Beck Depression Inventory (BDI) adalah kuesioner self-report dengan 21 item yang dirancang untuk mengukur intensitas gejala depresi pada individu berusia di atas 13 tahun. BDI membantu tenaga kesehatan dan konselor dalam menilai tingkat keparahan depresi dan merencanakan intervensi yang tepat.
Sejarah dan Pengembang BDI
Beck Depression Inventory dikembangkan oleh Dr. Aaron T. Beck pada tahun 1961 sebagai bagian dari pendekatan kognitif-terapi. Tujuannya adalah menyediakan alat yang valid dan reliabel untuk:
- Mengidentifikasi gejala depresif
- Memantau perubahan gejala selama perawatan
- Membantu penelitian klinis tentang depresi
BDI telah mengalami revisi, dan versi terbaru (BDI-II) digunakan secara luas hingga saat ini.
Struktur dan Komponen BDI-II
BDI-II terdiri dari 21 pertanyaan yang mencerminkan gejala depresi selama dua minggu terakhir. Setiap item berisi empat pernyataan yang menunjukkan intensitas gejala, misalnya:
“0: Saya tidak merasa sedih sama sekali”
“1: Saya merasa sedih”
“2: Saya selalu merasa sedih dan sulit keluar dari kesedihan”
“3: Saya sangat sedih atau tersiksa dan tidak tahan lagi”
Berikut adalah beberapa domain yang diukur:
- Perasaan sedih dan putus asa
- Gangguan tidur dan nafsu makan
- Kelelahan dan kehilangan energi
- Kesulitan konsentrasi
- Ide bunuh diri
Cara Mengisi dan Menghitung Skor
- Pasien membaca masing-masing 21 item dan memilih pernyataan yang paling menggambarkan kondisinya dalam dua minggu terakhir.
- Untuk setiap item, pasien mencatat skor 0–3 sesuai jawaban yang dipilih.
- Total skor merupakan penjumlahan semua item, dengan rentang 0–63.
Interpretasi Skor
Berikut rentang skor BDI-II dan kategorinya:
| Skor Total | Kategori Depresi |
|---|---|
| 0–13 | Tanpa atau minimal |
| 14–19 | Depresi ringan |
| 20–28 | Depresi sedang |
| 29–63 | Depresi berat |
Skor ≥14 biasanya memerlukan evaluasi lebih lanjut atau rujukan ke psikolog/psikiater.
Kelebihan dan Keterbatasan BDI
Kelebihan:
- Valid dan reliabel, banyak digunakan internasional
- Memantau perubahan gejala secara kuantitatif
- Mudah diadministrasikan dalam 5–10 menit
Keterbatasan:
- Bergantung pada kejujuran dan kesadaran pasien
- Tidak menggantikan wawancara klinis penuh
- Dapat dipengaruhi oleh kondisi medis atau penggunaan obat tertentu
Contoh Aplikasi BDI dalam Praktik Klinis
Seorang pasien berusia 25 tahun, Rina, mengeluhkan rasa putus asa dan sulit tidur. Dokter memberikannya BDI-II dan mendapatkan skor total 22. Berdasarkan kategori, Rina mengalami depresi sedang. Langkah selanjutnya:
- Konseling kognitif-terapi mingguan
- Pemantauan skor BDI-II setiap 4 minggu
- Pertimbangan intervensi farmakologis jika gejala tidak membaik
Kesimpulan
Beck Depression Inventory-II adalah alat skrining depresi yang efektif dan terstandar untuk menilai intensitas gejala depresi. Dengan memahami cara pengisian, interpretasi skor, serta keterbatasannya, tenaga kesehatan dapat merencanakan intervensi yang lebih tepat dan memantau respons terapi secara objektif.
Disclaimer: Artikel ini ditujukan untuk edukasi. Konsultasikan dengan psikolog atau psikiater untuk diagnosis dan penanganan depresi yang sesuai.

Tinggalkan komentar