Demam berdarah dengue (DBD) adalah infeksi virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti. Gejala utama meliputi demam tinggi, nyeri otot dan sendi, serta penurunan jumlah trombosit. Karena trombosit turun drastis, risiko perdarahan menjadi tinggi. Baik masyarakat umum maupun tenaga kesehatan perlu mengetahui obat-obatan dan jenis injeksi yang harus dihindari untuk meminimalkan komplikasi perdarahan.

Mengapa Perlu Waspada?
- Demam dengue menyebabkan trombositopenia (jumlah trombosit rendah) dan permeabilitas pembuluh darah meningkat.
- Obat atau prosedur yang memengaruhi fungsi pembekuan darah atau menimbulkan trauma jaringan dapat memicu perdarahan hebat.
- Komplikasi perdarahan bisa berupa memar luas, mimisan sulit berhenti, bahkan perdarahan organ dalam yang mengancam nyawa.
1. Obat-Obat yang Harus Dihindari
- NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs)
- Aspirin (Asam asetilsalisilat)
- Ibuprofen, naproxen, diclofenac
Menghambat agregasi trombosit dan meningkatkan risiko perdarahan.
- Obat Antikoagulan dan Antiplatelet
- Warfarin, heparin
- Clopidogrel, ticlopidine
Membuat pembekuan darah semakin lambat, tidak cocok bagi pasien dengan trombositopenia.
- Kortikosteroid Dosis Tinggi
- Walau kadang dipertimbangkan untuk peradangan berat, penggunaan steroid dosis tinggi dapat memperburuk retensi cairan dan gangguan pembuluh darah.
- Tidak direkomendasikan sebagai terapi rutin DBD.
- Beberapa Antibiotik (IM)
- Antibiotik intramuskular seperti prokain penisilin IM dapat menyebabkan perdarahan lokal (hematoma).
- Pilih antibiotik oral atau IV bila benar-benar diperlukan dan ada indikasi infeksi bakteri sekunder.
2. Jenis Injeksi yang Harus Diwaspadai
2.1 Injeksi Intramuskular (IM)
- Memberikan mengecilnya ruang untuk perdarahan internal (hematoma otot) yang sulit terdeteksi.
- IM injeksi apapun (obat nyeri, antibiotik, vitamin) berisiko memicu perdarahan lokal dan nyeri hebat.
- Alternatif: Gunakan rute oral atau intravenous (IV) jika mutlak memerlukan suntikan.
2.2 Injeksi Intravena (IV)
- Meski lebih aman dibanding IM sejak tidak merusak otot, pemasangan IV line tetap harus hati-hati:
- Gunakan jarum ukuran kecil.
- Hindari multiple attempts (beberapa tusukan) untuk mencegah memar.
- Perhatikan tanda perdarahan pada lokasi tusukan dan pantau ketat jumlah cairan infus.
3. Tata Laksana Demam Dengue yang Aman
- Antipiretik & Analgesik
- Paracetamol (Acetaminophen):
Obat utama untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri, aman bagi fungsi trombosit. - Hindari NSAID: Aspirin, ibuprofen, naproxen
- Paracetamol (Acetaminophen):
- Pemantauan Ketat
- Hitung trombosit dan hematokrit setiap hari.
- Pantau tanda perdarahan (gusi, hidung, saluran cerna, kulit).
- Cairan & Elektrolit
- Terapi cairan oral atau intravena disesuaikan dengan derajat dehidrasi dan volume plasma.
- Hindari cairan berlebihan yang memperburuk kebocoran plasma.
- Pencegahan Trauma
- Kurangi prosedur invasif (misalnya, multiple IM injection, tindakan bedah minor tanpa indikasi kuat).
- Gunakan kompres hangat atau peredam nyeri non-invasif untuk nyeri otot/sendi.
4. Peran Tenaga Kesehatan
- Edukasi Pasien dan Keluarga:
Jelaskan mengapa paracetamol digunakan, dan berbahaya jika pasien mengambil obat lain secara mandiri. - Panduan Resep:
Pastikan resep tidak mencantumkan NSAID atau antiplatelet. - Tindakan Invasif Minimal:
Gunakan teknik IV aseptik, jarum halus, dan dokumentasi ketat lokasi tusukan. - Rujukan dan Konsultasi:
Jika trombosit <20.000/µL atau ada tanda perdarahan berat, segera rujuk ke fasilitas dengan kemampuan transfusi trombosit dan perawatan intensif.
5. Pesan untuk Masyarakat
- Jangan Sembarangan Minum Obat:
Hindari membeli ibuprofen, aspirin, dan obat penghilang nyeri lain tanpa resep. - Pantau Tanda Bahaya:
Mimisan terus-menerus, pendarahan gusi, atau memar luas harus segera ke rumah sakit. - Minum Paracetamol Secara Tepat:
Dosis maksimum 4 gram per hari, jarak antardosis minimal 4–6 jam. - Kenali Rute Pemberian Obat:
Bila tenaga kesehatan menyarankan suntikan, pastikan dilakukan melalui vena bukan otot.
Kesimpulan
Pada pasien demam berdarah dengue, hindari obat-obatan yang memperlambat pembekuan darah (NSAID, antikoagulan, antiplatelet) dan hindari injeksi intramuskular untuk mencegah perdarahan lokal. Pilih paracetamol sebagai antipiretik/analgesik, gunakan IV dengan teknik aseptik hati-hati jika memerlukan cairan atau obat suntik, dan pantau trombosit serta tanda perdarahan secara ketat. Kerja sama antara masyarakat, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan sangat penting untuk menangani DBD secara aman dan efektif.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat atau prosedur medis apapun.

Tinggalkan komentar