Anemia bukan sekadar “kurang darah”—jenis tertentu seperti anemia defisiensi vitamin B12 dan folat bisa berdampak serius pada sistem saraf dan fungsi kognitif. Kedua vitamin ini berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan otak. Kekurangannya dapat menyebabkan sel darah merah yang besar dan tidak normal, sehingga tidak mampu membawa oksigen secara efisien ke seluruh tubuh.
🧠 Gejala yang Sering Terabaikan
Gejala anemia defisiensi B12 dan folat bisa berkembang perlahan dan sering disalahartikan sebagai kelelahan biasa. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
- Kelelahan ekstrem dan lemas
- Sesak napas saat aktivitas ringan
- Kulit pucat atau kekuningan
- Lidah merah dan nyeri (glossitis)
- Sariawan atau luka di mulut
- Kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki
- Gangguan penglihatan
- Masalah psikologis: depresi, kecemasan, kebingungan
- Penurunan daya ingat dan konsentrasi
Yang mengejutkan, gejala neurologis bisa muncul bahkan sebelum anemia terdeteksi melalui tes darah.
🔍 Penyebab Utama Kekurangan Vitamin B12 dan Folat
Kekurangan vitamin B12 dan folat bisa disebabkan oleh berbagai faktor:
| Penyebab | Penjelasan |
|---|---|
| Pernicious anaemia | Gangguan autoimun yang menghambat penyerapan B12 di lambung |
| Diet rendah B12 | Terutama pada vegan atau vegetarian tanpa suplementasi |
| Gangguan penyerapan | Penyakit celiac, Crohn, atau setelah operasi usus |
| Obat-obatan | Seperti metformin, antikonvulsan, dan proton pump inhibitors (PPI) |
| Kehamilan dan menyusui | Meningkatkan kebutuhan folat secara signifikan |
| Alkoholisme kronis | Mengganggu penyerapan dan metabolisme folat |
Menurut WHO, defisiensi folat adalah salah satu penyebab utama anemia pada wanita usia subur di negara berkembang.
🩺 Diagnosis dan Pemeriksaan
Dokter biasanya akan melakukan:
- Tes darah lengkap (Full Blood Count/FBC)
- Pemeriksaan kadar vitamin B12 dan folat
- Tes antibodi untuk mendeteksi pernicious anaemia
- Pemeriksaan kadar homosistein dan methylmalonic acid (jika diperlukan)
Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah kerusakan saraf permanen.
💊 Pengobatan dan Perubahan Gaya Hidup
Pengobatan tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan:
Vitamin B12
- Suntikan intramuskular (biasanya mingguan di awal)
- Tablet B12 harian jika penyebabnya adalah pola makan
- Perawatan jangka panjang jika ada gangguan penyerapan
Folat
- Tablet asam folat selama 4 bulan atau lebih
- Suplemen tambahan selama kehamilan atau menyusui
Perbaikan Pola Makan
- Sumber B12: daging merah, ikan, telur, susu, makanan fortifikasi
- Sumber folat: sayuran hijau (bayam, brokoli), kacang-kacangan, jeruk, alpukat
💡 Tips: Hindari alkohol berlebihan dan konsultasikan penggunaan obat yang bisa mengganggu penyerapan vitamin.
⚠️ Komplikasi Jika Tidak Diobati
Tanpa penanganan, anemia defisiensi B12 dan folat bisa menyebabkan:
- Neuropati perifer (kesemutan, mati rasa)
- Gangguan kognitif dan demensia
- Infertilitas sementara
- Komplikasi kehamilan: cacat tabung saraf, berat badan lahir rendah
- Risiko gagal jantung pada anemia berat
Beberapa komplikasi bisa membaik dengan pengobatan, tetapi kerusakan saraf yang parah bisa menjadi permanen.
👩⚕️ Siapa yang Perlu Waspada?
Kelompok berisiko tinggi meliputi:
- Lansia (terutama >65 tahun)
- Vegan dan vegetarian tanpa suplementasi
- Pasien dengan penyakit autoimun atau gastrointestinal
- Wanita hamil dan menyusui
- Pengguna obat jangka panjang seperti metformin atau PPI
Pemeriksaan rutin dan edukasi gizi sangat penting untuk pencegahan.
✨ Kesimpulan
Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat adalah kondisi yang bisa dicegah dan diobati, asalkan dikenali sejak dini. Jangan abaikan gejala ringan seperti kelelahan atau kesemutan—bisa jadi itu sinyal tubuh bahwa ada kekurangan nutrisi penting. Dengan pola makan seimbang, suplemen yang tepat, dan pemeriksaan berkala, kita bisa menjaga kesehatan darah dan saraf tetap optimal.

Tinggalkan komentar