Fenomena “razor blade throat” atau sakit tenggorokan yang terasa seperti menelan silet menjadi sorotan dalam gelombang COVID-19 terbaru. Gejala ini banyak dikaitkan dengan varian Nimbus (NB.1.8.1), salah satu subvarian Omicron yang saat ini beredar luas di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.

Artikel ini akan membahas apa itu varian Nimbus, mengapa gejala sakit tenggorokan ini bisa begitu intens, serta langkah pencegahan dan penanganannya.
Apa Itu Varian Nimbus?
- Nama ilmiah: NB.1.8.1
- Klasifikasi: Subvarian Omicron SARS-CoV-2
- Status WHO: Variant under monitoring (varian dalam pemantauan)
- Penyebaran: Saat ini menyumbang sekitar sepertiga kasus COVID-19 di AS.
- Karakteristik: Lebih mudah menular dibanding beberapa varian sebelumnya, namun tidak terbukti menyebabkan penyakit yang lebih berat.
Mengapa Disebut “Razor Blade Throat”?
Pasien yang terinfeksi Nimbus sering melaporkan sakit tenggorokan yang sangat tajam dan menusuk, seolah-olah ada silet di tenggorokan saat menelan.
Penjelasan medis:
- Lokasi infeksi: Varian ini cenderung bereplikasi di saluran napas bagian atas, terutama di lapisan tenggorokan.
- Ikatan reseptor: Perubahan pada protein spike membuat virus lebih efektif menempel pada reseptor ACE2 di tenggorokan.
- Respons imun: Sistem kekebalan yang sudah “terlatih” dari infeksi atau vaksinasi sebelumnya dapat memicu reaksi peradangan lokal yang kuat, menyebabkan nyeri hebat.
Gejala Lain yang Umum
Selain “razor blade throat”, varian Nimbus juga dapat menimbulkan:
- Hidung berair
- Sakit kepala
- Kelelahan
- Bersin
- Mual atau muntah
Gejala ini mirip dengan varian Omicron lain, namun intensitas nyeri tenggorokan pada sebagian pasien membuatnya menonjol.
Apakah Lebih Berbahaya?
Data awal menunjukkan:
- Tingkat keparahan: Tidak ada bukti bahwa Nimbus menyebabkan penyakit lebih berat dibanding subvarian Omicron sebelumnya.
- Rawat inap & kematian: Angka tetap rendah, meskipun kasus meningkat di musim panas.
- Risiko: Tetap perlu diwaspadai pada kelompok rentan seperti lansia, penderita penyakit kronis, dan individu dengan imunitas rendah.
Penanganan Sakit Tenggorokan
Untuk meredakan gejala “razor blade throat”:
- Obat pereda nyeri: Paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis anjuran.
- Obat topikal: Semprotan atau lozenges dengan benzokain untuk efek mati rasa sementara.
- Hidrasi: Minum air hangat atau teh herbal untuk melembapkan tenggorokan.
- Istirahat: Mendukung pemulihan sistem imun.
Jika nyeri tenggorokan sangat parah atau disertai kesulitan menelan, sesak napas, atau demam tinggi, segera periksakan diri untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi lain seperti radang tenggorokan bakteri (strep throat).
Pencegahan
- Vaksinasi: Vaksin COVID-19 yang ada masih efektif mencegah gejala berat akibat varian Nimbus.
- Masker & ventilasi: Gunakan masker di ruang tertutup ramai dan pastikan sirkulasi udara baik.
- Cuci tangan: Mengurangi risiko penularan virus pernapasan.
- Pantau gejala: Lakukan tes COVID-19 jika mengalami gejala mirip flu atau sakit tenggorokan mendadak.
Kesimpulan
“Razor blade throat” adalah gejala khas yang banyak dilaporkan pada infeksi COVID-19 varian Nimbus. Meski tidak lebih mematikan, gejala ini bisa sangat mengganggu dan memerlukan perawatan suportif. Pencegahan melalui vaksinasi, perilaku hidup bersih, dan kewaspadaan terhadap gejala tetap menjadi kunci untuk melindungi diri dan orang sekitar.
Sumber:

Tinggalkan komentar