A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Setiap tanggal 4 September, dunia memperingati World Sexual Health Day—sebuah momentum global untuk meningkatkan kesadaran, edukasi, dan penghormatan terhadap hak-hak seksual sebagai bagian dari kesehatan dan kesejahteraan manusia. Tahun 2025 mengusung semangat baru: “Sexual Health for All: Dignity, Equity, and Empowerment.”

Tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan kesehatan seksual? Dan mengapa kita perlu membicarakannya secara terbuka?

Hari Kesehatan Seksual Sedunia

🔍 Apa Itu Kesehatan Seksual?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan seksual adalah “keadaan kesejahteraan fisik, emosional, mental, dan sosial yang berkaitan dengan seksualitas.” Artinya, bukan sekadar bebas dari penyakit atau disfungsi, tetapi juga mencakup:

  • Hak untuk membuat keputusan tentang tubuh dan seksualitas sendiri
  • Akses terhadap informasi dan layanan kesehatan seksual yang aman dan terpercaya
  • Hubungan yang sehat, saling menghormati, dan bebas dari kekerasan
  • Pendidikan seksual yang komprehensif dan berbasis sains

📣 Mengapa Hari Ini Penting?

Di banyak tempat, termasuk Indonesia, isu kesehatan seksual masih dianggap tabu. Padahal, dampak dari kurangnya edukasi dan akses bisa sangat serius:

  • Peningkatan infeksi menular seksual (IMS) seperti HIV, sifilis, dan klamidia
  • Kehamilan tidak direncanakan di kalangan remaja
  • Kekerasan seksual dan ketimpangan gender
  • Stigma terhadap orientasi seksual dan identitas gender

Hari Kesehatan Seksual Sedunia mengajak kita untuk mematahkan stigma, membuka ruang dialog, dan memperjuangkan hak atas tubuh dan kesehatan seksual yang setara.


🧠 Edukasi Seksual: Kunci Pencegahan dan Pemberdayaan

Edukasi seksual bukan tentang mendorong perilaku seksual dini, melainkan tentang:

✅ Memahami tubuh dan fungsi reproduksi
✅ Mengetahui cara melindungi diri dari IMS dan kehamilan tidak diinginkan
✅ Mengembangkan hubungan yang sehat dan saling menghormati
✅ Menumbuhkan kesadaran akan hak dan batasan pribadi

Menurut UNESCO, pendidikan seksual komprehensif terbukti menurunkan angka kekerasan seksual dan meningkatkan kemampuan remaja dalam membuat keputusan yang sehat.


💬 Bicara Seksualitas dengan Martabat

Kesehatan seksual bukan hanya urusan medis, tapi juga soal martabat. Kita semua berhak untuk:

  • Didengar tanpa dihakimi
  • Mendapatkan layanan kesehatan yang ramah dan inklusif
  • Menjalani kehidupan seksual yang aman dan menyenangkan
  • Menentukan identitas dan orientasi seksual tanpa tekanan

Mari kita ubah cara kita berbicara tentang seksualitas—dari bisik-bisik penuh rasa malu menjadi percakapan terbuka yang penuh empati dan edukasi.


🌱 Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Untuk memperingati Hari Kesehatan Seksual Sedunia 2025, kamu bisa:

🎓 Ikut webinar atau lokakarya tentang edukasi seksual
📚 Membaca dan membagikan informasi dari sumber terpercaya seperti WHO, Planned Parenthood, dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)
🗣️ Mulai percakapan sehat di lingkungan keluarga, sekolah, atau komunitas
📲 Kampanye di media sosial dengan tagar #WorldSexualHealthDay #KesehatanSeksualUntukSemua


✨ Penutup: Seksualitas Adalah Bagian dari Kesehatan Kita

Kesehatan seksual bukanlah hal yang tabu, melainkan bagian penting dari kehidupan yang layak dan bermartabat. Di Hari Kesehatan Seksual Sedunia ini, mari kita rayakan hak atas tubuh, cinta, dan pilihan—dengan edukasi, empati, dan keberanian.

Karena setiap orang berhak sehat. Termasuk secara seksual.


Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar