A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Photo by Pavel Danilyuk on Pexels.com
  1. Pendahuluan
  2. Memahami Tes HbA1c
  3. Memahami Tes Gula Darah Puasa (GDP)
  4. Manfaat Relatif bagi Pasien dalam Evaluasi Kondisi Diabetes
  5. Kesimpulan dan Rekomendasi
  6. Karya yang dikutip

Pendahuluan

    Diabetes merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar glukosa darah (gula darah) yang tinggi, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius dari waktu ke waktu jika tidak dikelola dengan baik. Pemantauan kondisi diabetes secara teratur sangat penting bagi pasien untuk memastikan kadar glukosa darah mereka terkontrol, sehingga mengurangi risiko komplikasi jangka panjang seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, kerusakan saraf, dan masalah mata. Diabetes terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif untuk mengatur kadar glukosa darah.1

    Pengelolaan diabetes yang efektif melibatkan pemantauan kadar glukosa darah secara berkala untuk menilai seberapa baik rencana pengobatan bekerja dan untuk membuat penyesuaian yang diperlukan guna mencapai dan mempertahankan kadar glukosa darah dalam kisaran target. Pemantauan ini juga membantu dalam mendeteksi dini setiap potensi komplikasi, memungkinkan intervensi tepat waktu untuk mencegah perkembangan penyakit lebih lanjut.

    Dua tes umum yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi diabetes adalah tes Hemoglobin A1c (HbA1c) dan tes Gula Darah Puasa (GDP). Tes HbA1c 1 adalah tes darah yang memberikan gambaran tentang kadar glukosa darah rata-rata seseorang selama dua hingga tiga bulan terakhir. Tes ini mengukur persentase hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, yang telah terikat dengan glukosa. Di sisi lain, tes Gula Darah Puasa (GDP) 54 mengukur kadar glukosa darah pada satu titik waktu setelah seseorang berpuasa selama setidaknya delapan jam. Kedua tes ini memainkan peran penting dalam diagnosis dan pengelolaan diabetes, tetapi mereka memberikan jenis informasi yang berbeda dan memiliki implikasi yang berbeda untuk perawatan pasien.

    Laporan ini bertujuan untuk memberikan perbandingan yang jelas dan komprehensif antara tes HbA1c dan GDP, dengan fokus pada manfaat relatifnya bagi pasien dalam mengevaluasi dan mengelola kondisi diabetes mereka. Dengan memahami bagaimana setiap tes bekerja, apa yang diukurnya, dan apa kelebihan serta kekurangannya, pasien dapat lebih memahami informasi yang diberikan oleh profesional kesehatan mereka dan berpartisipasi lebih aktif dalam perawatan mereka. Laporan ini akan membahas definisi, mekanisme kerja, keuntungan, keterbatasan, dan situasi penggunaan yang optimal untuk kedua tes tersebut.

    Selain itu, laporan ini akan merangkum rekomendasi dari organisasi kesehatan terkemuka seperti American Diabetes Association (ADA) dan World Health Organization (WHO) mengenai penggunaan tes HbA1c dan GDP dalam evaluasi kondisi diabetes. Tujuannya adalah untuk membekali pasien dengan pengetahuan yang diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat tentang pemantauan diabetes mereka dan untuk terlibat dalam diskusi yang lebih bermakna dengan tim perawatan kesehatan mereka.

    Memahami Tes HbA1c

      Tes Hemoglobin A1c (HbA1c) 1 adalah tes darah yang mengukur persentase hemoglobin dalam sel darah merah yang memiliki glukosa terikat padanya. Hemoglobin adalah protein yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika glukosa dalam darah meningkat, lebih banyak glukosa yang akan menempel pada hemoglobin, dan tes HbA1c mengukur jumlah hemoglobin yang terglikasi ini. Tes ini juga dikenal sebagai glikohemoglobin, hemoglobin A1C, atau hanya A1c.1 Proses glikasi, atau pengikatan glukosa ke hemoglobin, terjadi secara non-enzimatik dan berbanding lurus dengan kadar glukosa dalam darah selama periode waktu tertentu.1 Karena sel darah merah memiliki masa hidup sekitar 2-3 bulan (rata-rata 90-120 hari) 1, hasil tes HbA1c mencerminkan kadar glukosa darah rata-rata pasien selama periode ini. Kadar glukosa yang lebih tinggi selama periode ini akan menghasilkan kadar HbA1c yang lebih tinggi.1 Tes ini dapat dilakukan menggunakan sampel darah vena atau kapiler (dari tusukan jari).3

      Persentase HbA1c menunjukkan proporsi sel darah merah yang memiliki hemoglobin terglikasi. Semakin tinggi persentasenya, semakin tinggi kadar glukosa darah rata-rata pasien selama 2-3 bulan terakhir.1 Kadar HbA1c berkorelasi langsung dengan kadar glukosa darah rata-rata selama periode tersebut.1 HbA1c dianggap sebagai rata-rata tertimbang 18, yang berarti kadar glukosa dalam 30 hari terakhir sebelum pengujian memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap hasil HbA1c dibandingkan dengan kadar glukosa 90-120 hari sebelumnya. Hal ini menjelaskan mengapa perubahan besar dalam kadar glukosa dapat tercermin dalam hasil HbA1c relatif cepat, meskipun masa hidup sel darah merah adalah sekitar tiga bulan.

      Salah satu keuntungan utama tes HbA1c adalah tidak memerlukan puasa 6, sehingga lebih nyaman bagi pasien. Tes dapat dilakukan kapan saja, tanpa perlu perencanaan khusus terkait waktu makan. HbA1c memberikan gambaran kontrol glikemik jangka panjang 1 selama beberapa minggu atau bulan, yang sangat berguna untuk menilai seberapa baik rencana pengobatan diabetes bekerja secara keseluruhan. Ini memberikan informasi yang lebih stabil dan representatif dibandingkan dengan pengukuran glukosa darah sesaat. Hasil HbA1c kurang dipengaruhi oleh perubahan kadar glukosa jangka pendek 21 yang dapat terjadi akibat makanan, olahraga, atau stres. Ini menjadikannya indikator yang lebih andal dari kontrol glikemik rata-rata. Tes HbA1c digunakan untuk diagnosis diabetes tipe 2 dan pradiabetes, serta untuk memantau kontrol glukosa darah pada orang yang sudah didiagnosis diabetes.1 Kadar HbA1c berkorelasi baik dengan risiko komplikasi diabetes jangka panjang 1, seperti retinopati, nefropati, dan neuropati. Ini membantu dokter dan pasien memahami pentingnya menjaga kadar HbA1c dalam kisaran target. Tes HbA1c memiliki variabilitas intra-individu yang sangat rendah 10 dibandingkan dengan tes glukosa darah yang dapat berfluktuasi secara signifikan sepanjang hari. HbA1c stabil dalam sampel material 21, yang berarti penundaan singkat dalam pemrosesan sampel tidak mungkin mempengaruhi hasilnya secara signifikan. Tes dapat dilakukan kapan saja 21 selama hari itu, tidak seperti GDP yang memerlukan waktu puasa tertentu. Hanya satu sampel darah 10 yang diperlukan untuk tes HbA1c. Upaya standarisasi pengujian HbA1c 23 telah berhasil meningkatkan akurasi dan konsistensi hasil di berbagai laboratorium dan instrumen.

      Hasil tes HbA1c dapat dipengaruhi oleh kondisi yang mempengaruhi masa hidup sel darah merah 1, seperti anemia (terutama anemia hemolitik, anemia sel sabit, dan talasemia), kehilangan darah baru-baru ini, atau transfusi darah, dan beberapa penyakit kronis seperti penyakit ginjal dan hati. Kondisi ini dapat menyebabkan hasil HbA1c menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari yang sebenarnya. Adanya hemoglobinopati 1, seperti penyakit sel sabit dan talasemia, dapat mengganggu pengukuran HbA1c dan menghasilkan hasil yang tidak akurat tergantung pada varian hemoglobin dan metode pengujian yang digunakan. Kehamilan 1 dapat mempengaruhi hasil HbA1c karena perubahan masa hidup sel darah merah dan faktor fisiologis lainnya. Oleh karena itu, tes HbA1c tidak direkomendasikan untuk diagnosis diabetes gestasional. Kadar hemoglobin yang rendah 17 secara umum juga dapat mempengaruhi hasil tes. Kadar trigliserida yang sangat tinggi 3 dan kekurangan vitamin B12 3 juga dapat menyebabkan hasil HbA1c yang salah tinggi. Kekurangan zat besi 3 dapat menyebabkan hasil yang salah tinggi, meskipun beberapa penelitian menunjukkan efek yang bervariasi. Kondisi genetik tertentu 48 yang mempengaruhi molekul dalam sel darah merah dapat menyebabkan hasil yang miring. Obat-obatan tertentu 3, termasuk opioid dan beberapa obat HIV, serta imunosupresan, dapat mempengaruhi hasil HbA1c. Konsumsi alkohol 3 kronis juga dapat mempengaruhi hasil. Tinggal di ketinggian tinggi 3 dapat menyebabkan hasil yang salah rendah. Ada perbedaan ras dan etnis 42 dalam hubungan antara HbA1c dan kadar glukosa rata-rata, yang dapat menyebabkan hasil yang salah tinggi atau rendah pada kelompok tertentu. Tes HbA1c tidak menangkap fluktuasi glukosa darah harian 12 atau kejadian hipoglikemia. Dua orang dengan nilai HbA1c yang sama dapat memiliki pola glukosa darah yang sangat berbeda sepanjang hari. HbA1c mungkin tidak akurat jika kadar glukosa berubah dengan cepat 53, seperti pada diabetes tipe 1 yang baru terdiagnosis atau perubahan pengobatan yang signifikan. Dapat terjadi ketidakcocokan antara hasil HbA1c dan tes glukosa darah 49 pada beberapa individu.

      Memahami Tes Gula Darah Puasa (GDP)

        Tes Gula Darah Puasa (GDP) 54, juga dikenal sebagai Fasting Plasma Glucose (FPG) atau Fasting Blood Sugar (FBS) 55, adalah tes yang mengukur kadar glukosa (gula) dalam darah setelah seseorang tidak makan atau minum apa pun (kecuali air) selama setidaknya delapan jam (biasanya antara 8 dan 12 jam) sebelum tes.54 Puasa diperlukan untuk memastikan bahwa hasil tes mencerminkan kadar glukosa basal tubuh, tanpa pengaruh makanan yang baru dikonsumsi. Tes GDP biasanya dilakukan di pagi hari, setelah puasa semalaman, dan sebelum sarapan.20 Tes ini mengukur kadar glukosa dalam plasma darah (bagian cair darah).60

        Hasil tes GDP memberikan gambaran kadar glukosa darah pasien pada satu titik waktu tertentu, yaitu setelah periode puasa.6 Kadar glukosa darah puasa yang normal biasanya di bawah 100 mg/dL (5.6 mmol/L).58 Kadar GDP antara 100 dan 125 mg/dL (5.6 hingga 6.9 mmol/L) dapat mengindikasikan pradiabetes, sedangkan kadar 126 mg/dL (7.0 mmol/L) atau lebih pada dua tes terpisah dapat mengindikasikan diabetes.20 GDP mencerminkan keseimbangan antara produksi glukosa oleh hati (terutama melalui glikogenolisis dan glukoneogenesis) dan penggunaan glukosa oleh jaringan perifer selama periode puasa.67

        Tes GDP adalah cara yang sederhana dan umum digunakan 54 untuk skrining pradiabetes, diabetes, dan diabetes gestasional. GDP dapat membantu mendiagnosis penyebab gejala 55 yang mungkin mengindikasikan kadar glukosa darah terlalu tinggi (hiperglikemia) atau terlalu rendah (hipoglikemia). GDP berguna untuk memantau efek samping obat jangka panjang 55 yang dapat mempengaruhi kadar glukosa darah. GDP memberikan penilaian langsung kadar glukosa darah 65 pada saat tes, yang dapat berguna dalam situasi akut atau untuk pemantauan harian. Hasil tes GDP biasanya tersedia dengan cepat.56 Tes GDP relatif murah dan tersedia luas.70

        Tes GDP membutuhkan puasa selama 8-12 jam 53, yang mungkin tidak praktis atau sulit bagi sebagian orang untuk diikuti. GDP hanya memberikan gambaran kadar glukosa pada satu waktu 5, dan kadar glukosa darah dapat berfluktuasi secara signifikan sepanjang hari tergantung pada makanan, aktivitas, dan faktor lainnya. Hasil GDP dapat dipengaruhi oleh stres, penyakit akut, perubahan pola makan baru-baru ini, dan obat-obatan tertentu.53 Kadar GDP dapat dipengaruhi oleh fenomena dini hari 65, yaitu peningkatan kadar glukosa darah secara alami di pagi hari karena pelepasan hormon. Ada variabilitas biologis antar individu 53 dalam kadar glukosa puasa. GDP kurang sensitif dibandingkan dengan tes Oral Glucose Tolerance Test (OGTT) 70 dalam mendeteksi diabetes pada beberapa orang, terutama mereka dengan gangguan toleransi glukosa. Tes GDP tidak dapat membedakan antara jenis diabetes (tipe 1, tipe 2, gestasional).71 Keakuratan hasil GDP sangat bergantung pada kepatuhan pasien terhadap persyaratan puasa.33 Ada ketidakstabilan pra-analitik sampel glukosa 33 jika sampel darah tidak diproses dengan cepat setelah pengambilan.

        Manfaat Relatif bagi Pasien dalam Evaluasi Kondisi Diabetes

          Tes HbA1c mungkin lebih bermanfaat bagi pasien untuk pemantauan kontrol glikemik jangka panjang 1 karena memberikan gambaran rata-rata kadar glukosa darah selama beberapa bulan, membantu pasien dan dokter dalam mengevaluasi efektivitas rencana pengobatan dan membuat penyesuaian yang diperlukan untuk mencapai target glikemik jangka panjang. HbA1c juga lebih bermanfaat untuk diagnosis diabetes tanpa perlu berpuasa 6, yang membuatnya lebih nyaman bagi banyak pasien untuk skrining dan diagnosis diabetes tipe 2, terutama bagi mereka yang mungkin kesulitan untuk berpuasa. Karena HbA1c mencerminkan kontrol glikemik jangka panjang, ini lebih baik dalam menilai risiko komplikasi diabetes jangka panjang 4 dibandingkan dengan GDP. HbA1c sangat berguna untuk menilai efektivitas rencana pengobatan diabetes dari waktu ke waktu 5, membantu dokter dan pasien menentukan apakah perlu ada penyesuaian pada pengobatan atau gaya hidup.

          Tes GDP mungkin lebih bermanfaat untuk skrining awal diabetes, terutama jika pasien memiliki gejala.54 Hasil yang sangat tinggi dapat mengindikasikan perlunya evaluasi lebih lanjut. GDP sangat penting untuk pemantauan kadar glukosa harian 55, terutama bagi pasien yang menggunakan insulin atau obat-obatan lain yang dapat menyebabkan hipoglikemia. Pemantauan harian membantu pasien membuat keputusan tentang dosis obat, waktu makan, dan aktivitas fisik. GDP lebih baik dalam mendeteksi perubahan kadar glukosa dengan cepat 55 sebagai respons terhadap perubahan pola makan, olahraga, atau penyakit. GDP digunakan untuk diagnosis diabetes gestasional (meskipun tes OGTT lebih umum digunakan untuk tujuan ini).20 Dalam kasus di mana kondisi tertentu mempengaruhi keakuratan HbA1c 1, GDP mungkin menjadi pilihan yang lebih dapat diandalkan untuk menilai kadar glukosa saat ini.

          Perbandingan langsung antara HbA1c dan GDP dalam berbagai aspek evaluasi diabetes (misalnya, diagnosis, pemantauan jangka panjang, deteksi perubahan terkini).

          Aspek EvaluasiTes HbA1cTes Gula Darah Puasa (GDP)
          DiagnosisBerguna untuk diagnosis diabetes tipe 2 dan pradiabetes, tidak perlu puasa 4Berguna untuk skrining awal dan diagnosis, memerlukan puasa 20
          Pemantauan Jangka PanjangMemberikan gambaran kontrol glikemik rata-rata selama 2-3 bulan 1Memberikan informasi kadar glukosa pada saat tertentu saja 5
          Deteksi Perubahan TerkiniKurang sensitif terhadap perubahan kadar glukosa dalam waktu singkat 11Dapat menunjukkan efek perubahan diet, olahraga, atau pengobatan dalam waktu dekat 55
          Kenyamanan PasienLebih nyaman karena tidak memerlukan puasa 6Memerlukan puasa minimal 8 jam 53
          Variabilitas HasilLebih stabil dan tidak dipengaruhi oleh stres atau penyakit sesaat 21Dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor jangka pendek 53
          Informasi TambahanBerkorelasi dengan risiko komplikasi jangka panjang 1Tidak memberikan informasi langsung tentang risiko komplikasi jangka panjang

          *   Panduan dari organisasi kesehatan seperti American Diabetes Association (ADA) dan World Health Organization (WHO) mengenai penggunaan kedua tes ini.
              *   **American Diabetes Association (ADA)** merekomendasikan tes HbA1c sebagai salah satu kriteria diagnosis diabetes (≥6.5%) dan pradiabetes (5.7-6.4%).[20, 83] Juga merekomendasikan pemantauan HbA1c setidaknya dua kali setahun untuk pasien dengan kontrol stabil dan setiap tiga bulan untuk pasien yang tidak terkontrol atau mengalami perubahan pengobatan.[3, 84, 85, 86, 87, 88] GDP (FPG ≥126 mg/dL) juga merupakan kriteria diagnosis [20, 83, 87, 88, 89] dan berguna untuk skrining.[75, 90, 91, 92, 93] Target A1c yang direkomendasikan oleh ADA untuk banyak orang dewasa dengan diabetes adalah kurang dari 7%.[8, 9, 10, 26, 66, 73, 75, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 94, 95, 96, 97, 98]
              *   **World Health Organization (WHO)** mengakui penggunaan HbA1c (≥6.5% atau 48 mmol/mol) sebagai tes diagnostik untuk diabetes asalkan ada jaminan kualitas yang ketat dan standardisasi assay.[99, 100, 101] GDP (≥7.0 mmol/L atau 126 mg/dL) juga merupakan kriteria diagnosis.[89, 100, 101, 102, 103] WHO menekankan pentingnya diagnosis berdasarkan lebih dari satu hasil tes abnormal, terutama pada pasien tanpa gejala.[100] WHO juga merekomendasikan GDP untuk pemantauan kadar glukosa.[103]

          Kesimpulan dan Rekomendasi

            Ringkasan poin-poin utama perbandingan antara tes HbA1c dan GDP.

            Tes HbA1c memberikan gambaran kontrol glikemik jangka panjang dan tidak memerlukan puasa, menjadikannya alat yang berharga untuk diagnosis, pemantauan jangka panjang, dan penilaian risiko komplikasi diabetes.3 Namun, tes ini tidak mencerminkan fluktuasi glukosa harian dan dapat dipengaruhi oleh kondisi yang mempengaruhi masa hidup sel darah merah.11

            Tes Gula Darah Puasa (GDP) adalah tes yang sederhana dan cepat yang mengukur kadar glukosa darah pada satu waktu setelah berpuasa. GDP berguna untuk skrining awal, diagnosis cepat, dan pemantauan efek jangka pendek dari perubahan pengobatan atau gaya hidup.54 Namun, GDP memerlukan puasa dan dipengaruhi oleh faktor-faktor jangka pendek serta tidak memberikan informasi tentang kontrol glikemik pasca makan atau risiko komplikasi jangka panjang.27

            Rekomendasi praktis bagi pasien mengenai tes mana yang mungkin lebih sesuai untuk kebutuhan evaluasi kondisi diabetes mereka, dengan mempertimbangkan berbagai faktor.

            Untuk pemantauan rutin kontrol diabetes secara keseluruhan dan penilaian risiko komplikasi jangka panjang, tes HbA1c mungkin lebih bermanfaat bagi pasien karena memberikan gambaran yang lebih stabil dan komprehensif tentang kontrol glikemik rata-rata selama beberapa bulan terakhir.

            Untuk skrining awal diabetes, diagnosis ketika gejala muncul, dan pemantauan efek jangka pendek dari perubahan diet, olahraga, atau pengobatan, tes GDP mungkin lebih sesuai karena memberikan hasil kadar glukosa darah saat ini.

            Pasien yang menggunakan insulin mungkin perlu melakukan tes GDP secara teratur untuk memantau kadar glukosa mereka sebelum makan dan sebelum tidur, yang membantu dalam penyesuaian dosis insulin dan pengelolaan harian diabetes.

            Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan kedua tes secara bersamaan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap tentang kondisi diabetes pasien. Misalnya, pasien mungkin menjalani tes HbA1c setiap beberapa bulan untuk pemantauan jangka panjang dan juga menggunakan GDP secara teratur untuk pemantauan harian.

            Penekanan pada pentingnya konsultasi dengan profesional kesehatan untuk interpretasi hasil tes dan rencana pengelolaan diabetes yang tepat.

            Penting bagi pasien untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan mereka untuk menentukan tes mana yang paling sesuai untuk kebutuhan evaluasi kondisi diabetes mereka. Profesional kesehatan akan mempertimbangkan riwayat kesehatan pasien, gejala, dan faktor-faktor lain yang relevan, seperti kondisi yang dapat mempengaruhi keakuratan hasil tes, untuk merekomendasikan tes yang paling tepat.

            Interpretasi hasil tes, baik HbA1c maupun GDP, harus selalu dilakukan oleh profesional kesehatan yang dapat memberikan penjelasan yang akurat dan membantu pasien memahami implikasi hasil tersebut terhadap pengelolaan diabetes mereka.

            Pemantauan diabetes yang efektif seringkali melibatkan kombinasi tes HbA1c dan pemantauan glukosa darah mandiri (GDP atau Continuous Glucose Monitoring – CGM) untuk memberikan gambaran yang paling lengkap tentang kontrol glikemik pasien dan untuk memandu keputusan pengobatan.

            Tabel 1: Perbandingan Tes HbA1c dan Gula Darah Puasa (GDP)

            FiturTes HbA1cTes Gula Darah Puasa (GDP)
            DefinisiRata-rata kadar glukosa darah selama 2-3 bulan terakhir 1Kadar glukosa darah pada satu waktu setelah berpuasa 8-12 jam 54
            PersiapanTidak perlu puasa 4Perlu puasa 8-12 jam 53
            Informasi DiberikanKontrol glikemik jangka panjang, risiko komplikasi 1Kadar glukosa saat ini 5
            KeuntunganTidak perlu puasa, gambaran jangka panjang, stabil, digunakan untuk diagnosis dan pemantauan, risiko komplikasi, variabilitas intra-individu rendah, stabil dalam sampel, dapat dilakukan kapan saja, hanya satu sampel darah, standardisasi pengujian meningkat 1Sederhana, umum, hasil cepat, berguna untuk pemantauan harian dan deteksi perubahan cepat, dapat membantu diagnosis, biaya rendah, tersedia luas 20
            KeterbatasanDipengaruhi oleh kondisi sel darah merah, tidak menunjukkan fluktuasi harian, dapat dipengaruhi oleh ras 1Hanya gambaran sesaat, perlu puasa, dipengaruhi oleh stres, penyakit, dan fenomena dini hari, variabilitas biologis, kurang sensitif dari OGTT, tidak membedakan jenis diabetes, dipengaruhi kepatuhan puasa, ketidakstabilan pra-analitik 5
            Penggunaan UtamaPemantauan jangka panjang, diagnosis, penilaian risiko 1Skrining awal, pemantauan harian, deteksi perubahan akut, diagnosis gestasional (kurang umum), ketika HbA1c tidak akurat 1

            Karya yang dikutip

            1. Hemoglobin A1C (HbA1c) Test: MedlinePlus Medical Test, diakses Mei 6, 2025, https://medlineplus.gov/lab-tests/hemoglobin-a1c-hba1c-test/
            2. Diabetes – World Health Organization (WHO), diakses Mei 6, 2025, https://www.who.int/health-topics/diabetes
            3. Hemoglobin A1C – StatPearls – NCBI Bookshelf, diakses Mei 6, 2025, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK549816/
            4. Significance of HbA1c Test in Diagnosis and Prognosis of Diabetic Patients – PMC, diakses Mei 6, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4933534/
            5. HbA1c test – a blood test to diagnose and monitor diabetes – Healthdirect, diakses Mei 6, 2025, https://www.healthdirect.gov.au/hba1c-test
            6. What is HbA1c Testing? – Molecular Testing Labs, diakses Mei 6, 2025, https://moleculartestinglabs.com/what-is-hba1c-testing/
            7. What is HbA1c? – News-Medical.net, diakses Mei 6, 2025, https://www.news-medical.net/health/What-is-HbA1c.aspx
            8. Understanding A1C Test | ADA – American Diabetes Association, diakses Mei 6, 2025, https://diabetes.org/about-diabetes/a1c
            9. A1C: What It Is, Test, Levels & Chart – Cleveland Clinic, diakses Mei 6, 2025, https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/9731-a1c
            10. A1C test – Mayo Clinic, diakses Mei 6, 2025, https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/a1c-test/about/pac-20384643
            11. A1C Test for Diabetes and Prediabetes – CDC, diakses Mei 6, 2025, https://www.cdc.gov/diabetes/diabetes-testing/prediabetes-a1c-test.html
            12. What is HbA1c? | Blood Test | Target Levels – Diabetes UK, diakses Mei 6, 2025, https://www.diabetes.org.uk/about-diabetes/looking-after-diabetes/hba1c
            13. Hemoglobin A1C (HbA1c) Test – Testing.com, diakses Mei 6, 2025, https://www.testing.com/tests/hemoglobin-a1c/
            14. Diabetes Screening: HbA1c Blood Test | Labcorp OnDemand, diakses Mei 6, 2025, https://www.ondemand.labcorp.com/lab-tests/diabetes-risk-hbA1c-test
            15. The A1C Test & Diabetes – NIDDK, diakses Mei 6, 2025, https://www.niddk.nih.gov/health-information/diagnostic-tests/a1c-test
            16. A1C – MedlinePlus, diakses Mei 6, 2025, https://medlineplus.gov/a1c.html
            17. Hemoglobin: A1C Test, Range, and Normal Levels – WebMD, diakses Mei 6, 2025, https://www.webmd.com/diabetes/glycated-hemoglobin-test-hba1c
            18. ngsp.org, diakses Mei 6, 2025, https://ngsp.org/A1ceAG.asp#:~:text=However%2C%20HbA1c%20is%20a%20%22weighted,levels%2090%2D120%20days%20earlier.
            19. HbA1c and Estimated Average Glucose (eAG) – NGSP.org, diakses Mei 6, 2025, https://ngsp.org/A1ceAG.asp
            20. Diabetes Diagnosis & Tests | ADA, diakses Mei 6, 2025, https://diabetes.org/about-diabetes/diagnosis
            21. Advantages of HbA1c for Diabetes Diagnosis, diakses Mei 6, 2025, https://www.hba1cnet.com/advantages-of-hba1c-for-diabetes-diagnosis/
            22. Is A1c Test Fasting Necessary? – Everlywell, diakses Mei 6, 2025, https://www.everlywell.com/blog/hba1c/is-a1c-test-fasting-necessary/
            23. Point-of-Care HbA1c in Clinical Practice: Caveats and Considerations for Optimal Use, diakses Mei 6, 2025, https://diabetesjournals.org/care/article/47/7/1104/154405/Point-of-Care-HbA1c-in-Clinical-Practice-Caveats
            24. Benefits of Regular HbA1C Testing for Diabetes Prevention and Management, diakses Mei 6, 2025, https://www.synlab.com.ng/benefits-of-regular-hba1c-testing-for-diabetes-prevention-and-management/
            25. The role of hemoglobin A1c in the assessment of diabetes and cardiovascular risk, diakses Mei 6, 2025, https://www.ccjm.org/content/83/5_suppl_1/S4
            26. HbA1c – RACGP, diakses Mei 6, 2025, https://www1.racgp.org.au/ajgp/2021/september/more-than-just-a-number
            27. The Pros and Cons of Diagnosing Diabetes With A1C – PMC – PubMed Central, diakses Mei 6, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3632159/
            28. HbA1c and monitoring glycaemia – RACGP, diakses Mei 6, 2025, https://www.racgp.org.au/afp/2012/january-february/hba1c-and-monitoring-glycaemia
            29. The Hemoglobin A1C Test (HbA1C) Explained – Ro, diakses Mei 6, 2025, https://ro.co/health-guide/a1c-test-and-diabetes/
            30. http://www.healthdirect.gov.au, diakses Mei 6, 2025, https://www.healthdirect.gov.au/hba1c-test#:~:text=HbA1c%20is%20a%20blood%20test%20that%20is%20used%20to%20diagnose,carries%20oxygen%20through%20your%20body.
            31. Test Definition: HBA1C – Mayo Clinic Laboratories, diakses Mei 6, 2025, https://www.mayocliniclabs.com/test-catalog/download-setup?format=pdf&unit_code=610441
            32. What is Hemoglobin A1C? Vital HbA1c and Glucose Range Guide – Orange Biomed, diakses Mei 6, 2025, https://orangebiomed.com/what-is-hemoglobin-a1c-all-about-hba1c/
            33. The Pros and Cons of Diagnosing Diabetes With A1C, diakses Mei 6, 2025, https://diabetesjournals.org/care/article/34/Supplement_2/S184/28282/The-Pros-and-Cons-of-Diagnosing-Diabetes-With-A1C
            34. How to Interpret An HbA1c Test and What it Means For Your Patient’s Health, diakses Mei 6, 2025, https://www.rupahealth.com/post/how-to-interpret-an-hba1c-test-and-what-it-means-for-your-patients-health
            35. HBA1C – Overview: Hemoglobin A1c, Blood – Mayo Clinic Laboratories, diakses Mei 6, 2025, https://www.mayocliniclabs.com/test-catalog/overview/82080
            36. UNDERSTANDING THE IMPORTANCE OF HBA1C TESTING IN DIABETES MANAGEMENT, diakses Mei 6, 2025, https://www.isotekindo.co.id/article/details/339
            37. Clinical use and limitation of haemoglobin A1c examination – Via Medica Journals, diakses Mei 6, 2025, https://journals.viamedica.pl/clinical_diabetology/article/download/DK.a2021.0045/63458
            38. HbA1c Test for Diabetes, diakses Mei 6, 2025, https://www.diabetes.co.uk/hba1c-test.html
            39. Limitations of hemoglobin A1c in the management of type 2 diabetes mellitus – PMC, diakses Mei 6, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7021345/
            40. Re: Using haemoglobin A1c to diagnose type 2 diabetes or to identify people at high risk of diabetes | The BMJ, diakses Mei 6, 2025, https://www.bmj.com/content/348/bmj.g2867/rr/695927
            41. Advantages and limitations of HbA1c. The most widely used measure of… – ResearchGate, diakses Mei 6, 2025, https://www.researchgate.net/figure/Advantages-and-limitations-of-HbA1c-The-most-widely-used-measure-of-glycemia-HbA1c-is_fig1_317160610
            42. Is HbA1c an ideal biomarker of well-controlled diabetes? – Oxford Academic, diakses Mei 6, 2025, https://academic.oup.com/pmj/article/97/1148/380/6969559
            43. Pitfalls in Hemoglobin A1c Measurement: When Results may be Misleading – PMC, diakses Mei 6, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3912281/
            44. HbA1c Level is Not Always a Reliable Parameter of Metabolic Control of Diabetes – Via Medica Journals, diakses Mei 6, 2025, https://journals.viamedica.pl/clinical_diabetology/article/download/DK.a2023.0010/71513
            45. HbA1c is not always reliable in estimating glycaemic control, diakses Mei 6, 2025, https://wileymicrositebuilder.com/trends/wp-content/uploads/sites/29/2016/11/CR-Mianpoem.pdf
            46. Let’s Not Sugar Coat It: HbA1c is the Imperfect Diabetes Diagnostic – Pharmacy Times, diakses Mei 6, 2025, https://www.pharmacytimes.com/view/let-s-not-sugar-coat-it-hba1c-is-the-imperfect-diabetes-diagnostic
            47. Factors that Interfere with HbA1c Test Results – NGSP.org, diakses Mei 6, 2025, https://ngsp.org/factors.asp
            48. ADA Guidelines: Monitoring Glycemic Control Using Hb A1C – LabCE, diakses Mei 6, 2025, https://www.labce.com/spg3921333_ada_guidelines_monitoring_glycemic_control_using_h.aspx
            49. Study suggests a more accurate approach to diabetes diagnosis, diakses Mei 6, 2025, https://www.research.va.gov/currents/0220-Study-suggests-a-more-accurate-approach-to-diabetes-diagnosis.cfm
            50. Pitfalls of HbA1c in the Diagnosis of Diabetes – PMC, diakses Mei 6, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7335015/
            51. Spotlight on limitations of the HbA1c test – ACP Diabetes Monthly, diakses Mei 6, 2025, https://diabetes.acponline.org/archives/2024/04/12/5.htm
            52. Hemoglobin A1c, Blood – Mayo Clinic Laboratories | Endocrinology Catalog, diakses Mei 6, 2025, https://endocrinology.testcatalog.org/show/HBA1C
            53. When to use fasting glucose to diagnose type II diabetes – bpac NZ, diakses Mei 6, 2025, https://bpac.org.nz/BT/2012/docs/best_tests_dec2012_fastingGlucose_pages_2-9.pdf
            54. my.clevelandclinic.org, diakses Mei 6, 2025, https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/21952-fasting-blood-sugar#:~:text=Blood%20Sugar%20Test-,Fasting%20Blood%20Sugar%20Test,12%20hours%20before%20the%20test.
            55. Blood Glucose Test: MedlinePlus Medical Test, diakses Mei 6, 2025, https://medlineplus.gov/lab-tests/blood-glucose-test/
            56. Diabetes Testing – CDC, diakses Mei 6, 2025, https://www.cdc.gov/diabetes/diabetes-testing/index.html
            57. Fasting plasma glucose test: MedlinePlus Medical Encyclopedia Image, diakses Mei 6, 2025, https://medlineplus.gov/ency/imagepages/19723.htm
            58. Fasting Blood Sugar: Testing, Levels & What They Mean – Cleveland Clinic, diakses Mei 6, 2025, https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/21952-fasting-blood-sugar
            59. What Is a Fasting Blood Glucose Level? | Expert Answers – Omnipod, diakses Mei 6, 2025, https://www.omnipod.com/diabetes-hub/faqs/what-is-a-fasting-blood-sugar-level
            60. Blood Glucose (Sugar) Test: Levels & What They Mean – Cleveland Clinic, diakses Mei 6, 2025, https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/12363-blood-glucose-test
            61. Fasting blood sugar (glucose): Normal levels and testing – Medical News Today, diakses Mei 6, 2025, https://www.medicalnewstoday.com/articles/317466
            62. Blood sugar test – UCSF Health, diakses Mei 6, 2025, https://www.ucsfhealth.org/medical-tests/blood-sugar-test
            63. Blood Glucose: About This Test – MyHealth Alberta, diakses Mei 6, 2025, https://myhealth.alberta.ca/Health/aftercareinformation/pages/conditions.aspx?hwid=ad1603
            64. Fasting and Non-Fasting Bloodwork for Diabetes, diakses Mei 6, 2025, https://www.webmd.com/diabetes/fasting-bloodwork
            65. Fasting Glucose vs A1c Test… Which Is More Accurate? – Diabetes Digital, diakses Mei 6, 2025, https://diabetesdigital.co/a1c-vs-fasting-glucose-test/
            66. Type 2 diabetes – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic, diakses Mei 6, 2025, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-2-diabetes/diagnosis-treatment/drc-20351199
            67. High Morning Blood Glucose | ADA – American Diabetes Association, diakses Mei 6, 2025, https://diabetes.org/living-with-diabetes/high-morning-blood-glucose
            68. What You Need to Know About High Morning Blood Sugar – EatingWell, diakses Mei 6, 2025, https://www.eatingwell.com/article/290848/morning-highs-how-to-lower-morning-blood-sugar/
            69. What Are Normal Blood Sugar Levels for Non-Diabetics? – Veri, diakses Mei 6, 2025, https://www.veri.co/learn/do-you-know-what-your-blood-glucose-should-be
            70. Prediabetes Tests – NIDDK – Diabetes, diakses Mei 6, 2025, https://www.niddk.nih.gov/health-information/professionals/clinical-tools-patient-management/diabetes/diabetes-prediabetes
            71. The Fasting Plasma Glucose (FPG) Test Explained – Ro, diakses Mei 6, 2025, https://ro.co/health-guide/understanding-the-fasting-plasma-glucose-fpg-test/
            72. Using A Blood Glucose Meter – American Diabetes Association, diakses Mei 6, 2025, https://professional.diabetes.org/sites/dpro/files/2023-12/usingabloodglucosemeter.pdf
            73. Check Your Blood Glucose | Diabetes Testing & Monitoring, diakses Mei 6, 2025, https://diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-care/checking-your-blood-sugar
            74. Blood sugar testing: Why, when and how – Mayo Clinic, diakses Mei 6, 2025, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/blood-sugar/art-20046628
            75. Diabetes – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic, diakses Mei 6, 2025, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/diagnosis-treatment/drc-20371451
            76. Blood Glucose Monitoring – StatPearls – NCBI Bookshelf, diakses Mei 6, 2025, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555976/
            77. Normal Range for Fasting Glucose Levels – Healthline, diakses Mei 6, 2025, https://www.healthline.com/health/diabetes/fasting-glucose-normal-range
            78. Fasting Blood Sugar Level: Normal levels & testing – MyHealth – Redcliffe Labs, diakses Mei 6, 2025, https://redcliffelabs.com/myhealth/diabetes/fasting-blood-sugar-level-normal-levels-testing/
            79. Questions and Answers about Blood Sugar – Diabetes Action Research and Education Foundation, diakses Mei 6, 2025, https://diabetesaction.org/questions-blood-sugar
            80. Healthy blood glucose levels: Targets and lifestyle tips – Medical News Today, diakses Mei 6, 2025, https://www.medicalnewstoday.com/articles/249413
            81. Helping You Understand ‘Normal’ Blood Sugar Levels – Healthline, diakses Mei 6, 2025, https://www.healthline.com/health/diabetes/normal-blood-sugar-level
            82. Diabetes management: How lifestyle, daily routine affect blood sugar – Mayo Clinic, diakses Mei 6, 2025, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/diabetes-management/art-20047963
            83. 2. Diagnosis and Classification of Diabetes: Standards of Care in Diabetes—2024, diakses Mei 6, 2025, https://diabetesjournals.org/care/article/47/Supplement_1/S20/153954/2-Diagnosis-and-Classification-of-Diabetes
            84. Health Checks for People with Diabetes, diakses Mei 6, 2025, https://diabetes.org/living-with-diabetes/newly-diagnosed/health-checks-people-with-diabetes
            85. 6. Glycemic Targets: Standards of Medical Care in Diabetes—2022, diakses Mei 6, 2025, https://diabetesjournals.org/care/article/45/Supplement_1/S83/138927/6-Glycemic-Targets-Standards-of-Medical-Care-in
            86. Standards of Medical Care in Diabetes—2019 Abridged for Primary Care Providers – PMC, diakses Mei 6, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6336119/
            87. Standards of Medical Care in Diabetes—2022 Abridged for Primary Care Providers, diakses Mei 6, 2025, https://diabetesjournals.org/clinical/article/40/1/10/139035/Standards-of-Medical-Care-in-Diabetes-2022
            88. Standards of Medical Care in Diabetes—2017 Abridged for Primary Care Providers – PMC, diakses Mei 6, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5241768/
            89. Guidelines and Recommendations for Laboratory Analysis in the Diagnosis and Management of Diabetes Mellitus, diakses Mei 6, 2025, https://diabetesjournals.org/care/article/46/10/e151/153425/Guidelines-and-Recommendations-for-Laboratory
            90. Additional 12 Million US Adults Eligible for Diabetes Screening – CDC, diakses Mei 6, 2025, https://www.cdc.gov/diabetes/data-research/research/diabetes-screening-eligible.html
            91. ADA Testing Guidelines for Type 2 Diabetes and Prediabetes in Asymptomatic Adults, diakses Mei 6, 2025, https://www.labce.com/spg1794681_ada_testing_guidelines_for_type_2_diabetes_and_pre.aspx
            92. ADA Recommendations: Screening for Diabetes or Prediabetes in Asymptomatic Adults 1. Testing should be considered in overweight – Alaska Native Medical Center, diakses Mei 6, 2025, https://anmc.org/files/ScreeningDiabetes.pdf
            93. Introduction – Screening for Prediabetes and Type 2 Diabetes Mellitus: An Evidence Review for the U.S. Preventive Services Task Force – NCBI, diakses Mei 6, 2025, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK574060/
            94. Understanding Your A1C Test – American Diabetes Association, diakses Mei 6, 2025, https://professional.diabetes.org/sites/default/files/media/ada-factsheet-understandingyoura1ctest.pdf
            95. eAG/A1C Conversion Calculator – American Diabetes Association, diakses Mei 6, 2025, https://professional.diabetes.org/glucose_calc
            96. Standards of Care in Diabetes—2023 Abridged for Primary Care Providers, diakses Mei 6, 2025, https://diabetesjournals.org/clinical/article/41/1/4/148029/Standards-of-Care-in-Diabetes-2023-Abridged-for
            97. Difference Between A1C and eAG | ADA – American Diabetes Association, diakses Mei 6, 2025, https://diabetes.org/a1c-eag-conversion-calculator
            98. ACP recommends moderate blood sugar control targets for most patients with type 2 diabetes – American College of Physicians, diakses Mei 6, 2025, https://www.acponline.org/acp-newsroom/acp-recommends-moderate-blood-sugar-control-targets-for-most-patients-with-type-2-diabetes
            99. Use of Glycated Haemoglobin (HbA1c) in the Diagnosis of Diabetes Mellitus – World Health Organization (WHO), diakses Mei 6, 2025, https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/70523/WHO_NMH_CHP_CPM_11.1_eng.pdf
            100. Glycated haemoglobin (HbA1c) for the diagnosis of diabetes – NCBI, diakses Mei 6, 2025, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK304271/
            101. Diagnostic criteria for diabetes, diakses Mei 6, 2025, https://www.diabetes.org.uk/for-professionals/improving-care/clinical-recommendations-for-professionals/diagnosis-ongoing-management-monitoring/new_diagnostic_criteria_for_diabetes
            102. 1. Diabetes-24-04-19.cdr, diakses Mei 6, 2025, https://cdn.who.int/media/docs/default-source/searo/ncd/ncd-flip-charts/1.-diabetes-24-04-19.pdf
            103. Mean fasting blood glucose – World Health Organization (WHO), diakses Mei 6, 2025, https://www.who.int/data/gho/indicator-metadata-registry/imr-details/2380
            104. Recommended Tests for Identifying Prediabetes – NIDDK, diakses Mei 6, 2025, https://www.niddk.nih.gov/health-information/professionals/clinical-tools-patient-management/diabetes/game-plan-preventing-type-2-diabetes/prediabetes-screening-how-why/recommended-tests-identifying-prediabetes
            105. Blood Glucose Diabetes Tests: Fasting, Results, Levels – WebMD, diakses Mei 6, 2025, https://www.webmd.com/diabetes/diagnosing-type-2-diabetes
            106. Prediabetes – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic, diakses Mei 6, 2025, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prediabetes/diagnosis-treatment/drc-20355284
            107. 2. Classification and Diagnosis of Diabetes: Standards of Medical Care in Diabetes—2022, diakses Mei 6, 2025, https://diabetesjournals.org/care/article/45/Supplement_1/S17/138925/2-Classification-and-Diagnosis-of-Diabetes
            108. Diagnosis and management – IRIS Home, diakses Mei 6, 2025, https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/254746/9789290618041-diab-mod1-eng.pdf?isAllowed=y&sequence=8
            109. Diabetes Tests & Diagnosis – NIDDK, diakses Mei 6, 2025, https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/tests-diagnosis
            110. 2. Classification and Diagnosis of Diabetes: Standards of Medical Care in Diabetes—2021, diakses Mei 6, 2025, https://diabetesjournals.org/care/article/44/Supplement_1/S15/30859/2-Classification-and-Diagnosis-of-Diabetes

            Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

            Tinggalkan komentar