap tahunnya 21.
Secara umum, senyawa kimia yang terkandung dalam microplastic berpotensi mengancam kesehatan manusia 16. Microplastic dapat membawa agen kimia dan biologis, termasuk aditif toksik, polutan organik persisten, dan logam berat 16. Setelah tertelan, zat-zat kimia ini dapat terlepas dari partikel plastik dan masuk ke dalam tubuh 16. Penelitian pada hewan pengerat menunjukkan bahwa paparan microplastic dapat mempengaruhi paru-paru, hati, usus, serta sistem reproduksi dan saraf 24. Bahkan, microplastic yang dianggap “bersih” atau bebas dari aditif berbahaya pun dapat menyebabkan masalah kesehatan 24. Paparan microplastic juga dikaitkan dengan penurunan kesuburan dan peningkatan obesitas 24.
Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa paparan microplastic dapat meningkatkan risiko masalah pernapasan dan pencernaan, gangguan tidur, obesitas, dan diabetes 25. Pada tingkat seluler, microplastic dan nanoplastic dapat menginduksi apoptosis (kematian sel) dan memiliki efek genotoksik dan sitotoksik 26. Partikel-partikel ini juga dapat melewati penghalang biologis, masuk ke aliran darah, dan diinternalisasi oleh mitokondria, yang merupakan pusat penghasil energi dalam sel 27. Gangguan pada fungsi mitokondria dapat meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan penyakit kardiovaskular seperti stroke 27. Paparan microplastic juga dapat menyebabkan disfungsi mitokondria melalui peningkatan stres oksidatif dan penurunan produksi adenosine triphosphate (ATP), yang merupakan sumber energi utama sel 27.
Studi lain menemukan bahwa microplastic dan nanoplastic yang ditemukan di plak pembuluh darah manusia terkait dengan potensi peningkatan risiko serangan jantung, stroke, atau kematian 23. Microplastic juga dapat terakumulasi di sistem kardiovaskular, saraf, reproduksi, dan pencernaan 28. Bukti yang jelas menunjukkan efek toksik kardiovaskular pada manusia akibat paparan microplastic 28. Selain itu, paparan microplastic dapat mengganggu sinyal reseptor hormon dan menyebabkan disfungsi endokrin 28. Pada sistem saraf, polystyrene microplastic dapat terakumulasi di otak dan menyebabkan perilaku mirip kecemasan, sementara polystyrene nanoplastic dapat merusak penghalang darah-otak 28. Paparan microplastic juga dikaitkan dengan peningkatan stres oksidatif, kerusakan DNA, disfungsi organ, gangguan metabolisme, perubahan respons imun, neurotoksisitas, serta toksisitas reproduksi dan perkembangan 29.
4.1 Dampak pada Sistem Pencernaan
Penelitian secara khusus menyoroti dampak microplastic pada sistem pencernaan. Paparan microplastic dicurigai sebagai bahaya bagi sistem pencernaan manusia, dengan dugaan adanya kaitan dengan kanker kolon 30. Bukti yang ada menunjukkan bahwa paparan microplastic dapat berdampak buruk pada kolon dan usus kecil, proliferasi dan kematian sel usus, peradangan kronis usus, serta fungsi sistem kekebalan usus 30. Studi pada hewan juga menunjukkan bahwa microplastic dapat mempengaruhi jalur pencernaan, berpindah dari usus ke jaringan ginjal, hati, dan otak 31. Pergerakan ini dapat mengubah jalur metabolisme di jaringan yang terkena dan berpotensi memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada 31. Selain itu, microplastic dapat mempengaruhi makrofag, yaitu sel imun di usus, mengubah fungsinya, dan menyebabkan pelepasan molekul inflamasi 31. Perubahan pada mikrobiota usus juga telah diamati terkait dengan paparan microplastic 31.
4.2 Dampak pada Sistem Pernapasan
Paparan microplastic juga dicurigai sebagai bahaya bagi sistem pernapasan manusia 30. Penelitian menunjukkan bukti berkualitas sedang yang mengaitkan paparan microplastic dengan gangguan fungsi paru-paru, cedera paru-paru, peradangan kronis, dan stres oksidatif pada sistem pernapasan 30. Microplastic telah ditemukan di seluruh bagian paru-paru manusia 13. Partikel-partikel yang terhirup ini berpotensi mengiritasi dan merusak paru-paru, mirip dengan kerusakan yang disebabkan oleh materi partikulat lainnya yang ada di udara 13.
4.3 Dampak pada Sistem Kardiovaskular
Penelitian terkini menunjukkan adanya hubungan yang mengkhawatirkan antara paparan microplastic dan kesehatan kardiovaskular. Sebuah studi pada tahun 2024 menunjukkan kemungkinan peningkatan risiko serangan jantung, stroke, atau kematian terkait dengan paparan microplastic 21. Studi lain menemukan bahwa pasien dengan penyakit jantung yang memiliki microplastic di pembuluh darah leher mereka memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung atau stroke dan kematian dalam tiga tahun berikutnya 22. Bahkan pada pasien dengan penyakit kardiovaskular asimtomatik, keberadaan microplastic pada plak arteri karotis dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi terhadap kejadian kardiovaskular 24. Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan akumulasi microplastic di sistem kardiovaskular dan bukti yang jelas mengenai efek toksik kardiovaskular pada manusia 28. Keberadaan microplastic dalam darah juga diyakini dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung 32.
4.4 Dampak pada Sistem Saraf
Penelitian pada hewan pengerat menunjukkan bahwa microplastic dapat bergerak melalui otak dan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi efek jangka panjang pada gangguan neurologis seperti depresi dan kesehatan kardiovaskular 21. Pada tingkat seluler, microplastic dapat menginduksi aktivasi autophagy pada neuron 28. Polystyrene microplastic dapat terakumulasi di otak dan menyebabkan perilaku mirip kecemasan, sementara polystyrene nanoplastic dapat meningkatkan stres oksidatif dan merusak penghalang darah-otak 28. Nanoplastic juga dapat menyebabkan kerusakan mitokondria pada sel neuroblastoma, yang dapat mengganggu metabolisme energi dan menyebabkan degenerasi neuron 28. Secara keseluruhan, paparan microplastic pada sistem saraf dikaitkan dengan gangguan metabolisme energi, degenerasi neuron, dan potensi keterkaitan dengan penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson dan demensia 28. Microplastic juga dilaporkan dapat berpindah dari usus ke jaringan otak 31 dan inhalasi microplastic dapat menyebabkan translokasi melintasi penghalang darah-otak, menimbulkan kekhawatiran tentang efek neurologis 10.
4.5 Dampak pada Sistem Reproduksi
Paparan microplastic dicurigai sebagai bahaya bagi sistem reproduksi manusia 30. Bukti berkualitas tinggi menunjukkan dampak buruk pada kualitas sperma, dan bukti berkualitas sedang mengindikasikan dampak buruk pada folikel wanita dan hormon reproduksi 30. Studi pada hewan pengerat juga menunjukkan penurunan kualitas sperma dan kadar testosteron akibat paparan microplastic 24. Selain itu, paparan nanoplastic polystyrene dalam studi laboratorium telah menunjukkan potensi menyebabkan kelainan reproduksi 33. Kehadiran microplastic di plasenta dan jaringan janin menimbulkan kekhawatiran tentang potensi dampaknya terhadap perkembangan janin dan hasil kehamilan 10.
4.6 Dampak pada Sistem Kekebalan Tubuh
Paparan microplastic dicurigai berdampak buruk pada fungsi sistem kekebalan usus 30. Penelitian juga mengaitkan paparan ini dengan supresi imun 24. Pada tingkat seluler, microplastic dapat menyebabkan pelepasan sitokin pro-inflamasi dari monosit manusia dan mengurangi kelangsungan hidup serta proliferasi sel induk hematopoietik 28. Microplastic juga dapat mempengaruhi makrofag, sel-sel kekebalan tubuh, mengubah fungsinya, dan menyebabkan pelepasan molekul inflamasi 31. Disregulasi sistem kekebalan tubuh secara umum juga dikaitkan dengan paparan microplastic 10. Kehadiran microplastic di kelenjar getah bening dan sirkulasi darah menimbulkan kekhawatiran tentang dampak jangka panjang pada fungsi kekebalan tubuh 10. Penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa paparan microplastic dapat menyebabkan penurunan respons imun dan peningkatan peradangan 5.
4.7 Dampak Nanoplastic
Nanoplastic, karena ukurannya yang sangat kecil (kurang dari 1 µm), memiliki potensi bahaya yang lebih besar dibandingkan microplastic 1. Partikel-partikel ini lebih mudah memasuki tubuh melalui sistem pernapasan, pencernaan, atau kulit 26. Nanoplastic telah ditemukan dalam konsentrasi yang lebih tinggi pada plasenta kelahiran prematur, menunjukkan potensi dampaknya pada perkembangan janin 21. Di dalam tubuh, nanoplastic dapat mengalami bioakumulasi dan berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan 26. Ukurannya yang kecil memungkinkan mereka untuk melewati penghalang biologis, masuk ke aliran darah, dan bahkan diinternalisasi oleh mitokondria dalam sel 15. Nanoplastic juga dapat menginduksi apoptosis sel dan memiliki efek genotoksik serta sitotoksik 26. Selain itu, nanoplastic dapat diendositosis oleh sel dan menginduksi aktivasi autophagy, sebuah proses di mana sel membersihkan komponen yang rusak 28.
5. Upaya Pengurangan Paparan Microplastic
Meskipun menghindari paparan microplastic sepenuhnya mungkin tidak realistis, terdapat berbagai langkah praktis yang dapat diambil untuk mengurangi paparan di tingkat individu.
5.1 Di Rumah
Beberapa tindakan dapat dilakukan di rumah untuk meminimalkan paparan microplastic. Memilih produk dengan kemasan non-plastik seperti kaca atau logam dapat membantu 5. Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik; gunakan wadah kaca atau keramik sebagai gantinya 29. Penggunaan filter air, terutama sistem reverse osmosis dengan filter remineralisasi, dapat mengurangi kadar microplastic dalam air minum 22. Membersihkan rumah secara teratur dengan vacuum cleaner yang dilengkapi filter HEPA dapat membantu menghilangkan partikel microplastic dari udara dan debu 29. Memilih pakaian dan tekstil rumah yang terbuat dari serat alami seperti katun, wol, sutra, linen, bambu, atau hemp daripada serat sintetis dapat mengurangi pelepasan microfiber 18. Memasang filter pada mesin cuci juga dapat menangkap serat mikro yang terlepas selama pencucian 18. Mencuci pakaian lebih jarang dengan air dingin dan mengeringkannya dengan cara diangin-anginkan juga dapat mengurangi pelepasan microfiber 5. Menggunakan kantong cucian khusus yang dirancang untuk menangkap serat mikro adalah pilihan lain 35. Di dapur, hindari penggunaan talenan plastik dan gantilah dengan talenan kayu, kaca, atau baja 22. Wadah penyimpanan makanan plastik sebaiknya diganti dengan wadah kaca atau baja tahan karat 29. Jika Anda penggemar teh, pilihlah teabag tanpa plastik atau gunakan teh seduh dengan saringan logam 32. Merebus air keran dan kemudian menyaringnya melalui filter kopi juga dapat membantu mengurangi kadar microplastic 32.
5.2 Dalam Konsumsi
Pilihan konsumsi sehari-hari juga dapat memengaruhi paparan microplastic. Mengurangi konsumsi air minum dalam botol plastik dan beralih ke botol minum isi ulang adalah langkah yang baik 18. Pilihlah makanan segar daripada makanan olahan yang sering kali dikemas dalam plastik berlebihan 29. Mengurangi konsumsi makanan laut tertentu, terutama kerang yang cenderung mengandung lebih banyak microplastic, juga disarankan 18. Jika memungkinkan, pilihlah produk dengan kemasan kaca daripada plastik atau kaleng yang mungkin dilapisi plastik 35. Membawa tas belanja dan kantong produk sendiri yang dapat digunakan kembali saat berbelanja dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai 5. Hindari penggunaan sedotan dan peralatan makan plastik sekali pakai; pilihlah alternatif yang dapat digunakan kembali 5. Pertimbangkan untuk menggunakan garam batu atau garam tambang daripada garam laut 35. Mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan makanan yang dibungkus plastik juga dapat membantu 19. Jika memungkinkan, belilah produk dalam jumlah besar atau di toko tanpa kemasan untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik 19.
5.3 Dalam Gaya Hidup
Perubahan gaya hidup juga dapat berkontribusi pada pengurangan paparan microplastic. Kurangi penggunaan produk kosmetik dan perawatan pribadi yang mengandung microplastic; cari alternatif alami atau tanpa plastik 5. Pilihlah transportasi alternatif seperti berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum untuk mengurangi emisi partikel dari ban mobil 18. Pastikan tekanan ban mobil Anda selalu tepat untuk mengurangi keausan dan pelepasan partikel 29. Pilihlah produk perawatan tubuh dan pembersih yang tidak mengandung microbeads plastik 5. Sebisa mungkin, pilihlah produk dengan kemasan yang lebih sedikit atau tanpa plastik 36. Hindari penggunaan hand sanitizer sebelum memegang struk kertas termal karena dapat meningkatkan penyerapan bahan kimia seperti BPA 35. Pilihlah struk digital jika tersedia 35. Kurangi pembelian pakaian baru yang terbuat dari serat sintetis; fokuslah pada pembelian pakaian berkualitas tinggi yang tahan lama dan terbuat dari serat alami 18. Perbaiki barang elektronik dan pakaian Anda daripada menggantinya sesering mungkin untuk mengurangi jumlah plastik yang berpotensi menjadi microplastic 37.
5.4 Peran Kebijakan dan Regulasi Pemerintah
Selain tindakan individu, kebijakan dan regulasi pemerintah memainkan peran penting dalam mengatasi masalah polusi microplastic. Beberapa negara dan wilayah telah mengambil langkah-langkah seperti melarang penggunaan microbeads dalam produk kosmetik dan perawatan pribadi 3. Regulasi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik dan peralatan makan plastik, juga telah diterapkan di beberapa tempat 5. Upaya untuk meningkatkan daur ulang dan pengelolaan sampah plastik secara keseluruhan juga terus dilakukan 5. Penelitian dan pemantauan kadar microplastic di lingkungan dan makanan terus dilakukan untuk memahami lebih lanjut tentang masalah ini 5. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat melalui US EPA, telah mengembangkan strategi nasional untuk mencegah polusi plastik 5. Kerja sama internasional melalui organisasi seperti UN Environment Assembly juga penting untuk mengatasi polusi plastik global 21. Investasi dalam infrastruktur air minum dan air limbah untuk menghilangkan kontaminan, termasuk microplastic, juga merupakan langkah penting 5. Mendorong tanggung jawab produsen untuk mengurangi dampak plastik melalui desain produk dan kemasan yang lebih berkelanjutan juga merupakan bagian dari solusi 29.
6. Kesimpulan
Penelitian terkini memberikan gambaran yang semakin jelas mengenai potensi dampak negatif microplastic terhadap kesehatan manusia. Paparan microplastic, melalui penelanan, pernapasan, dan kontak kulit, dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan yang mempengaruhi sistem pencernaan, pernapasan, kardiovaskular, saraf, reproduksi, dan kekebalan tubuh. Ukuran nanoplastic yang lebih kecil menimbulkan kekhawatiran tambahan karena kemampuannya untuk lebih mudah menembus penghalang biologis dan berinteraksi dengan sel.
Mengingat potensi risiko kesehatan ini, tindakan pencegahan dan pengurangan paparan menjadi sangat penting. Di tingkat individu, langkah-langkah seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilih produk dengan kemasan non-plastik, menghindari pemanasan makanan dalam wadah plastik, dan meningkatkan kualitas air dan udara di rumah dapat membantu mengurangi paparan. Di tingkat kolektif, kebijakan dan regulasi pemerintah yang kuat diperlukan untuk mengatasi masalah polusi microplastic secara sistemik, termasuk larangan penggunaan microplastic dalam produk tertentu, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan daur ulang, dan investasi dalam penelitian dan infrastruktur yang berkelanjutan.
Meskipun penelitian mengenai dampak microplastic terhadap kesehatan manusia terus berkembang, masih banyak yang perlu dipelajari, terutama mengenai risiko kesehatan jangka panjang dan dampak nanoplastic. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan metode deteksi dan pengukuran yang lebih standar, serta untuk menemukan solusi yang efektif untuk mengurangi polusi microplastic di lingkungan.
Masalah polusi microplastic merupakan tantangan global yang kompleks dan memerlukan tindakan bersama dari individu, pemerintah, industri, dan komunitas ilmiah. Dengan meningkatkan kesadaran, mengambil langkah-langkah pencegahan, dan mendukung kebijakan yang berkelanjutan, kita dapat bekerja sama untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dari ancaman polusi microplastic.
Bacaan lebih lanjut:
- Microplastics Research | US EPA, diakses Maret 15, 2025, https://www.epa.gov/water-research/microplastics-research
- http://www.epa.gov, diakses Maret 15, 2025, https://www.epa.gov/water-research/microplastics-research#:~:text=EPA%20researchers%20define%20microplastics%2C%20or,is%20about%2080%2C000%20nanometers%20wide.
- What are microplastics? – NOAA’s National Ocean Service, diakses Maret 15, 2025, https://oceanservice.noaa.gov/facts/microplastics.html
- Microplastics | Marine Debris Program – National Oceanic and Atmospheric Administration, diakses Maret 15, 2025, https://marinedebris.noaa.gov/what-marine-debris/microplastics
- Microplastics – Illinois Environmental Protection Agency, diakses Maret 15, 2025, https://epa.illinois.gov/topics/water-quality/microplastics.html
- Microplastics: sources, effects and solutions | Topics – European Parliament, diakses Maret 15, 2025, https://www.europarl.europa.eu/topics/en/article/20181116STO19217/microplastics-sources-effects-and-solutions
- Where do microplastics come from? – HORIBA, diakses Maret 15, 2025, https://www.horiba.com/int/scientific/resources/science-in-action/where-do-microplastics-come-from/
- Sources of microplastics and their distribution in the environment, diakses Maret 15, 2025, https://www.firstsentier-mufg-sustainability.com/insight/sources-of-microplastics-and-their-distribution-in-the-environment.html
- Potential Health Impact of Microplastics: A Review of Environmental Distribution, Human Exposure, and Toxic Effects | Environment & Health – ACS Publications, diakses Maret 15, 2025, https://pubs.acs.org/doi/10.1021/envhealth.3c00052
- What are exposure pathways and health risks of microplastics in our body? – Down To Earth, diakses Maret 15, 2025, https://www.downtoearth.org.in/waste/what-are-exposure-pathways-and-health-risks-of-microplastics-in-our-body–95840
- Microplastics and human health – Wikipedia, diakses Maret 15, 2025, https://en.wikipedia.org/wiki/Microplastics_and_human_health
- pmc.ncbi.nlm.nih.gov, diakses Maret 15, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10151227/#:~:text=Microplastics%20have%20been%20detected%20in,or%20cause%20local%20particle%20toxicity.
- Microplastics are in our bodies. Here’s why we don’t know the health risks, diakses Maret 15, 2025, https://www.sciencenews.org/article/microplastics-human-bodies-health-risks
- How plastic gets into your body | Trash Hero World, diakses Maret 15, 2025, https://trashhero.org/eyzw3/
- Scientists know our bodies are full of microplastics. What are they doing to us? – KPBS, diakses Maret 15, 2025, https://www.kpbs.org/news/health/2024/12/18/scientists-know-our-bodies-are-full-of-microplastics-what-are-they-doing-to-us
- Impacts of microplastics on health (Signal) | European zero pollution dashboards, diakses Maret 15, 2025, https://www.eea.europa.eu/en/european-zero-pollution-dashboards/indicators/impacts-of-microplastics-on-health-signal
- A Review of Human Exposure to Microplastics and Insights Into Microplastics as Obesogens – Frontiers, diakses Maret 15, 2025, https://www.frontiersin.org/journals/endocrinology/articles/10.3389/fendo.2021.724989/full
- Easy Ways to Reduce Microplastic Pollution & Consumption In Your Daily Life, diakses Maret 15, 2025, https://www.perchenergy.com/blog/lifestyle/reduce-microplastic-pollution-consumption
- Microplastics Are In Your Body! 8 Steps To Limit Your Exposure (2024), diakses Maret 15, 2025, https://www.shop-without-plastic.com/blogs/microplastics/how-to-remove-microplastics-from-your-body
- http://www.weforum.org, diakses Maret 15, 2025, https://www.weforum.org/stories/2025/02/how-microplastics-get-into-the-food-chain/#:~:text=While%20the%20full%20extent%20of,and%20urgent%20action%20is%20required.
- Microplastics: Are we facing a new health crisis – and what can be done about it?, diakses Maret 15, 2025, https://www.weforum.org/stories/2025/02/how-microplastics-get-into-the-food-chain/
- New study links microplastics to serious health harms in humans, diakses Maret 15, 2025, https://www.ewg.org/news-insights/news/2024/03/new-study-links-microplastics-serious-health-harms-humans
- What’s lurking in your body? Mayo probes health risks of tiny plastic particles, diakses Maret 15, 2025, https://newsnetwork.mayoclinic.org/discussion/whats-lurking-in-your-body-mayo-researchers-probing-health-risks-of-tiny-plastic-particles/
- The plastics crisis is now a global human health crisis, experts say, diakses Maret 15, 2025, https://news.mongabay.com/2024/11/the-plastics-crisis-is-now-a-global-human-health-crisis-experts-say/
- Microplastics as an Emerging Threat to the Global Environment and Human Health – MDPI, diakses Maret 15, 2025, https://www.mdpi.com/2071-1050/15/14/10821
- The potential impact of nano- and microplastics on human health: Understanding human health risks – PubMed, diakses Maret 15, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38460665/
- Study shows the negative impact of microplastics and nanoplastics on human health, diakses Maret 15, 2025, https://www.news-medical.net/news/20240318/Study-shows-the-negative-impact-of-microplastics-and-nanoplastics-on-human-health.aspx
- Micro(nano)plastics: an Emerging Burden for Human Health, diakses Maret 15, 2025, https://www.ijbs.com/v20p5779.htm
- How to protect yourself from microplastics – PIRG, diakses Maret 15, 2025, https://pirg.org/articles/how-to-protect-yourself-from-microplastics/
- Effects of Microplastic Exposure on Human Digestive, Reproductive …, diakses Maret 15, 2025, https://pubs.acs.org/doi/10.1021/acs.est.3c09524
- Microplastics Make Their Way from the Gut to Other Organs, UNM Researchers Find, diakses Maret 15, 2025, https://hsc.unm.edu/news/2024/04/microplastics-in-organs.html
- Microplastics in the brain: How can we avoid exposure? – MedicalNewsToday, diakses Maret 15, 2025, https://www.medicalnewstoday.com/articles/microplastics-in-the-brain-how-can-we-avoid-exposure
- Toxicological impact of microplastics and nanoplastics on humans: understanding the mechanistic aspect of the interaction – Frontiers, diakses Maret 15, 2025, https://www.frontiersin.org/journals/toxicology/articles/10.3389/ftox.2023.1193386/full
- Microplastics: Where They Are and How to Avoid Them | Sustainability, diakses Maret 15, 2025, https://sustainability.wustl.edu/microplastics-where-they-are-and-how-to-avoid-them/
- Reduce Microplastic Exposure: Practical Tips for Healthier Living – UDS, diakses Maret 15, 2025, https://udshealth.com/blog/reduce-microplastic-exposure-practical-tips/
- How to reduce microplastics in your life | OSU Today, diakses Maret 15, 2025, https://today.oregonstate.edu/all-stories/how-reduce-microplastics-your-life
- Experts Reveal How to Actually Limit Your Exposure to Microplastics – Health, diakses Maret 15, 2025, https://www.health.com/microplastics-limit-exposure-9711501
- What are microplastics and why are they a problem? – ClientEarth, diakses Maret 15, 2025, https://www.clientearth.org/latest/news/microplastics-what-are-they-and-why-are-they-a-problem/
- Health Effects of Microplastic Exposures: Current Issues and Perspectives in South Korea, diakses Maret 15, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10151227/
- The Burden of Microplastics Pollution and Contending Policies and Regulations – PMC, diakses Maret 15, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9180440/
- Microplastics and Nanoplastics in Foods – FDA, diakses Maret 15, 2025, https://www.fda.gov/food/environmental-contaminants-food/microplastics-and-nanoplastics-foods

Tinggalkan komentar