Setiap tanggal 13 September, dunia memperingati World Sepsis Day—hari penting untuk meningkatkan kesadaran tentang sepsis, kondisi medis yang sering kali tidak dikenali namun sangat mematikan. Tahun 2025 ini, tema global yang diangkat adalah:
“Stop Sepsis, Save Lives”
Sebuah seruan untuk bertindak cepat, mengenali gejala, dan mencegah kematian yang bisa dihindari.
❗ Apa Itu Sepsis?
Sepsis adalah respons ekstrem tubuh terhadap infeksi. Ketika sistem imun bereaksi berlebihan terhadap infeksi, ia bisa menyebabkan peradangan luas, kerusakan organ, bahkan kematian.
Sepsis bisa terjadi akibat infeksi umum seperti:
- Infeksi saluran kemih
- Pneumonia (infeksi paru)
- Luka terbuka atau pasca operasi
- Infeksi kulit atau jaringan lunak
Menurut Global Sepsis Alliance, lebih dari 11 juta orang meninggal setiap tahun akibat sepsis—lebih banyak dari gabungan kematian akibat kanker prostat, payudara, dan HIV/AIDS.

🔍 Gejala Sepsis yang Perlu Diwaspadai
Sepsis bisa berkembang cepat. Mengenali gejalanya adalah kunci penyelamatan:
- Demam tinggi atau suhu tubuh sangat rendah
- Napas cepat dan dangkal
- Detak jantung meningkat
- Bingung atau disorientasi
- Kulit pucat, dingin, atau kebiruan
- Produksi urin menurun
- Kelelahan ekstrem atau rasa “tidak enak badan” yang tidak biasa
Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala ini setelah infeksi, segera cari pertolongan medis. Waktu adalah nyawa.
🛡️ Pencegahan Sepsis: Bisa Dimulai dari Rumah
Kabar baiknya, sepsis bisa dicegah. Berikut langkah-langkah praktis yang bisa kamu lakukan:
- Cuci tangan secara rutin dengan sabun
- Rawat luka dengan benar dan bersih
- Lengkapi imunisasi, terutama untuk anak-anak dan lansia
- Segera obati infeksi sebelum memburuk
- Jangan abaikan gejala infeksi yang tidak membaik
- Edukasi keluarga tentang tanda-tanda sepsis
Pencegahan sepsis adalah bagian dari gaya hidup sehat dan tanggap terhadap infeksi.
🗣️ Mengapa Edukasi Itu Penting?
Di Indonesia, sepsis masih kurang dikenal. Banyak orang menganggapnya sebagai “demam biasa” atau “infeksi ringan” padahal bisa berujung fatal. Tenaga kesehatan, keluarga, dan komunitas perlu:
- Menyebarkan informasi tentang sepsis
- Mendorong deteksi dini di fasilitas kesehatan
- Melatih respon cepat terhadap gejala
- Menghapus stigma bahwa sepsis hanya terjadi di rumah sakit
Semakin banyak orang tahu, semakin banyak nyawa yang bisa diselamatkan.
💬 Penutup: Sepsis Bisa Dicegah, Nyawa Bisa Diselamatkan
Hari Sepsis Sedunia bukan hanya tentang mengenang mereka yang telah pergi, tapi tentang menyelamatkan mereka yang masih bisa bertahan. Mari kita jadikan 13 September sebagai titik balik untuk lebih peduli, lebih tanggap, dan lebih sadar akan bahaya sepsis.
Karena satu tindakan cepat bisa membuat perbedaan antara hidup dan mati.

Tinggalkan komentar