Anal fissure, atau fisura ani, adalah robekan kecil pada lapisan kulit di sekitar anus. Meski ukurannya kecil, luka ini bisa menyebabkan nyeri hebat saat buang air besar dan berdampak pada kualitas hidup. Untungnya, sebagian besar kasus dapat sembuh dengan perawatan sederhana di rumah.
🔍 Gejala Umum Anal Fissure
Gejala fisura ani sering kali mirip dengan kondisi lain seperti wasir, sehingga penting untuk mengenali tanda khasnya:
- Nyeri tajam saat buang air besar
- Rasa terbakar atau nyeri yang menetap beberapa jam setelah BAB
- Perdarahan ringan—biasanya darah merah segar di tisu toilet atau feses
- Gatal atau iritasi di sekitar anus
- Benjolan kecil (skin tag) di tepi anus pada kasus kronis
Jika nyeri berlangsung lebih dari seminggu atau disertai perdarahan berulang, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
🧬 Penyebab dan Faktor Risiko
Fisura ani bisa terjadi pada siapa saja, tetapi lebih umum pada usia 15–40 tahun dan anak-anak. Penyebab utamanya adalah trauma pada jaringan anus akibat:
| Penyebab | Penjelasan |
|---|---|
| Konstipasi | Feses keras dan besar bisa merobek jaringan saat dikeluarkan |
| Diare kronis | Iritasi berulang dapat melemahkan lapisan kulit anus |
| Persalinan | Tekanan saat melahirkan dapat menyebabkan robekan |
| Penyakit radang usus | Seperti Crohn’s disease atau kolitis ulseratif |
| Infeksi menular seksual | Termasuk herpes atau sifilis yang menyerang area anus |
Menurut Cleveland Clinic, sekitar 90% fisura terjadi di bagian posterior anus, di mana aliran darah lebih rendah sehingga penyembuhan lebih lambat.
🩺 Diagnosis dan Pemeriksaan
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sederhana untuk melihat robekan di anus. Jika nyeri terlalu hebat atau ada dugaan kondisi lain, bisa dilakukan:
- Pemeriksaan dengan anoskop atau sigmoidoskop
- Pemeriksaan di bawah anestesi jika diperlukan
- Tes tambahan untuk menyingkirkan penyakit radang usus atau infeksi
💊 Pengobatan: Dari Rumah Hingga Prosedur Medis
Sebagian besar fisura ani sembuh dalam beberapa minggu dengan perawatan mandiri:
Perawatan di Rumah:
- Konsumsi makanan tinggi serat (sayur, buah, biji-bijian)
- Minum air putih minimal 2 liter per hari
- Hindari menahan BAB
- Duduk di air hangat (sitz bath) selama 10–15 menit setelah BAB
- Gunakan obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen
Pengobatan Medis:
Jika tidak membaik dalam 7 hari, dokter mungkin meresepkan:
- Laksatif untuk melunakkan feses
- Krim nitrogliserin atau nifedipine untuk meningkatkan aliran darah dan relaksasi otot
- Obat antispasmodik seperti mebeverine atau Buscopan
- Suntikan botulinum toxin (Botox) untuk merilekskan otot sfingter
Prosedur Bedah:
Jika semua terapi gagal, tindakan pembedahan seperti lateral internal sphincterotomy dapat dilakukan. Prosedur ini memotong sebagian kecil otot sfingter untuk mengurangi ketegangan dan mempercepat penyembuhan.
🛡️ Pencegahan Fisura Ani
Langkah-langkah berikut dapat membantu mencegah kekambuhan:
- Jaga pola makan tinggi serat
- Hindari mengejan saat BAB
- Rutin berolahraga untuk memperlancar pencernaan
- Hindari penggunaan tisu kasar atau sabun iritatif di area anus
- Segera tangani diare atau konstipasi yang berkepanjangan
✨ Kesimpulan
Anal fissure mungkin terdengar sepele, tetapi dampaknya bisa sangat mengganggu. Dengan mengenali gejala sejak dini, menjaga pola makan, dan melakukan perawatan yang tepat, kondisi ini bisa diatasi tanpa komplikasi. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter jika nyeri atau perdarahan tidak kunjung membaik—penanganan dini adalah kunci pemulihan.

Tinggalkan komentar