Menentukan “berat ideal” bukan sekadar angka di timbangan. Ada berbagai alat ukur yang membantu memetakan kisaran berat badan sehat berdasarkan tinggi, usia, dan komposisi tubuh. Dalam tulisan ini, kita akan membahas empat metode utama: Body Mass Index (BMI), Rasio Pinggang‐Pinggul (WHR), Rasio Pinggang‐Tinggi (WtHR), dan Persentase Lemak Tubuh.

Body Mass Index (BMI)
Body Mass Index mengukur berat badan relatif terhadap tinggi tubuh. Rumusnya sederhana:
BMI = berat (kg) ÷ tinggi² (m²).
Kategori menurut CDC:
- BMI < 18,5: Berat kurang
- BMI 18,5–24,9: Berat normal
- BMI 25–29,9: Kelebihan berat
- BMI ≥ 30: Obesitas
Kelebihan: mudah dihitung dan populer untuk survei populasi.
Keterbatasan:
- Tidak membedakan massa otot dan lemak
- Tidak mempertimbangkan distribusi lemak perut
- Hasil bisa bias menurut ras atau etnisitas
Rasio Pinggang‐Pinggul (WHR)
WHR membandingkan lingkar pinggang dengan lingkar panggul. Rumusnya:
WHR = lingkar pinggang ÷ lingkar panggul.
Batasan WHO (2008):
- Pria: WHR > 0,90 menandakan obesitas perut
- Wanita: WHR > 0,85 menandakan obesitas perut
Kelebihan: merefleksikan lemak dalam rongga perut (visceral fat) yang berisiko tinggi.
Keterbatasan:
- Tidak memberi tahu total persentase lemak
- Nilai optimal bisa berbeda berdasarkan ras/etnis
Rasio Pinggang‐Tinggi (WtHR)
WtHR membandingkan lingkar pinggang dengan tinggi badan. Rumusnya:
WtHR = lingkar pinggang ÷ tinggi badan.
Panduan umum:
- WtHR ≤ 0,50 dianggap moderat
- WtHR > 0,50 berhubungan dengan peningkatan risiko kolesterol tinggi dan tekanan darah
Keunggulan: lebih sensitif mendeteksi risiko kardiometabolik meski BMI masih normal.
Keterbatasan: tetap perlu dikombinasikan dengan penilaian lain untuk gambaran kesehatan menyeluruh.
Persentase Lemak Tubuh
Persentase lemak menunjukkan proporsi lemak terhadap total berat badan. Lemak esensial dibutuhkan untuk fungsi otak, saraf, dan organ.
Metode pengukuran umum:
- Skinfold calipers (lipatan kulit)
- Hidrostatik (underwater weighing)
- Bioelectrical Impedance Analysis (BIA)
- Dual‐energy X-ray Absorptiometry (DXA)
Rekomendasi kasar persentase lemak:
- Pria dewasa: 8–19 %
- Wanita dewasa: 21–33 %
Kelebihan: menggambarkan komposisi tubuh secara lebih akurat ketimbang BMI.
Keterbatasan: variasi hasil tergantung metode dan keahlian pengukur.
Kesimpulan
Tak ada satu ukuran yang sempurna. Mengombinasikan BMI, WHR, WtHR, dan persentase lemak tubuh akan memberikan gambaran lebih lengkap tentang kesehatan dan risiko penyakit. Jika ragu atau memiliki kondisi khusus, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk penilaian personal.
Sumber Referensi
- Paddock, C. (2018, Juni 26). How much should I weigh for my height and age? Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323446
- Centers for Disease Control and Prevention. (n.d.). About adult BMI. https://www.cdc.gov/healthyweight/assessing/bmi/adult_bmi/index.html
- National Institutes of Health. (n.d.). Healthy weight – BMI. https://www.nhlbi.nih.gov/health/educational/lose_wt/BMI/bmicalc.htm
- World Health Organization. (2008). Waist circumference and waist–hip ratio: Report of a WHO expert consultation. Geneva: WHO.
- Ashwell, M., Gunn, P., & Gibson, S. (2012). Waist-to-height ratio as an indicator of health risk: A critical review. Nutrition Research Reviews, 25(2), 1–17. https://doi.org/10.1017/S0954422412000026

Tinggalkan komentar