Children’s Depression Inventory (CDI) adalah instrumen self-report yang dikembangkan oleh Maria Kovacs pada tahun 1979 sebagai adaptasi Beck Depression Inventory untuk mengukur gejala depresi pada anak usia 7–17 tahun. CDI membantu mendeteksi tingkat keparahan depresi dan memantau perubahan gejala selama terapi dengan pendekatan yang sesuai perkembangan.
Struktur dan Administrasi
CDI terdiri dari 27 item, masing-masing berisi tiga pernyataan yang menggambarkan tingkat keparahan gejala (0 = tidak ada, 1 = sedang, 2 = berat). Anak memilih satu pernyataan yang paling sesuai dengan perasaan mereka dalam dua minggu terakhir. Waktu administrasi sekitar 10–15 menit, dan hasil mentah (0–54) dapat diubah menjadi T-score untuk interpretasi normatif.
Interpretasi Skor
| Skor Mentah CDI | Tingkat Depresi | Tindakan Klinis |
|---|---|---|
| 0–12 | Normal | Tidak perlu intervensi khusus |
| 13–19 | Depresi Ringan | Monitoring dan psikoedukasi |
| 20–25 | Depresi Sedang | Evaluasi klinis dan pertimbangan terapi |
| ≥26 | Depresi Berat | Rujukan ke spesialis, terapi intensif |
Cut-off lebih rendah (≥12) meningkatkan sensitivitas skrining pada populasi sekolah, sedangkan cut-off ≥19 lebih spesifik untuk kasus klinis berat.
Validitas dan Reliabilitas di Indonesia
Versi Bahasa Indonesia CDI telah diteliti oleh Yongky (1990) pada populasi sekolah dasar dan menengah di Surabaya, menunjukkan:
- Sensitivitas 99,02% dan spesifisitas 94,29% pada cut-off raw score ≥12
- Reliabilitas internal (Cronbach’s α) >0,90
- Validitas kriteria (korelasi dengan BDI) r = 0,56.
Retnowati et al. (2010) mengonfirmasi konsistensi internal CDI-Indonesia (α = 0,71) dan optimalisasi cut-off >13 untuk populasi klinis, dengan sensitivitas 83,3% dan spesifisitas 82,7%.
Kegunaan Klinis
- Skrining Sekolah: Identifikasi awal gejala depresi pada siswa untuk intervensi psikoedukasi dan konseling.
- Praktik Psikologi Anak: Pemantauan respons terapi psikologis atau farmakologis pada anak dan remaja.
- Penelitian Epidemiologi: Survei depresi pada populasi anak–remaja untuk perencanaan program kesehatan mental.
Keunggulan dan Keterbatasan
Keunggulan
- Dirancang khusus untuk anak–remaja, sesuai perkembangan kognitif.
- Format pilihan tiga pernyataan memudahkan pemahaman.
- Sensitivitas dan spesifisitas tinggi pada populasi Indonesia.
Keterbatasan
- Self-report, memerlukan literasi awal dan motivasi.
- Gejala somatik kadang tumpang tindih dengan masalah kesehatan fisik.
- Perlu evaluasi klinis lanjutan untuk diagnosis formal.
Kesimpulan
CDI adalah alat praktis, valid, dan reliabel untuk skrining depresi pada anak dan remaja di Indonesia. Dengan cut-off raw score ≥12 untuk populasi sekolah dan ≥13 untuk setting klinis, CDI mendukung deteksi dini, monitoring terapi, dan penelitian kesehatan mental anak. Implementasi CDI di sekolah dan klinik dapat meningkatkan kualitas deteksi dan intervensi depresi pada usia dini.

Tinggalkan komentar